
Sah
Sah
Terdengar menggema di seluruh ruangan rumah Rafa dan Dita saat Arga sudah berhasil mengikrarkan janji suci nya untuk Zela, semua orang tampak menengadahkan tangan mereka bersama - sama untuk mendo'akan kelangsungan kehidupan rumah tangga pasangan suami istri itu untuk yang ke dua kali nya.
Mereka sama - sama berharap agar ke dua nya kali ini bisa sakinah, mawadah dan warahmah. Tidak seperti pernikahan mereka yang terjadi berpuluh tahun yang lalu, yang harus berakhir dengan tragis dan membuat Yuki menjadi korban dari semua itu.
" Aku berjanji, akan selalu membuat mu bahagia. Terima kasih karena kamu telah memberikan kesempatan ke dua untuku" ucap Arga saat Zela mencium tangan nya dan sebelum dia membalas nya dengan mencium kening Zela.
" Aku pegang janji mu mas, semoga apa yang kamu katakan saat ini bukan hanya janji belaka yang tidak akan terwujud" Zela memejamkan mata nya sesaat merasakan bibir Arga yang menempel pada kening nya.
Setelah acara akad selesai, acara di lanjutkan dengan acara makan bersama sebagai tanda syukur mereka pada yang maha kuasa.
Fika dan Nanda kini terlihat sedang berdebat di depan meja prasmanan saat mereka mengambil makanan yang akan mereka makan. Untung saja mereka mengambil makanan terakhir, jadi tidak ada yang protes di belakang mereka. Sedangkam yang lain nya sudah mulai duduk lesehan melingkar seraya menikmati makanan mereka masing - masing.
" Aku mau makan itu kak!" Fika merengek manja seraya menunjuk makanan yang dia inginkan, namun Nanda tidak mengijinkan nya. Fika saat ini ingin sekali makan ayam balado yang di hidangkan di sana, namun suami posesif nya tidak mengizinkan nya.
" Tidak sayang, itu terlalu pedas. Apa kamu tidak lihat betapa merah nya itu" Nanda brigidig ngeri melihat makanan yang tampak merah oleh cabai yang pasti nya akan membakar lidah siapa saja yang memakan nya. Nanda tidak mau Fika memakan nya karena merasa kasihan pada bayi mereka yang mungkin akan merasa kepanasan saat Fika memakan nya.
" Ish, pokok nya aku tidak mau makan kalau bukan itu" Fika memberengut kesal.
" Aduh sayang, aku harus bagaimana lagi supaya kamu mengerti? Kalau aku membiarkan mu memakan nya, aku takut bayi kita merasa kepanasan karena kamu memakan itu" Nanda menyugar rambut nya frustasi sedangkan Fika tidak memperdulikan perkataan Nanda sedikit pun.
" Ada apa sih, kalian masih belum selesai juga?" Sita dan Anika yang melihat anak dan menantu nya masih berada di meja prasmanan menghampiri mereka.
" Iya, emang kalian makan berapa piring sih?" Anika teekekeh saat mengatakan nya.
" Ini lho mom, bu. Masa aku mau makan gak boleh sama kak Adi" Fika mengadu pada ibu dan mertua nya untuk meminta pembelaan dari mereka.
__ADS_1
" Bener itu Nanda?" Anika sudah menatap tajam pada putra semata wayang nya itu.
" Kenapa gak boleh Di, wanita hamil itu memang harus makan banyak lho" Sita ikut menatap Nanda dengan tatapan tak suka nya.
" Ish, bukan begitu bu, mom, Aku tidak mungkin melarang Qia untuk makan. Tapi kalian tahu apa yang ingin Qia makan saat ini?" Nanda membela diri nya. Sita dan Anika tampak menggelengkan kepala mereka. " Itu, Qia ingin makan itu bu, mom. Makan nya aku melarang nya" Nanda menunjuk ayam balado yang tadi di inginkan oleh Fika.
" Itu, kamu yakin sayang?" Anika tampak memandang dengan ngeri makanan yang di tunjuk oleh Nanda saat ini.
