
Keesokan hari nya Ara yang sudah terbiasa bekerja keras, kini sedang berjualan kue yang dia buat sendiri di sekitar sebuah komplek perumahan yang lumayan elit. Ara berjualan di belakang komplek itu karena tidak sembarang orang apa lagi penjual kue seperti Ara bisa masuk ke komplek elit itu. Sebenar nya saat ini Ara merasa tidak enak badan, sejak pagi tadi kepala nya pusing dan tubuh nya lemas. Wajah Ara juga terlihat pucat, namun Ara tidak sempat untuk beristirahat karena dia harus mencari uang untuk menghidupi kehidupan nya dan putra nya Arga.
" Bu, beli kue nya ya" Disaat ara sedang berjalan tiba - tiba seorang anak laki - laki yang tampak seumuran dengan Arga menghentikan langkah Ara.
" Iya dek, mau berapa?" Ara bertanya dengan ramah pada anak laki - laki itu.
" Semuanya bu, apa boleh?" Anak laki - laki itu tersenyum menampilakan deretan gigi nya yang terlihat rapi.
" Semua? Apa adek yakin?" Ara memastikan.
" Ya, seperti nya semua nya enak dan ibu seperti nya kelelahan. Jadi lebih baik aku beli dagangan ibu semua nya agar ibu bisa pulang dan beristirahat" Anak itu kembali tersenyum pada Ara membuat hati Ara tersentuh dengan kebaikan anak kecil itu.
Pada akhir nya Ara bisa pulang lebih awal dengan membawa uang yang cukup banyak dari anak kecil yang memborong dagangan nya. Anak itu bukan hanya membayar kue nya saja, tapi dia juga memberikan uang lebih untuk Ara. Ara juga sempat menanyakan nama anak itu yang ternyata bernama Bima, dan Ara juga sempat menyebutkan nama nya pada anak itu.
Ara memang merasa sangat lelah hari ini. Tapi Ara tidak bisa hanya diam saja di rumah nya karena dia punya tanggung jawab terhadap putra semata wayang nya.
Namun naas nya saat Ara sedang berjalan, tiba - tiba Ara merasa pusing, Ara terlihat memegang kepala nya sendiri seraya terus melangkahkan kaki nya dan tanpa sadar berjalan ke tengah jalan dan menghampiri sebuah truk besar yang melaju ke arah nya dengan kecepatan tinggi.
Duak
__ADS_1
Duar
Brak
Truk itu tampak menghantam tubuh Ara dengan sangat keras sehingga tubuh Ara terpental jauh dari tempat nya semula dan berguling - guling beberapa kali di tengah jalan dengan keadaan yang mengenaskan. Bima yang belum beranjak dari sana tampak membulatkan bola mata nya melihat pedagang kue yang baru saja dia tolong mengalami kecelakaan yang mengenaskan. Bima tadi nya ingin menghampiri Ara yang masih tergeletak di atas aspal dengan keadaan yang mengenaskan itu tapi seseorang yang tak lain adalah ibu nya menghampiri Bima dan langsung membawanya menjauh dari tempat itu karena Ningrum khawatir dengan keadaan fsikologis anak nya itu setelah melihat kejadian yang mengerikan itu.
Semua nya tampak mengerumuni tubuh Ara yang tergeletak dengan keadaan mengerikan dan sudah tanpa nyawa. Orang - orang bilang kalau Ara melakukan tindakan bunuh diri karena ada yang melihat Ara berjalan ke tengah jalan ke arah truk yang sedang melaju kencang sehingga semua nya mengatakan kalau itu adalah tindakan bunuh diri tanpa tahu hal yang sebenar nya terjadi.
Di sisi lain Arga yang baru pulang dari sekolah memutuskan untuk pulang dan menemui tante Ina dan menanyakan perihal ayah kandung nya karena Arga yakin kalau dia menanyakan hal itu pada ibu nya, Ara pasti tidak akan menjawab nya.
