
Zela yang sudah menyelesaikan pekerjaan nya berniat untuk kembali ke kamar nya. Karena acara malam ini selesai di hari yang sudah sangat larut, jadi Zela memutuskan untuk menginap di salah satu kamar hotel itu saja karena akan sangat berbahaya bagi diri nya bila pulang sendirian di hari yang sudah sangat larut seperti saat ini.
Zela perlahan berjalan dengan rasa lelah yang sudah mendera seluruh tubuh nya. Yang dia inginkam saat ini adalah segera merebahkan diri nya pada tempat tidur yang nyaman dan tertidur dengan nyenyak.
Setelah beberapa waktu berjalan, Zela akhir nya sampai juga di depan kamar yang ia sewa. Tak menunggu lama dia pun mengeluarkan sebuah kartu untuk membuka pintu kamar tersebut.
Ceklek
Pintu terbuka dan Zela pun masuk ke dalam kamar itu tanpa melihat ke sekeliling, namun saat tangan nya ingin menutup kembali pintu itu, seseorang menahan nya dari luar dan langsung masuk seraya mendorong tubuh Zela agar masuk lebih dalam lagi. Seseorang itu tampak terburu - buru menutup pintu kamar itu kembali sedangkan Zela yang di dorong oleh seseorang dari luar itu tampak terhuyung ke belakang dengan wajah yang terkejut.
" Siapa kau" Zela berteriak seraya mencari sklar lampu yang ada dalam ruangan itu agar dia bisa melihat siapa yang berani masuk ke dalam kamar nya.
" Akhir nya aku menemukan mu, ha ha ha" suara itu tertawa jahat dan terdengar tak asing di telinga Zela membuat Zela tubuh Zela bergetar hebat karena ketakutan.
" Tidak mungkin" guman pelan Zela seraya tangan nya masih berusaha mencari saklar lampu dan
Cetrek
Lampu pun akhir nya menyala. Kini Zela dapat melihat dengan jelas siapa yang ada di hadapan nya.
__ADS_1
" Apa kamu meridukan ku sayang?" Pria yang berdiri tepat di hadapan Zela sekarang tampak tersenyum menyeringai menatap Zela dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
" Ke kenapa kamu ada di sini?" ucap Zela tergagap dengan tubuh yang semakin gemetar melihat sosok yang paling tidak ingin dia temui sampai kapan pun. Ya siapa lagi kalau bukan Arga Putra Atmaja suami nya yang masih sah di mata hukum namun tidak di mata agama.
Kenapa seperti itu? Karena sejak Arga mengusir Zela yang sedang mengandung Yuki saat itu. Arga tidak pernah menceraikan Zela ke persidangan namun karena ber puluh - puluh tahun Arga tidak menafkahi Zela maka di mata agama mereka sudah bukan suami dan istri lagi.
" Kenapa ha? Apa salah seorang suami yang ingin bertemu dengan istri nya ha?" Arga melangkah mendekati Zela yang terpojok bersandar pada tembok dengan wajah yang ketakutan dan tubuh yang bergetar hebat. Jantung nya kini berdetak dengan sangat kencang dan keringat dingin sudah mulai bercucuran pada punggung nya.
" Cih, istri kamu bilang? Dimana suami yang mengusir begitu saja dengan kejam setelah dia menikmati tubuh nya dengan sangat ganas dan penuh nafsu, bahkan dia sendiri tidak menghiraukan tubuh wanita itu yang sedang lemah dan mengalami pendarahan" Zela memalingkan wajah nya saat Arga sudah tepat di hadapan nya dan mengungkung tubuh nya yang sudah terhimpit di tembok.
" Itu semua adalah salah mu sendiri" Arga membentak Zela seraya menunjuk wajah Zela dengan telunjuk nya membuat Zela menutup mata nya karena kaget dan takut. " Dan kamu tahu, karena ulah mu aku terkena penyakit yang tidak diketahui dan sampai sekarang tidak ada obat untuk menyembuhkan nya" Arga mengusap pipi mulus Zela dengan gaya fisikopat nya
Ada bagian hati Arga yang terasa sedikit tercubit saat melihat wanita yang ada di hadapan nya terlihat menyedihkan seperti itu. Namun Arga kembali menepis perasaan itu.
