
Semua tampak terdiam dengan fikiran mereka masing - masing setelah Arga menyelesaikan cerita nya.
" Tidak, itu tidak mungkin" Bima tampak menggelengkan kepala nya " Bagaimana bisa ayah tega melakukan hal sekejam itu pada seorang wanita" Bima masih belum percaya atas apa yang di ceritakan oleh Arga barusan.
" Terserah kamu mau percaya atau tidak, aku hanya mengatakan yang sesungguh nya" Arga berkata enteng. " Ayah mu terlalu hebat, bahkan bisa menyembunyikan aib nya sampai akhir hayat nya" ucap Arga dengan nada mencibir.
" Jaga ucapan mu! Walau bagaimana pun dia tetap ayah ku dan jika cerita mu benar, bukankah dia juga ayah mu" Bima berkata dengan nada tinggi.
" Tapi bahkan dia tidak mengetahui keberadaan ku" Arga berbicara dengan nada tak kalah tinggi.
" Sudahlah kalian tidak peelu berdebat, jika ingin tahu kebenaran nya kalian bisa melakukan tes DNA untuk membuktikan nya" Sita menengahi ke dua nya.
" Dan kamu mas Arga, apa beda nya kamu dan pak Wijaya? Kalian sama - sama menelantarkan darah daging kalian tanpa sepengetahuan kalian sendiri, hanya beda nya kamu bisa mengetahui nya sebelum kamu meninggal sedangkan pak Wijaya sampai akhir hayat nya dia tidak tahu tentang keberadaan mu" Zela ikut menimpali dengan berkata ketus pada Arga.
" Kalian bisa lakukan apa pun, aku sama sekali tidak takut" Arga melipat ke dua tangan nya di dada nya. Jujur saja saat ini dalam hati Arga membenarkan perkataan dari Zela, dia fikir kalau ayah nya tahu akan kehadiran nya mungkinkah dia juga akan menerima nya dan menyayangi nya seperti perasaan yang dia rasakan terhadap Yuki saat ini.
Pada akhir nya mereka pun memutuskan untuk melakukan tes DNA pada Bima dan juga Arga. Dan mereka kini tinggal menunggu hasil nya saja.
Sementara di ruangan Yuki tampak Adzriel yang masih setia menemani calon istri nya dan masih setia menggenggam tangan nya.
" Bangun lah sayang! Apa kamu tidak merindukan ku hem?" Adzriel seperti biasa nya selalu mengajak bicara Yuki. " Apa kamu tidak merasa lelah terus menutup mata mu itu, apa kamu tidak mau melihat wajah tampan calon suami mu ini hem" Adzriel sedikit terkekeh saat mengatakan nya namun dengan air mata yang menetes di pipi nya. Adzriel selalu seperti itu dalam dua hari ini selama dia menjaga Yuki yang masih belum sadar dari obat bius pasca oprasi nya.
Adzriel selalu cengeng pada dua hari ini karena tidak tahan dengan apa yang di alami oleh calon istri nya itu.
Ceklek
__ADS_1
Pintu terbuka dari luar, tampak Fika yang masuk menghampiri Adzriel yang sedang mengusap sudut mata nya yang basah karena menangis tadi. Adzriel tidak mau sahabat nya itu melihat nya menangis walaupun Fika juga akan bisa mengerti keadaan nya.
" Tidak usah di hapus Riel, gue juga ngerti kok" Fika pun mendekati ke dua sahabat baik nya itu. Ya , terkadang bila mereka bertiga bersama. Kebiasaan lama mereka yang berbicara dengan menggunakan gue elo akan kembali menghiasi percakapan mereka. " Bagaimana? Apa ada kemajuan?" Fika berdiri di samping Yuki dan membelai kepala sahabat nya itu yang masih setia dengan mata yang terpejam.
"Tumben lo bisa ke sini, suami lo lagi sadar?" Adzriel berkata dengan nada mengejek
" Ish, lo fikir suami gue gila atau pingsan apa pake sadar segala" Fika terkekeh saat mengatakan nya seraya memukul pelan pundak Adzriel yang saat ini sedang duduk di samping nya.