Namun belum juga Arga menemui Ina, Arga di kejutkan oleh orang - orang yang berkerumun di rumah kontrakan nya.
" Arga, kemari lah! Kamu yang sabar ya!" Ina yang melihat Arga datang langsung memeluk anak laki - laki itu.
" Ada apa tante? Apa yang terjadi? Dimana ibu?" Arga sedah merasa ada yang aneh dengan sikap semua orang yang menatap iba pada nya dan Ina yang menangis sambil memeluk nya
" Kamu yang kuat ya!" Ina menatap Arga dengan iba. " Ikut tante!" Ina pun menuntun Arga untuk menemui jasad Ara yang sudah di baringkan di dalam rumah nya dengan kain batik yang menutup seluruh tubuh nya.
" Itu siapa tante? Kenapa ada di rumah ku?" Arga sudah mengeluarkan air mata nya saat melihat jasad itu namun hati nya berusaha untuk menepis fikiran buruk nya.
__ADS_1
" Itu ibu mu nak, dia sudah meninggal" Ina tampak ragu saat mengatakan nya.
" Tidak tante, tante bohong kan?" Arga menggeleng kan kepala nya dengan air mata yang sudah mengalir deras di pipi nya.
" Maaf" hanya itu kata yang mampu Ina ucapkan.
Tak menunggu lama Arga pun berlari menghampiri jasad yang sedang terbujur kaku di dalam rumah nya. Arga dengan tangan dan tubuh yang bergetar menyingkab kain penutup nya dan tubuh nya seketika lemas dengan mata yang membulat sempurna dan air mata yang semakin menderas keluar dari mata nya saat melihat wajah ibu yang selama hidup nya bersama nya dan menjadi orang satu - satu nya yang dia punya kini sudah pergi untuk selama - lama nya.
" Ibuuuu jangan tinggalkam aku buu!" Arga menangis sejadi - jadi nya sambil memeluk jasad ibu nya. Lama Arga seperti itu sampai warga membawa nya untuk di kebumi kan.
Dua hari Arga tinggal di rumah itu sendirian sampai Ina membawa nya untuk ia titip kan di sebuah panti asuhan. Ina tidak mungkin membawa Arga tinggal bersama nya karena dia mempunyai suami yang sangat galak dan terkadang bersikap kejam kepada nya. Jadi Ina tidak mau mengambil resiko untuk Arga, dia tidak mau Arga terkena amukan suami nya. Ina juga tidak mungkin membayar kontrakan yang Arga tempati karena dia tidak mempunyai cukup uang untuk itu.
Sebelum Ina meninggalkan Arga di panti asuhan Ina sempat menceritakan tentang ayah kandung nya yang bahkan tidak tahu keberadaan nya karena Ara menyembunyikan nya dari nya karena tidak ingin mengganggu kehidupan keluarga ayah nya itu. Ina juga menceritakan pada Arga bagaimana Ara bisa bertemu dengan Wijaya dan melahirkan Arga, dan Ina juga sempat mengajak Arga melihat Wijaya yang sedang berkumpul bersama dengan istri dan anak laki - laki nya yang terlihat bahagia dan itu membuat hati Arga sangat sakit dan Arga bertekad akan membenci keluarga itu dan akan menghancurkan keluarga itu secara perlahan karena dia ingin keluarga Wijaya juga merasakan apa yang di rasakan oleh nya dan juga ibu nya.
Apa lagi Arga mendengar dari Ina kalau ibu nya menabrakan diri nya sendiri pada sebuah truk dan sudah di pastikan alasan Ara melakukan hal itu karena tertekan akan kesulitan yang selama ini dia alami dan sudah di pastikan semua nya karena keluarga Wijaya karena awal mula penderitaan ibu nya adalah pertemuan nya dengan Wijaya, pria yang merupakan ayah kandung dari Arga dan pria yang sudah menghancurkan kehidupan Ara.
Flash back off
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1