" Bila kamu tidak selingkuh, kenapa kamu tidak berusaha untuk menjelaskan nya pada ku dan malah pergi menghilang begitu saja dan membuat ku menderita " Arga berlutut mensejajari Zela yang sedang duduk menekuk lutut nya sendiri dengan isakan tangis yang terdengar memilukan.
Arga telah menyelidiki keluarga Bima setelah dia keluar dari penjara saat itu, tapi dia tidak bisa menemukan keberadaan Zela di mana pun bahkan sampai beberapa tahun berlalu dia tetap tidak bisa menemukan Zela. Dari situ dia mulai menyadari bahwa Zela memang tidak mempunyai hubungan dengan Bima, tapi Arga sadar kalau itu sudah terlambat karena Zela kini tidak ia ketahui keberadaan nya.
Tapi dendam Arga pada Bima bukan hanya mengenai Zela, jauh sebelum dia mengenal Zela Arga sudah menaruh dendam yang sangat besar pada keluarga Wijaya terutama Bima. Dan kekesalan nya pada Zela juga tidak bisa menghilang begitu saja setelah Arga mengalami penyakit yang tidak diketahui apa pengebab dan obat nya walau dia sudah menghabiskan uang yang banyak.
__ADS_1
Setelah kepergian Zela, Arga yang memang pemabuk dan pergaulan nya bebas selalu melampiaskan kekesalan nya dengan mabuk - mabukan dan keluar masuk bar dan diskotik besar yang ada di Bandung. Arga juga beberapa kali menyewa wanita - wanita malam yang di jajakan di sana untuk melampiaskan naf su nya semata.
Tapi entah kenapa setiap dia menyentuh wanita - wanita itu gairah Arga selalu menghilang begitu saja bahkan adik kecil nya selalu melemas sebelum berhasil memasuki mereka. Arga sudah memeriksakan nya pada dokter - dokter yang hebat bahkan sampai ke luar negri tapi hasil nya tetap sama tidak diketahui dan baru kali ini mereka menemukan penyakit seperti itu. Kalau autor bilang itu karma dari autor untuk Arga karena dosa nya pada Zela dan juga Yuki 😅😅
Zela masih tak bergeming dan tetap pada posisi nya saat ini.
" Katakan, kemana saja kau selama ini?" Arga memegang dagu Zela supaya mendongak menatap pada diri nya dan entah kenapa ada sesuatu yang bergejolak saat melihat wajah cantik Zela yang di penuhi oleh air mata itu.
" Sial, kenapa dia bereaksi dengan hanya melihat wajah cantik nya." batin Arga seraya menahan hasrat yang sudah lama tidak ia rasakan selama bertahun - tahun"
" Lepaskan! Jangan kau sentuh aku dengan tangan kotor mu itu" Zela menepis tangan Arga seraya menatap nyalang pada pria yang ada di hadapan nya.
" Ha ha ha" Arga tertawa jahat saat mendengarkan ucapan Zela.
" Apa katamu tadi? Tangan ku kotor, tapi dulu kau sangat suka bila tangan ini menyentuh tubuh mu." Arga tersenyum menyeringai dengan tangan nya yang mrncengkram rahang Zela.
" Lepaskan!" Zela memberontak namun tangan Arga yang tenaga nya jauh di atas Zela dengan sigap mencengkram ke dua tangan Zela dan menarik nya ke atas dan menempelkan nya pada tembok." Apa yang akan kamu lakukan?" Zela berkata dengan tubuh yang bergetar seraya menahan rasa sakit yang menghantam kedua tangan nya. Sungguh Zela sngat takut dengan tatapan dari Arga sekarang, dia mengingat kembali kejadian menyakitkan beberapa puluh tahun yang lalu.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1