
" Apa kamu sudah puas sayang?" Nanda bertanya dengan lembut pada istri nya yang sedang asyik memotret diri nya dengan ponsel yang dia pegang.
" Sudah, terima kasih daddy" Fika tersenyum manis ke arah suami nya yang saat ini terlihat seperti banci kaleng.
" Baiklah aku akan membersihkan diri dulu, dan kamu sayang bersiaplah! Malam ini kamu harus membayar ini dua kali lipat dari biasa nya, karena aku juga sudah bekerja keras memenuhi keinginan mu" Nanda mengerlingkan mata nya seraya tersenyum nakal pada istri nya itu sebelum masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
" Apa tadi dia bilang? Dua kali lipat" Fika mengacungkan dua jari nya seraya tersenyum miris menatap ke dua jari nya. Sudah di pastikan kalau malam ini Fika tidak akan bisa tidur karena maksud dari Nanda dua kali lipat itu berarti lebih dari dua ronde karena setiap malam nya saja mereka melakukan lebih dari satu ronde.
Sementara Fika dan Nanda akan melewati malam panjang mereka, berbeda lagi dengan pasangan calon pengantin besok. Kedua nya tampak sama - sama memandang ponsel yang ada di tangan mereka di kamar dan rumah mereka masing - masing sambil sesekali tersenyum dan mengetikan sesuatu.
" Aku sudah tidak sabar ingin cepat besok" Adzriel menatap langit - langit kamar nya setelah dia menutup chat bersama dengan calon istri nya di ponsel nya.
Tak lama setelah itu Adzriel pun menutup mata nya dan terlelap dalam tidur nya karena jam juga sudah menunjukan pukul sebelas malam. Begitu pun Yuki , dia juga tampak terlelap dalam tidur nya tak lama setelah dia menyimpan ponsel nya.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Keesokan hari nya di Balendra hotel tepat nya kamar yang di sediakan untuk merias pengantin wanita, tampak Yuki yang baru saja selesai dirias sedang berdiri mematut diri nya sendiri di depan cermin. MUA yang merias Yuki baru saja meninggalkan kamar itu untuk melihat suasana di luar.
Ceklek
Pintu kamar terbuka dan ternyata Fika, Nami dan Alice yang datang sudah mengenakan gaun brides mide mereka dengan riasan wajah yang mempercantik penampilan mereka.
Bila pada pesta pernikahan Fika dulu gaun mereka berwarna hijau mint, maka pada pernikahan Yuki kali ini berwarna gold dan juga perak. Karena bila dulu Fika hanya resepsi saja sedangkan Yuki akan ijab kabul di hari yang sama. Pagi hari nya mereka mengenakan gaun berwarna perak dan Yuki memakai setelan kebaya berwarna perak dengan kain batik berwarna gold dan untuk pesta resepsi nanti malam mereka akan mengenakan gaun berwarna gold.
" Wah, cantik sekali pengantin kita ini" Alice tampak menghampiri Yuki dengan wajah yang berbinar
__ADS_1
" Ya, kamu benar Yuki sangat cantik" wajah Nami tak kalah berbinar dari wajah Alice.
" Apa kamu tegang?" Fika memegang tangan Yuki yang terasa dingin dan berkeringat.
" Apa sangat terlihat?" Yuki tersenyum canggung pada semua nya.
" Ya, tapi kalau aku pasti akan tegang juga saat hari pernikahan ku dengan Jay" Alice terkekeh geli saat mengatakan nya.
" Aku mungkin lebih tegang dari mu" Nami ikut menimpali seraya ikut terkekeh.
" Ck, aku jadi iri pada kalian" Fika merubah raut wajah nya menjadi sendu mengingat pernikahan nya dulu dengan Nanda yang secara mendadak di balai warga tempat dia mengontrak dulu karena di grebeg masa. Tidak ada perasaan gugup yang ada hanya perasaan malu, marah dan juga kesal pada keadaan yang ada.
