
Tak terasa satu bulan telah berlalu dan besok adalah hari yang ditunggu - tunggu oleh semua orang terutama Jay dan Alice. Ya, besok adalah hari pernikahan Alice dan Jay akan di selenggarakan.
Malam ini adalah malam terakhir mereka sebagai pria dan wanita lajang dan akan mengubah status mereka berdua besok pagi. Malam ini juga Jay dan Alice ingin merayakan malam terakhir lajang mereka dengan mengadakan permainan bersama dengan yang lain nya. Bila biasa nya orang akan melepas masa lajang mereka dengan mabuk - mabukan atau berpesta pora maka tidak bagi mereka.
Di sinilah mereka sekarang di sebuah kamar yang sudah di sediakan oleh Nanda untuk mereka melakukan pesta lajang Jay dan Alice. Kamar yang sangat luas dengan tempat tidur besar dan beberapa kursi yang mengitari sebuah meja bundar berukuran sedang.
Kini Fika, Nanda, Jay, Alice, Adzriel, Yuki, Razky dan Nami sedang duduk di atas kursi yang mengitari meja bundar tersebut yang sudah di letakan sebuah botol untuk mereka putar. Ya, mereka memutuskan untuk bermain kejujuran atau tantangan yang sering di sebut trout or dare.
" Aku akan memutar nya duluan" Alice merasa bersemangat untuk memutar botol pertama kali nya.
" Baiklah, cepat putar!" Fika tak kalah bersemangat.
" Semoga bukan aku yang kena" gumam Nami dengan wajah yang tegang.
Botol pun mulai di putar oleh Alice dan botol pun berputar dengan sangat cepat, perlahan laju botol itu mulai melemah dan semakin melemah sampai akhir nya botol itu berhenti dan lubang botol tampak berhenti mengarah pada Nanda
" Kena kau!" Adzriel yang bersorak paling keras saat botol berhenti tepat di hadapan Nanda.
" Ayo cepat katakan! Apa yang kamu pilih, kejujuran atau tantangan?" tanya Jay dengan bersemangat.
" Kalian sangat senang sekali melakukan permainan anak kecil seperti ini" ucap Nanda dengan nada cibiran.
" Ya, kalau ini permainan anak kecil. Berarti akan sangat mudah untuk kakak, iya kan? Jadi cepat katakan kakak mau pilih yang mana!" Fika ikut menimpali.
" Sayang, kamu ikut - ikutan mereka." Nanda memandang Fika dengan puppy eyes nya. " "Baiklah aku pilih tantangan saja" putus Nanda pada akhir nya membuat semua nya bersorak.
" Biar aku yang memberikan tantangan, sudah lama aku ingin mengerjai tuan muda Balendra ini" Adzriel sangat bersemangat.
" Cepat katakan!" Nanda berkata dengan nada menantang.
__ADS_1
" Aku ingin kamu memperlihatkan foto mu saat malam sebelum pernikahan ku dengan Yuki yang ada pada ponsel Fika, aku sangat penasaran ingin melihat nya juga" Adzriel melipat ke dua tangan nya di dada nya. Sedangkan Nanda kini menatap Fika dengan tatapan tajam nya.
" Maaf, aku hanya menceritakan nya pada Yuki. Tapi aku tidak pernah memperlihatkan nya pada siapa pun" Fika memasang puppy eyes nya agar tidak di marahi oleh suami nya itu.
" A aku hanya bercerita pada Adzriel saja kok" Yuki nyengir kuda saat mata tajam Nanda beralih menatap nya. " Ish, kenapa juga kamu malah membahas nya" Yuki mencubit gemas pinggang Adzriel karena kesal membuat Adzriel meringis kesakitan.
" A aw, sakit sayang" Adzriel mengusap pinggang nya yang terasa panas.
" Ish, siapa suruh mulut nya ember" Yuki mendengus kesal. Adzriel hanya bisa menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal melihat sikap Yuki pada nya
" Maaf" ucap Adzriel agar istri nya itu tidak marah lagi pada nya, dia tidak mau kalau nanti diri nya dan sang kura - kura harus berpuasa malam ini.
" Foto? Foto apa maksud mu?" Jay ikut penasaran.