" Iya mom, seperti nya sangat enak" Fika sudah memainkan lidah nya merasa tidak sabar ingin mencicipi makanan itu.
" Sayang, apa kamu tidak mau yang lain nya? Seperti itu misal nya, itu juga seperti nya enak" Sita mencoba membujuk putri nya dengan menawarkan makanan yang lain nya.
" Tidak bu, aku mau nya itu" Fika kembali merengek pada ibu nya dan Sita hanya membuang nafas nya kasar, menghadapi putri nya yang keras kepala sama sekali bukan hal mudah apa lagi saat ini putri nya sedang berbadan dua maka kesulitan nya menjadi bertambah dua kali lipat.
" Sayang, ibu kamu benar. Kamu makan yang lain nya ya!" Anika ikut membujuk Fika.
" Oh, boleh! Boleh sekali. Mommy akan memastikan kalau Nanda akan memakan nya nanti" Anika tersenyum penuh kemenangan. Kapan lagi dia melihat putra nya di kerjai oleh istri nya yang sedang ngidam.
Glek
Nanda menelan saliva nya susah seraya mata nya melihat nanar pada makanan yang di tunjuk oleh istri nya itu. " Sayang, apa kamu tidak salah? Aku mana kuat memakan makanan pedas seperti itu" Nanda menatap Fika dengan tatapan memohon nya.
" Aku tidak mau tahu, siapa suruh kakak melarang ku memakan nya? Jadi aku ingin kakak yang memakan nya menggantikan aku" Fika memalingkan wajah nya kesal.
" Baiklah! Lagi pula aku tidak mungkin membiarkan mu memakan makanan setan seperti itu" Nanda pun dengan pasrah mengambil makanan yang di inginkan Fika tadi dan mengambil makanan yang lain nya untuk Fika.
" Sayang, kasihan suami kamu lho. Apa kamu yakin mau melihat nya memakan itu?" Sita ikut brigidig ngeri melihat makanan yang ada di dalam piring menantu nya itu. Kini mereka sudah bergabung dengan yang lain nya duduk lesehan memakan makanan yang sudah mereka ambil tadi.
" Tumben kamu makan makanan pedas, bukan nya kamu gak kuat ya kalau makan itu" Jay merasa aneh dengan makanan yang di bawa oleh sahabat nya itu.
__ADS_1
" Berisik!" Nanda mendengus kesal.
" Ish, b aja kali!" Jay ikut mendengus kesal.
" Udah yank, kayak nya sahabat kamu itu lagi ngeladenin ngidam nya Fika" Alice menenangkan kekasih nya seraya menunjuk Fika yang menatap antusias pada makanan yang ada dipiring Nanda. Jay pun melihat ke arah Fika dan benar saja seperti nya yang dikatakan kekasih nya itu benar.
Jay kini menatap iba pada sahabat nya itu karena Jay tahu betul bahwa Nanda paling tidak bisa memakan makanan pedas sejak dulu.
" Fik, kamu ngidam lagi?" Yuki yang samar - samar mendengar percakapan Jay dan Alice pun bertanya karena penasaran.
" Iya, tadi nya aku yang mau makan. Eh kak Adi ngelarang, jadi aku minta dia aja yang makan itu" Fika terkekeh saat mengatakan nya.
" Kenapa gak sekalian aja kamu ngidam makan cabe sekilo, itu masih kurang Fik!" Adzriel ikut menimpali dengan nada cibiran.
" Ish, kalau cuma cabe mana enak Riel" Fika memutar bola mata nya malas.
Sementara Fika dan yang lain nya berbicara, Nanda sedang berperang dengan fikiran nya sendiri. Di satu sisi dia tidak ingin mengecewakan istri nya tapi di satu sisi dia tidak kuat bila harus memakan makanan itu, sudah di pastikan diri nya akan bolak - balik ke kamar mandi setelah memakan nya.
Anika dan Davian persi autor
Ini Sita dan Bima ya.
**Semoga kalian suka dengan visual versi autor. Yang lain nya nanti menyusul.😘😘
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏**
__ADS_1