
Arga pagi ini bangun saat matahari sudah naik agak tinggi. Arga yang sudah lama tidak merasakan gairah yang luar biasa mungkin merasa kelelahan sehingga dia terbangun saat hari sudah mulai siang, namun saat itu Zela yang mungkin lebih lelah dari nya masih terlelap dalam tidur nya.
Arga yang tidak mau mengganggu Zela, pada akhir nya memutuskan untuk pergi keluar mencari makanan untuk sarapan mereka. Dia fikir Zela tidak akan bangun dengan cepat fikir nya. Maka dari itu Arga pergi begitu saja dan di sini lah dia sekarang , di toko kue favorit nya setelah dia tadi membeli bubur ayam untuk sarapan.
" Selamat pagi" Yuki yang hari ini mulai aktif lagi di toko kue seperti biasa menyambut para pelanggan nya dengan ramah " Selamat datang tuan, apa kabar?" Yuki menyapa pelanggan setia nya yang beberapa hari ini tidak dia temui.
" Selamat pagi, kamu sudah sembuh? Aku dengar dari ke dua karyawan mu kalau kamu sakit" Arga menunjukan wajah yang cemas " Kamu sakit apa kalau saya boleh tahu?" Arga menelisik keadaan tubuh Yuki.
" Hanya kecelakaan kecil tuan, saya dan calon suami saya di serang orang yang tidak di kenal saat kami akan pulang ke rumah. Dan aku terkena beberapa luka saat membantu calon suami ku itu melawan mereka." Yuki bercerita.
" Benarkah? Bagaimana bisa?" Arga tampak terkejut saat mendengar nya.
" Itu karena kami punya sedikit masalah dengan pemimpin mereka" jawab Yuki
" Apa perlu aku membantu mu untuk menyelesaikan masalah mu, aku juga punya beberapa anak buah yang bisa aku perintahkan kalau kau mau?" Ucap Arga dengan percaya diri. Tidak tahu saja orang yang sedang di lawan oleh Yuki adalah diri nya wkwkwk.
" Benarkah?" Yuki tampak bersemangat. " Tapi tidak tuan, sudah cukup banyak orang yang sudah ikut terlibat. Dan aku tidak mau menyeret tuan dalam masalah kami" jujur saja Yuki tidak mau kalau pria baik yang ada di hadapan nya itu kenapa - napa karena ikut campur masalah nya.
" Apa kamu yakin, baiklah kalau kamu memerlukan bantuan ku kamu hubungi saja aku"
" Ya aku yakin, tuan tenang saja" Yuki tersenyum manis. " Oh ya tuan, apa yang anda inginkan? Biar aku menyiapkan nya untuk tuan" Yuki pun mengajak Arga untuk duduk di meja yang biasa di gunakan pengunjung saat menunggu.
__ADS_1
" Aku ingin chese cake dan jus alpukat masing - masing 2 dibungkus" Arga merasa bersemangat saat memesan nya. Karena chese cake dan jus alpukat adalah makanan dan minuman yang sering dia dan Zela makan bila menghabiskan waktu mereka berdua di masa dulu.
Setelah beberapa waktu Yuki tampak sudah membawakan pesanan Arga dan meletakkan nya di atas meja yang di duduki oleh Arga tadi.
" Ini pesanan nya tuan, oh ya tumben tuan memesan makanan ini dua. Apa ini untuk orang yang istimewa?" Yuki mengembangkan senyuman nya.
" Ya, bisa di bilang seperti itu. Aku sudah menemukan kembali istriku yang hilang" wajah Arga memancarkan kebahagiaan." Tapi aku sudah banyak menyakiti nya dan aku harap dia bisa memaafkan ku dan menerima kehadiran ku kembali" wajah Arga berubah sendu saat mengatakan nya.
" Benarkah? Kalau dia memang sangat berharga, pertahan kan dia, meminta maaflah dan perlakukan dia seperti seseorang yang sangat berharga agar dia merasa sangat di cintai. Aku yakin dengan begitu perlahan dia akan bisa memaafkan mu" Yuki memberikan pendapat nya.
