Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )

Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )
Bab 69


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu. Keadaan Yuki dan Adzriel pun sudah lebih baik malah Yuki sudah sembuh total, sedangkan Adzriel masih ada sedikit luka yang masih belum menghilang.


Besok Fika mengundang seluruh kerabat dekat nya untuk berkumpul bersama di mansion Balendra untuk berkumpul bersama karena keluarga Fika dan Nanda yang dari Bandung akan datang semua nya. Fika juga ingin sekalian mengajak semua sahabat nya juga untuk datang termasuk Jay, Nami dan Razky. Fika juga mengundang orang tua Adzriel dan juga Yuki yang lumayan dekat dengan diri nya.


" Ma, apa mama akan ikut ke acara Fika dan tuan Nanda besok?" Yuki bertanya pada Zela saat Yuki datang berkunjung ke apartemen Zela.


" Maaf sayang, mama besok ada pekerjaan penting di hotel X. Besok adalah hari peluncuran produk kecantikan dari perusahaan baru mama sayang." Ya Zela yang akan menetap di Indonesia memulai bisnis baru nya yang bergerak di bidang kecantikan. Walaupun perusahaan nya masih baru dan terbilang kecil, tapi perusahaan Zela lumayan maju karena produk kecantikan yang di buat oleh perusahaan Zela menggunakan bahan dasar yang alami dan sebagian besar berkat nama dan kecantikan Zela yang sudah tidak di ragukan lagi di mata masyarakat negara kita.


" Oh, baiklah. Padahal tadi nya aku ingin mama juga ikut dengan kami." wajah Yuki berubah sendu.


" Maaf sayang, lain kali saja. Lagi pula mama masih belum berani bertemu dengan Sita dan Bima setelah kejadian terakhir yang terjadi di pertemuan terakhir kami" Zela memegang ke dua bahu Yuki dengan lembut.


Saat ini kedua nya sedang duduk di atas sofa ruang keluarga di apartemen Zela. Hari ini Yuki berencana untuk menghabiskan waktu dengan mama nya setelah beberapa hari ini mereka tidak bisa bertemu karena kesibukan Zela mengurusi bisnis baru nya.


" Baiklah, aku mengerti" Yuki menganggukan kepala nya mengerti.


" Oh ya, jadi apa yang akan kita lakukan sekarang hem? Apa kita akan jalan - jalan atau dirumah saja?" Zela memilih membicarakan apa yang akan mereka lakukan untuk mengisi waktu mereka bersama saat ini dari pada dia harus kembali teringat kembali kejadian buruk yang di alami nya dulu.

__ADS_1


" Seperti nya di rumah saja, bagimana kalau mama masakin aku kue yang enak sedangkan aku mau nonton drakor di sini" Yuki malas untuk keluar dari rumah apalagi mengingat bahaya yang sedang mengincar mereka semua dan Yuki tidak mau kejadian malam itu terjadi lagi pada siapa pun.


" Baiklah, anak mama yang cantik tunggu di sini dan mama kan buatkan kue yang enak buat anak mama ini" Zela mencium pipi Yuki gemas sebelum pergi ke dapur untuk membuatkan apa yang di inginkan oleh putri nya itu.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sementara di sebuah pusat perbelanjaan tampak seorang gadis berjalan sambil membawa beberapa paper bag yang ada di tangan nya. Dia berjalan seraya sesekali membenahi kaca mata nya yang sering melorot itu sambil terus melangkahkan kaki nya melihat- lihat beberapa barang yang di jajakan di toko yang terlihat berderet itu.


Ya , hari ini hari sabtu dan Nami libur bekerja hari ini. Nami yang merasa bosan di apartemen nya memutuskan untuk membeli beberapa novel baru untuk dia baca dan juga baju yang akan dia kenakan untuk acara besok di mansion Balendra. Ini adalah pertama kali nya dia akan datang ke mansion itu dan ini bagaikan mimpi untuk seorang Nami yang hanya seorang karyawan biasa untuk menginjakan kaki nya di mansion keluarga paling kaya se Indonesia bahkan se Asia itu. Jadi dia fikir dia harus membeli pakaian baru untuk acara spesial itu. Lagi pula Nami juga sudah lama tidak membeli baju baru untuk nya.