" Ish, jangan bersedih dong bumil! Ini hari bahagia gue loh" Yuki pun memeluk sahabat sekaligus saudara sepupu nya itu dengan sayang, Yuki mengerti apa yang di rasakan oleh Fika saat ini mengingat bagaimana acara ijab qobul yang di jalani oleh Fika dan Nanda saat itu.
" Ya, dan yang lebih penting lagi sekarang Nanda sangat bucin pada mu" Alice terkekeh seraya ikut memeluk mereka.
Sementara di kamar lain nya tepat nya di kamar mempelai pria, Adzriel tampak sedang duduk gelisah seraya menghosokan ke dua telapak tangan nya satu sama lain.
" Kenapa aku jadi gugup begini" Adzriel menggerakan kaki nya dengan gelisah.
Ceklek
Pintu kamar terbuka dan kalian pasti tahu siapa yang datang, tentu saja Nanda, Jay, Afkha, dan juga Razky bahkan Andra juga terlihat ikut bersama dengan mereka. Dan sudah di pastikan keluarga Fika dan Nanda yang dari Bandung juga sudah datang di hotel itu.
" Calon pengantin pria kita seperti nya sangat gugup" Nanda mendekat dengan gaya cool nya seraya berbicara dengan nada mencibir nya.
__ADS_1
" Ya, jangan sampai dia salah ucap saja saat ijab qobul nanti" Jay ikut mencibir.
" Ish, kakak - kakak ini jangan membuat dia semakin gugup dong!" Afkha terdengar membela Adzriel membuat Adzriel mengembangkan senguman nya namun sepersekian detik kemudian " Aku takut kak Adzriel pingsan dan aku yang harus menggantikan nya" Afkha tergelak dengan ucapan nya sendiri.
" Dasar kampret" Adzriel melempari Afkha dengan kertas yang kebetulan ada di dekat nya.
" Ish, aku juga siap menghantikan kak Adzriel kalau kak Adzriel pingsan karena gugup" Andra ikut mengejek Adzriel.
" Enak saja mau menggantikan ku, dasar kalian anak kecil" Adzriel mendengus kesal.
" Hey bocah tengik, awas saja kalau kau membuat adik ku menangis. Kamu akan berhadapan dengan ku" Razky mendekati calon adik ipar nya itu.
" Tenang saja bang, aku tidak akan membiarkan Yuki mengeluarkan air mata nya sedikit pun saat dia sedang bersama ku" ucap Adzriel mantap.
" Apa kamu yakin? Itu berarti kamu tidak akan melakukan malam pertama dengan nya, begitu?" Nanda menaikan sebelah alis nya.
" Apa maksud mu? Tentu saja itu tidak akan dia lewatkan" Jay yang menjawab nya dengan diiringi gelak tawa dari semua nya.
" Ish, setiap gadis pasti akan menitikan air mata nya di malam pertama mereka. Fika juga seperti itu, dan kamu bilang kamu tidak akan membiarkan itu terjadi" Nanda mengulum senyum di bibir nya saat melihat raut wajah Adzriel yang berubah.
" Kalau seperti itu, aku tarik kembali kata - kata ku ya bang. Aku tidak mungkin melewatkan malam pertama ku" Adzriel mengerucutkan bibir nya. " Jadikan itu pengecualian ya bang!" Adzriel menatap Razky dengan tatapan memohon sedangkan Razky sedang bersusah payah menahan tawa nya sesaat setelah mendengarkan ucapan Nanda tadi
" Tidak!" Razky memalingkan wajah nya. Jujur saja dia sudah sangat tidak tahan ingin tertawa , apa lagi saat melihat wajah panik Adzriel saat ini. Dan sepersekian detik kemudian benar saja tawa Razky pecah di iringi gelak tawa semua orang kecuali Adzriel yang memberengut kesal.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1