Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )

Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )
Bab 37


__ADS_3

Sementara Razky dan Nami berbahagia karena mereka baru saling mengungkapkan perasaan mereka masing - masing, di sisi lain ada Jay yang tengah duduk sendirian di balkon apartemen nya dengan meminum minuman kaleng yang ada di tangan nya.


" Aih, malam minggu ini seharus nya aku berkencan dengan kekasihku. Tapi apalah daya seorang jomblo seperti ku" Jay menghela nafas nya berat.


Ya malam ini adalah malam minggu, malam di mana orang - orang akan menghabiskan waktu nya bersama dengan pasangan mereka. Namun itu tak berlaku untuk Jay yang seorang jomblo akut kelas atas. Kenapa disebut jomblo akut lelas atas karena Jay termasuk pria sempurna di segi materi dan juga ketampanan namun karena Jay yang sejak kuliah dulu hanya menyukai seorang gadis yang sama sekali tidak peenah melihat nya sama sekali sebagai seorang pria dan itu membuat dia menutup diri dari gadis - gadis yang menyukai nya. Siapa juga yang tidak akan jatuh hati pada seorang Jay, tangan kanan dari CEO Balendra Corp yang sudah tidak diragukan lagi kekayaan dan kesuksesan yang dia miliki apalagi wajah tampan dan ramah yang sering dia perlihatkan di mana pun dia berada membuat begitu banyak wanita yang tergila - gila pada nya.


" Habis" Jay membalikan kaleng yang ada di tangan nya dan tampak tidak ada cairan yang keluar dari dalam nya.


Jay pun melangkahkan kaki nya masuk kedalam apartemen mewah nya untuk mengambil minuman lagi beserta beberapa cemilan namun saat dia membuka kulkas itu, dia tidak menemukan apa yang dia cari


" ****, semua nya sudah habis" Jay mengumpat kesal seraya mengingat kembali kapan terakhir kali dia berbelanja utuk mengisi kulkas nya dan ternyata memang sudah dua minggu sejak dia membeli minuman dan makanan untuk isi kulkas nya itu.


Jay pun dengan malas menyambar jaket yang ada di atas sofa ruang televisi nya dan menyambar kunci mobil nya untuk pergi ke mini market terdekat untuk membeli minuman dan makanan ringan


Hanya membutuhkan waktu 5 menit saja untuk Jay mengendarai mobil nya sampai ke mini market. Jay pun langsung turun dan masuk ke dalam mini market untuk membeli apa yang dia butuhkan.


Saat dia tengah berkeliling melihat - lihat apa lagi yang akan dia beli, tiba - tiba mata nya menangkap sosok yang sangat dia kenal tampak berjalan sambil mendorong kereta belanjaan nya. Jay yang merasa penasaran dengan sosok itu pun mengikuti nya dari belakang tanpa diketahui oleh sosok itu.

__ADS_1


Jay yang mengikuti seseorang tampak berhenti saat melihat orang itu berhenti. Jay tampak mengerutkan kening nya dengan sudut bibir yang terangkat ke atas melihat tingkah seseoarng yang ada di hadapan nya.


Dihadapan Jay kini tampak seorang gadis cantik berambut hitam panjang sedang menjinjitkan kaki nya berusaha meraih sesuatu yang diletakkan di rak paling atas.


" Ish, susah banget sih" gadis itu tampak mengerucutkan bibir nya seraya masih berusaha untuk meraih apa yang ingin dia ambil. " Kenapa mereka meletakkan itu di atas sih, mana tinggi lagi" gadis itu masih menggerutu seraya tangan nya yang tidak ia turunkan masih berusaha untuk mengambil nya .


Dan di saat gadis itu sedang kesulitan tiba - tiba sebuah tangan tampak mengambil apa yang dia inginkan dan berdiri di samping nya.


" Apa ini yang ingin kau ambil hem?" orang yang membantu gadis itu mengambilkan barang yang tak lain adalah Jay tampak membolak - balikan benda yang ada di tangan nya " Benda apa ini?" Jay tampak mengerutkan kening nya seraya mengangkat benda persegi berbungkuskan plastik berwarna ungu itu ke depan wajah gadis itu yang tak lain adalah Alice


Bagaimana Alice tak malu benda yang tadi Jay bantu ambil adalah pembalut dengan merk yang biasa ia pakai bila ia kedatangan tamu bulanan nya.


" Ish, aku kan hanya bertanya. Kenapa kau bersikap jutek seperti itu bukan nya berterima kasih karena aku sudah membantu mu" Jay mendengus kesal pada gadis dihadapan nya yang selalu saja bersikap jutek pada nya walau apa pun yang dia lakukan untuk nya dan yang membuat Jay lebih kesal lagi karena dirinya selalu tidak bisa merubah perasaan nya pada gadis yang selalu mengisi ruang dalam hati nya itu.


" Terima kasih" Alice tersenyum kaku pada Jay


" Cih, lebih baik kamu tidak mengatakan nya dari pada terpaksa seperti itu. Lagi pula aku sudah terbiasa diketusin sama kamu "setelah mengatakan hal itu, Jay pun berlalu untuk membayar barang belanjaan nya karena dia sudah selesai mengambil apa yang dia butuhkan.

__ADS_1


Alice terdiam melihat punggung Jay yang semakin menjauh dari nya dengan perasaan sedikit bersalah dihati nya. Setelah digikir - fikir ternyata memang perlakuan Alice selama ini pada Jay sangat buruk, Alice selalu saja berbicara ketus pada Jay setiap dia bertemu dengan diri nya. Bahkan Alice pun terkadang bingung dengan sikap nya yang seperti itu dan itu terjadi bila dia berhadapan dengan Jay saja.


Alice pun melangkahkan kaki nya menyusul Jay yang sudah terlebih dahulu ke kasir untuk membayar belanjaan nya. Alice tampak mengerutkan dahi nya melihat isi belanjaan yang di bawa oleh Jay tadi yang hanya berisi beberapa minuman kaleng , makanan ringan , dan mi instan serta beberapa buah buahan saja .


" Apa kamu terbiasa memakan ini saja?" Tanya Alice pada Jay yang mendapatkan tatapan tanda tanya dari Jay " Maksud ku kamu tidak membeli sayuran dan daging?" Alice kembali berucap untuk menjelaskan nya.


" Tidak, aku hanya membeli apa yang bisa aku langsung makan dan yang bisa aku buat sendiri dengan mudah karena aku tidak bisa memasak" Jay berbicara seraya membayar barang belanjaan nya yang sudah selesai dihitung oleh penjaga kasir.


" Apa kamu tinggal sendiri" Alice bergeser meletakan barang belanjaan nya di kasir setelah Jay sudah selesai tadi.


" Ya, kenapa? Apa kamu mau menemaniku?" Jay mengerlingkan sebelah mata nya " Sudahlah aku duluan" Jay pun melangkah cuek keluar dari mini market itu menuju mobil nya yang ia parkirkan di depan.


Sedangkan Alice kini diam mematung dengan wajah yang merona " apa itu tadi, dia selalu saja berbicara seenak nya" gumam Alice pelan " dan ada apa dengan diriku ini selalu saja seperti ini bila sudah berhadapan dengan nya" Alice memegang dada nya , tepat nya tempat jantung nya berada yang kini sedang berdegup dengan sangat cepat sampai suara dari penjaga kasir menyadarkan nya.


Alice pun buru - buru pergi dari sana setelah membayar semua barang belanjaan nya sambil menenteng kantong belanjaan nya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2