" Aku juga jadi pemasaran, ayo cepat tunujukan! Ingat kamu sudah memilih tantangan. Berarti kamu harus sportif dan melakukan tantangan nya" Razky ikut menimpali.
" Aku juga jadi penasaran dengan foto yang kalian bicarakan" Alice ikut menimpali dengan wajah antusias nya.
" Baiklah permainan tetap lah permainan, aku akan menunjukan nya, kalian boleh tertawa sepuas nya asal jangan ada yang memotret nya apa lagi menyebar luaskan nya. Kalian mengerti!" Nanda berkata dengan nada tak ingin di bantah membuat semua nya menganggukan kepala mereka mantap.
Nanda pun meminta ponsel istri nya dan mulai membuka galeri yang ada di sana, setelah dia menemukan yang dia cari. Dia pun memperlihatkan foto nya yang sedang memakai gaun milik Fika dengan riasan di wajah nya akibat ulah istri nya itu.
Dan benar saja sepersekian detik kemudian tawa semua orang pecah dan seluruh ruangan di penuhi gelak tawa mereka semua kecuali Nanda sendiri tentu nya yang memperlihat kan wajah yang sangat kesal.
" Ha ha ha" semua nya masih tertawa walau sudah lima menit berlalu.
" Apa kalian akan tertawa terus huh, atau kalian akan melanjutkan permainan konyol ini?" Nanda masih dengan wajah kesal nya.
" Fika, bagaimana bisa kamu ngidam seperti ini?" Ucap Alice seraya menghentikan tawa nya.
__ADS_1
" Ya, tuan Nanda terlihat imut" Nami membenarkan kaca mata nya setelah sebelum nya mengusap air mata dari sudut mata nya yang keluar karena tawa nya.
" Aku harus mengakui nya, kamu terlihat sangat cantik bro" Jay berkata dengan nada mengejek nya sambil masih tertawa
" Ish, aku sumpahi nanti istri kalian akan lebih membuat kalian tersiksa saat mengandung nanti" Nanda berkata enteng membuat Razky, Adzriel dan Jay serentak menghentikan tawa mereka dan berubah menjadi wajah panik.
" Ish, lihat wajah kalian! Belum juga istri kalian mengandung wajah kalian sudah panik seperti itu" Fika berkata dengan nada cibiran membuat para pria itu semakin panik saja karena pasangan mereka masing - masing sedang menatap tajam ke arah mereka.
" Ekhem, mari kita lanjutkan permainan nya!" Razky berusaha mengalihkan perhatian para wanita.
" Ya ya, mari kita lanjutkan!" Jay pun mulai memegang botol dan bersiap untuk memutar nya.
Botol pun kembali berputar dan semua mata tampak tertuju pada botol itu dengan perasaan yang sulit untuk di artikan. Botol pun berputar semakin melemah dan melemah sampai akhir nya berhenti tepat menunjuk pada Jay.
Semua nya tampak bersorak seraya tangan mereka yang kompak menujuk pada Jay sedangkan Jay terlihat lesu.
" Baiklah, sekarang katakan! Kamu pilih yang mana?" Alice tampak bersemangat.
" Kamu semangat sekali sayang, kamu ingin aku memilih apa? Katakan!" Jay menatap Alice dengan tatapan menyelidik.
" Aku" Alice ragu untuk mengatakan nya.
" Seperti nya aku tahu, Alice pasti ingin kamu memilih kejujuran. Seperti nya Alice masih ragu pada mu kak" ucap Yuki membuat Jay menatap nya dan kembali menatap Alice.
" Apa itu benar sayang? Katakan apa yang sudah membuat mu ragu hem?" Tanya Jay namun Alice hanya terdiam. "Baiklah aku akan memilih kejujuran, apa yang ingin kamu tanyakan pada ku?" Putus Jay pada akhir nya
" Ayo Al, katakan jangan ragu" Nami menepuk pundak Alice yang kebetulan duduk di samping nya.
" Ya Al, katakan lah! Jangan sampai kamu menyesal. Apa lagi besok kalian sudah mau menikah!" Fika terkekeh saat mengatakan nya. Sedangkan Jay tampak menatap Alice dengan wajah yang cemas.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