Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )

Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )
Bab 102


__ADS_3

Setelah cukup lama Zela menangis dalam dekapan Yuki, Zela akhir nya tertidur karena kelelahan. Dita, Sita , Nami dan Anggi yang dari tadi menemani mereka sudah ke luar dari kamar itu beberapa menit yang lalu.


" Aku harus membicarakan ini dengan papa" gumam Yuki setelah dia menyelimuti tubuh Zela yang sedang tertidur.


Yuki pun keluar dari kamar yang di tempati oleh Zela, tampak di sana ada Arga dan Adzriel yang masih setia menunggu nya sedangkan yang lain nya sudah kembali ke kamar mereka masing - masing untuk beristirahat dan bersiap untuk acara nanti malam


" Bagaimana Ki, apa mama mu sudah tenang?" Arga menunjukan wajah yang terlihat cemas.


" Sudah, mama sedang tertidur" Yuki menjawab dengan lesu.


" Apa kamu tidak apa - apa sayang? Aku akan membawa mu ke kamar kita, kamu seperti nya butuh istirahat." Adzriel mencemaskan Yuki yang terlihat lesu.


" Aku tidak apa - apa, terima kasih. Tapi aku ingin berbicara sebentar pada papa" Yuki tersenyum manis. " Tapi kamu juga boleh mendengar nya karena ini menyangkut masa depan mama" Adzriel pun menganggukan kepala nya.


" Ada apa ? Seperti nya sangat serius?" Arga tampak mengerutkan kening nya.


" Ya, ini sangat serius" Yuki menganggukan kepala nya. " Pa, mama hamil dan seperti nya mama tidak bisa menerima kenyataan ini" Yuki berkata serius.


Adzriel dan Arga sama - sama terkejut akan apa yang di katakan oleh Yuki barusan.


" Ha hamil? Bagaimana mungkin sayang, bukan kah mama sudah tidak muda lagi dan bagaimana bisa beliau hamil sedangkan beliau tidak punya suami dan sudah lama tidak melakukan hubungan suami istri?" Adzriel yang memang tidak mengetahui perbuatan bejat Arga pada Zela beberapa minggu yang lalu pun merasa aneh dengan apa yang di katakan oleh istri nya itu.


Sedangkan Arga tampak membulatkan ke dua bola mata nya dengan tubuh yang lemas, Arga teringat kembali perbuatan bejat yang dia lakukan pada mantan istri nya itu beberapa minggu yang lalu. Dan kini Arga tahu alasan Zela mengamuk pada nya tadi.


" Astagfirullaah, maafkan papa sayang" Arga meraup wajah nya kasar dengan perasaan bersalah pada hati nya. " Lagi - lagi papa sudah menggoreskam luka yang begitu dalam pada mama mu" mata Arga kini sudah mulai berkaca - kaca.

__ADS_1


" Bukan pada ku papa harus meminta maaf, tapi papa harus meminta maaf pada mama dan papa harus bekerja keras untuk meyakinkan mama kembali dan mendapat kan cinta nya kembali. Hanya itu yang bisa aku katakan pada papa, maaf aku juga tidak bisa membantu papa dalam hal ini, semua nya tergantung dari usaha papa sendiri karena sudah terlalu banyak luka yang papa torehkan pada hati mama apa lagi kehamilan mungkin membuat nya kembali teringat pada kejadian buruk beberapa puluh tahun yang lalu saat papa membuang mama yang sedang mengandung ku dalam perut nya" Yuki berkata serius.


" Ya nak, papa mengerti. Terima kasih karena sudah mendukung papa dan mau menerima papa kembali" Arga pun memeluk putri nya itu dengan sayang.


" Sama - sama pa, Yuki yakin papa adalah orang yang baik hanya saja kejadian buruk di masa lalu papa yang merubah papa jadi pribadi yang tidak baik. " Yuki pun membalas pelukan papa nya itu.


" Ekhem" Adzriel berdehem dengan keras membuat Yuki dan Arga merenggangkan pelukan mereka. " Maaf kan saya pa, tapi jangan memeluk istri ku terlalu lama" Adzriel menarik tangan Yuki dan memasukan nya ke dalam dekapan nya.