" Ya, seperti nya aku harus melakukan nya" Arga menganggukan kepala nya. Entah kenapa berbicara dengan Yuki membuat Arga menjadi tenang dan dengan melihat wajah nya
" Baiklah terima kasih, aku permisi dan ini uang nya" Arga berdiri dari duduk nya seraya memberikan beberapa lembar uang berwarna merah.
Setelah dari toko kue Yuki, Arga bergegas kembali ke kamar hotel untuk menemui Zela yang tadi ia tinggalkan masih dalam keadaan tertidur. Namun saat Arga sampai di sana, dia tidak menemukan Zela di mana pun dan itu membuat Arga merasa kesal pada diri nya sendiri karena dengan ceroboh nya dia tidak mengunci pintu itu dari luar.
" ****, aku harus segera menemukan nya kembali. Harus" Arga melempar kantong makanan yang dia bawa di atas lantai begitu saja.
" Aku tidak akan melepaskan mu lagi Zela , sampai kapan pun kau tidak bisa lari dariku lagi" Arga meninggalkan kamar hotel itu dengan perasaan yang sangat kesal.
" Halo, cari dimana Zela Aurora tinggal! Aku ingin kamu mengabari ku hari ini juga!" Setelah mengatakan itu Arga pun berlalu dari hotel itu dan pergi menuju ke rumah keponakan nya untuk menemui anak buah nya agar bisa menyusun kembali rencana nya untuk membalas dendam pada anak - anak dari keluarga Balendra dan Saputra karena telah berani menghancurkan perusahaan nya.
__ADS_1
🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara di rumah Yuki, Dita yang sedang membereskan rumah nya tampak terkejut dengan kedatangan Zela ke rumah nya. Dita bukan terkejut karena kedatangan Zela, tapi yang membuat Dita terkejut adalah penampilan Zela sekarang.
Wajah Zela terlihat pucat dengan mata yang merah, Rambut Zela juga tampak tidak rapih seperti biasa nya. Zela tampak menyeret koper nya dengan mata yang menatap kosong memasuki gerbang rumah Dita.
" Astagfirullah, Zela apa yang terjadi pada mu" Dita tampak menghampiri Zela dengan wajah yang sangat panik melihat kondisi sahabat nya itu. Wanita yang selalu terlihat cantik dan modis juga glamour kini tidak ada lagi pada diri Zela. Zela terlihat sangat menyedihkan saat ini.
Zela terdiam tidak menjawab pertanyaan Dita, Dita pun menuntun Zela untuk masuk ke dalam rumah nya dan mendudukan nya di atas sofa. Dita terburu - buru mengambil air minum untuk Zela dan memberikannya .
Zela pun mengambil air dari tangan Dita dan meminum nya sekali tandas. Zela memberikan kembali gelas itu pada Dita dan Dita pun menyimpan nya di atas meja yang ada di hadapan nya.
" Sekarang katakan! Apa yang sebenar nya terjadi pada mu?" Setelah dirasa Zela sudah cukup tenang, Dita kembali bertanya pada Zela.
" Dia datang Dit, dia menemukanku dan dia sudah menyentuhku. Aku sudah kotor Dit, aku kotor hiks... hiks..." tubuh Zela bergetar hebat dengan air mata yang mengalir deras pada pipi nya bahkan isakan nya terdengar sangat memilukan bagi siapa saja yang mendengar nya.
" Siapa Zela? Apa maksudmu?" Dita yang masih belum mengerti apa yang dikatakan oleh sahabat nya itu mengguncang tubuh Zela yang sedang sesegukan menangis meluapkan isi hati nya.
" Arga, dia sudah menemukan ku dan semalam dia...hiks... hiks " Zela tidak mampu lagi untuk menjelaskan nya pada Dita. Sedangkan Dita kini tampak terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Zela barusan.
Dita menarik Zela kedalam dekapan nya, setidak nya sekarang hanya ini yang bisa dia lakukan untuk menenangkan sahabat nya itu. Dita yakin pasti sesuatu yang sangat buruk telah menimpa shabat nya itu. Dita juga sempat kaget saat nelihat neberapa tanda kemerahan pada leher Zela, dan dia tahu persis apa itu.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