Bruukk


" Maaf, saya tidak sengaja!" Nami menunduk untuk mengambil barang nya yang terjatuh tadi.


" Nami, kamu Nami kan" Seorang wanita paruh baya tampak menatap Nami dengan tatapan penuh kerinduan. Sedangkan Nami yang mendengar suara yang tak asing lagi bagi nya pun mendongakan kepala nya melihat siapa yang ada di hadapan nya.


" Mama" paper bag yang tadi sempat di ambil oleh Nami kembali terjatuh saat Nami melihat mama yang sudah satu tahun lebih ini tidak ia temui.

__ADS_1


" Apa kamu baik- baik saja nak? Mama sangat merindukan mu sayang" Mama Nami yang bernama Siska itu memeluk erat tubuh putri nya yang sudah tidak ia temui selama satu tahun lebih ini. " Pulang lah nak, kami merindukan mu!" Siska semakin mengeratkan pelukan nya, sedangkan Nami hanya terdiam menikmati pelukan yang selama ini dia rindukan. Nami pun membalas pelukan dari mama nya itu.


Setelah puas untuk memeluk Nami, Siska pun mengajak Nami untuk duduk di kafe yang ada di sekitar sana untuk mengajak putri nya itu berbincang untuk sekedar melepaskan kerinduan yang selama ini di rasakan oleh wanita paruh baya itu.


" Pulanglah, nak Niko sudah menceritakan semua nya pada kami dan Friska juga sudah mengakui kesalahan nya. Ayah mu menyesal karena sudah mengusir mu nak" Siska tampak berbicara dengan mata yang tampak berkaca - kaca.


" Niko? Benarkah dia menjelaskan nya pada kalian?" Nami rasa nya kurang percaya mengingat sifat Niko yang begitu egois


" Ya, dia bahkan menyeret dab memaksa Friska untuk mengakui nya di hadapan kami. Jadi pulanglah!"


" Bukan nya aku tidak mau ma, tapi aku juga harus membuktikan pada papa kalau aku juga bisa hidup tanpa kalian. Selama ini papa selalu menuntut hidupku untuk menjadi sempurna di mata nya, dan saat aku melakukan sedikit kesalahan. Dia tega untuk mengusirku, biarlah kak Mina yang selalu sempurna di mata papa yang akan menjadi satu - satu nya putri kesayangan nya." Ya Nami mempunyai seorang kakak yang tak terlalu jauh umur nya dengan dia, mereka hanya berjarak 2 tahun saja. Mina adalah gadis yang cantik dan juga modis, namun dia sedikir sombong dan arogan seperti papa nya. Mereka selalu menuntut kesempurnaan dalam hidup mereka, sedangkan Nami lebih mirip dengan mama nya yang lembut dan penyayang juga kesederhanaan yang selalu mereka perlihatkan pada semua orang.


" Kamu jangan berbicara seperti itu sayang, papa mu memang salah tapi kami tetap adalah keluarga mu. Jadi mama mohon pulanglah walau hanya sebentar!" Siska tampak menatap putri bungsu nya itu dengan tatapan memohon membuat Nami merasa tidak enak.


" Tapi aku" terlihat jelas keraguan yang ada pada diri Nami.


" Jika kamu tidak mau melakukan nya demi papa mu, maka lakukanlah demi mama. Mama mohon!" Siska kini menggenggam tangan Nami dengan tatapan yang yang sangat memohon.

__ADS_1


" Baiklah, minggu depan aku akan pulang karena besok aku ada acara di rumah bos tempat ku bekerja" putus Nami pada akhir nya. Nami paling tidak bisa menolak keinginan mama nya itu sejak dulu karena hanya mama nya lah yang selalu membela dan mendukung apa pun yang dia lakukan dulu walau itu bertentangan dengan apa yang di inginkan papa nya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2