" Ish, Riel ini papa ku lo" Yuki memberengut kesal.


" Aku tahu sayang, tapi aku tidak suka kamu di peluk pria lain walau pun itu papa mu sendiri" Adzriel menatap Yuki dengan tatapan yang aneh menurut Yuki.


" Ya, maafkan papa. Sekarang kalian beristirahat lah! Biar papa yang menjaga mama mu" Arga tersenyum geli melihat kelakuan menantu nya itu.


" Baiklah, kami permisi dulu pa" Adzriel pun merangkul pundak Yuki posesif dan membawa nya masuk ke dalam kamar mereka meninggalkan Arga yang menggelengkan kepala nya melihat keposesifan menantu nya itu.


Sore hari nya tampak semua sedang sibuk bersiap untuk acara pesta resevsi pernikahan Adzriel dan Yuki.


Di salah satu kamar tampak Fika dan Nami yang sudah siap dengan gaun pendek berwarna gold dengan riasan natural di wajah nya hasil pekerjaan dari salah datu MUA yang di sewa oleh mereka. Sekarang mereka tinggal menunggu Alice yang masih di rias oleh MUA di sana.


Hanya untuk catatan saja, MUA yang di sewa mereka lebih dari dua orang ya karena selain pengantin dan brides maid, para ibu - ibu juga perlu di rias dan mereka berada di kamar yang berdeda - beda.


Sedangkan di salah satu kamar yang lain nya tampak Yuki yang sedang di rias oleh MUA di temani oleh Adzriel yang tampak sudah siap dengan setelan jas berwarna gold yang membalut tubuh gagah nya.


" Kamu sangat cantik sayang" Adzriel memeluk Yuki dari belakang saat Yuki sedang mematut diri nya di depan cermin, MUA yang tadi menghias Yuki baru saja keluar karena tugas nya sudah selesai untuk saat ini.

__ADS_1


" Gombal kamu Riel" Yuki memukul bahu suami nya itu.


" Aku tidak gombal sayang, ini kenyataan. Lihatlah!" Adzriel menunjuk pantulan diri mereka pada cermin besar di depan mereka. " Apa kamu bahagia?" Adzriel berbisik dengan lembut di telinga Yuki.


" Sangat, terima kasih" Yuki tersenyum manis membuat Adzriel menjadi gemas pada istri nya itu.


Cup


Satu kecupan mendarat pada pipi Yuki membuat wajah Yuki yang sudah merona karena blush on semakin merona saja.


" Bagaimana keadaan mama? Apa kamu sudah melihat nya lagi?" Yuki baru teringat akan keadaan mama nya saat ini. Yuki belum sempat menjenguk nya lagi karena tadi siang dia tertidur setelah membersihkan diri nya dan baru terbangun sore tadi.


" Mama sudah lebih baik, saat ini bunda dan tante Sita yang menemani nya karena mama masih saja histeris bila melihat papa. Sehingga papa hanya bisa diam di depan kamar mama saja dan bisa masuk kalau mama sedang tertidur" ucap Adzriel.


" Kasihan juga papa, dia harus bekerja lebih keras lagi untuk kembali mendapatkan maaf dari mama" Yuki terlihat sendu.


" Ya, anggap saja papa sedang berjuang dalam perang cinta nya" Adzriel terkekeh saat mengatakan nya.


" Ya, kamu mungkin benar" Yuki mengangguk mengerti.


" Apa kamu sudah siap untuk keluar? Seperti nya sudah banyak orang yang sudah datang" Adzriel mengulurkam tangan nya seperti pangeran kerajaan yang mengajak putri nya.


Waktu sudah menunjukan pukul tujuh malam dan seperti nya para tamu juga sudah mulai berdatangan.


" Aku siap, ayo!" Yuki pun menyambut uluran tangan dari suami nya itu, dan mereka pun keluar dari kamar mereka menuju ke tempat pesta di laksanakan. Di depan pintu kamar tampak Fika dan yang lain nya yang baru saja akan menghampiri pengantin itu di kamar mereka namun karena mereka bertemu di luar kamar. Mereka pun akhir nya masuk ke ruangan pesta bersama - sama.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2