" Ya, suami lo kan kadang - kadang suka gila" Adzriel berdiri dari duduk nya. " Duduk lah! Jangan sampai suami lo ngomel sama gue karena membiarkan istri nya berdiri terlalu lama" Adzriel menarik tubuh Fika agar duduk pada kursi tempat dia duduk tadi.
" Lo bisa aja" Fika terkekeh seraya mendudukan diri nya di atas kursi. " Ki, bangun dong! Lo gak mau ketemu lagi sama kita, apa lo gak mau ikut nurutin ngidam gue" Fika berbicara pada Yuki dengan mata yang sudah berkaca - kaca.
" Oh iya, gimana kabar keponakan gue? Baik kan?" Adzriel baru ingat kalau dia belum pernah menanyakan kabar bayi dalam kandungan Fika secara langsung sejak mereka mendengar kabar menggembirakan itu.
" Ish, sejak kapan seorang Fika jadi cengeng" Adzriel berkata dengan nada mengejek berusaha untuk mencairkan suasana namun air mata nya juga menetes
" Ish, sejak kapan juga seorang Adzriel jadi cengeng" Fika membalas ejekan Adzriel seraya mata mereka sama - sama menangis.
Ke dua nya terlihat saling melempar ejekan satu sama lain sambil mata mereka terus mengeluarkan air mata, jujur saja mereka tidak sanggup melihat keadaan Yuki yang seperti ini. Fika dan Adzriel sama - sama terpukul akan apa yang menimpa Yuki saat ini sehingga mereka sama - sama tidak bisa menahan air mata mereka apa lagi semenjak hamil, Fika lebih sensitif dari biasa nya. Posisi mereka kini Fika duduk di atas kursi sedangkan Adzriel berdiri di samping Fika.
" Lo jelek Fik kalau mewek" Adzriel kembali mencibir Fika.
" Ish, kayak lo ganteng aja! Lo lebih jelek tahu" Fika membalas ejekan Adzriel
" Kalian sama jelek nya tahu" Tiba - tiba terdengar suara lemah dan terbata dari Yuki yang baru saja tersadar dari tidur panjang nya dan mulai membuka mata nya secara perlahan.
__ADS_1
" Yuki"
" Sayang"
Terdengar Fika dan Adzriel memanggil Yuki secara bersamaan seraya lebih mendekatkan diri mereka pada Yuki.
" Syukurlah, kamu sudah sadar sayang" Adzriel menciumi wajah Yuki di beberapa tempat.
Yuki tampak menerima apa yang di lakukan Adzriel pada nya, dalam hati nya dia merasa senang karena di cintai oleh pria yang seperti Adzriel. Fika juga tampak tersenyum bahagia seraya mencium tangan Yuki, Fika sangat bersyukur dalan hati nya.
" Aku akan panggilkan dokter" Fika langsung berdiri dari duduk nya dan melangkah menuju pintu ke luar " Dokter, dokter" Fika berteriak dengan keras memanggil dokter agar segera masuk ke dalam ruangan Yuki.
" Ada apa ? Apa yang terjadi?" Nanda tampak mendekati istri nya itu. Begitu pun Zela dan yang lain nya yang merasa penasaran dengan apa yang terjadi.
" Yuki sudah sadar" Fika menjawab pertanyaan semua orang. Semuanya tampak mengucap syukur pada Tuhan yang maha kuasa karena telah mengabulkan do'a - do'a mereka.
Tak lama dokter Erik tampak masuk ke dalam ruangan Yuki dan Adzriel pun keluar karena Yuki akan di periksa lebih lanjut keadaan nya. Setelah menghabiskan waktu beberapa lama, akhir nya dokter Erik pun mengelesaikan pekerjaan nya dan ke luar dari ruangan tempat Yuki berada.
" Bagaimana dok?" Zela tampak yang pertama menanyai dokter dan yang lain mengikuti nya.
" Keadaan nona Yuki sudah stabil, nona Yuki tinggal memulihkan kondisi tubuh nya saja. Kalian sekarang boleh masuk, tapi ingat jangan terlalu banyak orang! Tetap bergantian" Dokter Erik tampak menjelaskan.
" Terima kasih dok" Semua tampak senang dan lega saat mendengar penjelasan dari dokter.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1