Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )

Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )
Bab 40


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu dan akhir nya hari yang ditunggu oleh Yuki pun tiba, hari di mana hari ini Zela akan kembali ke Jakarta untuk menetap di sana.


Hari ini di rumah Yuki sangat sibuk karena selain akan menyambut kembali nya Zela, mereka juga akan menyambut kedatangan Adzriel dan keluarga nya yang akan meresmikan hubungan mereka dan menentukan tanggal pernikahan mereka.


" Ka Razky kemana bun, ko gak ada? Bukankah kita udah sepakat buat libur kerja hari ini. " Yuki baru keluar dari kamar nya dan langsung menuju dapur untuk membantu bunda nya menyipakan makanan untuk menjamu tamu mereka nanti.


" Kata nya sih, mau jemput seseorang. Sekalian mau dikenalin sama bunda dan ayah kata nya" Dita masih fokus pada kegiatan nya.


" Bang Razky jadi bawa Nami kesini" Yuki merasa senang karena akhir nya abang nya punya pacar juga dan yang lebih membuat Yuki senang karena ternyata yang disukai abang nya itu adalah Nami. Walaupun Yuki baru mengenal Nami beberapa bulan saja tapi Yuki yakin kalau Nami adalah gadis yang sangat baik terbukti dia selalu membantu mereka saat mereka membantu Fika untuk membalas perbuatan paman dan bibi Fika yang saat itu masih jahat.


" Kamu kenal?" Dita mengerutkan dahi nya menatap Yuki yang ternyata sudah kenal dengan gadis yang pernah diceritakan oleh putra nya.


" Ya, Nami teman sekantor Fika bun. Dia bekerja di Balendra Corp sebagai wakil direktur keuangan di sana" Yuki memulai mengambil alat - alat membuat kue yang dia punya dari dalam rak gantung yang ada di sana.


" Hebat ya, masih muda sudah punya jabatan." Dita tampak memuji " Dia pasti gadis yang berkelas dan tipe gadis yang suka kemewahan, apa akan cocok dengan keluarga kita yang sederhana?" Dita tampak sendu


" Bunda salah, nanti kalau bunda lihat Nami. Bunda pasti suka, Nami itu gadis polos yang sederhana. Mempunyai jabatan tinggi seperti itu tidak membuat dia menjadi sombong dan berpenampilan seperti wanita sosialita. Dia gadis yang sangat sederhana" Yuki berbicara seraya membayangkan penampilan Nami yang jauh dari kata berkelas.


" Masa sih" Dita masih tidak percaya akan apa yang di katakan Yuki pada nya.


" Nanti bunda lihat aja sendiri" ucap Yuki pada akhir nya seraya tangan nya mulai menyiapkan bahan - bahan kue yang akan dia gunakan.


" Kamu mau buat apa Ki?"


" Kue sederhana aja bun, beberapa kue kering dan brownies kukus kayak nya cocok deh buat suguhan nanti"


" Bunda setuju"

__ADS_1


Dita dan Yuki terlihat sibuk dengan pekerjaan mereka masing - masing. Dita yang membuat menu makanan berat dan Yuki membuat kue untuk suguhan. Acara nya memang malam nanti namun karena mereka akan memasak sendiri, jadi mereka memasak nya sejak pagi hari apalagi Zela diperkirakan akan sampai di Jakarta pada pukul 3 sore dan mereka berencana untuk menjemput Zela di sana jadi mereka ingin semua siap sebelum mereka pergi ke bandara.


" Assalu'alaikum bun"


Ketika sedang sibuk di dapur tiba - tiba terdengar suara Razky yang sudah pulang yang mengucapkan salam


" Walaikum sallam" Jawab Dita dan Yuki bersamaan. " Itu abang udah pulang bun" Yuki tampak berbinar dan buru - buru mencuci tangan nya untuk menyambut kedatangan abang dan calon kakak ipar nya.


" Nami, kamu datang" Yuki berteriak senang saat dia di ambang pintu yang mengghubungkan ruang tamu dan ruang tengah rumah nya. " Aku senang kau datang" Yuki berlari memeluk calon kakak ipar nya itu.


" Ya, aku juga senang bisa di undang di acara spesial mu. By the way, selamat ya semoga lancar sampai hari nya dan kamu akan selalu bahagia bersama Adzriel" Nami membalas pelukan Yuki.


" Ish, ada yang baru, lupa yang lama" Razky berbicara dengan nada mengejek.


" Ya iyalah, bosen sama abang mulu. Lagian kalau ngobrol sesama cewek lebih enak" Yuki melengos pergi dengan menarik tangan Nami yang pasrah ditarik oleh Yuki.


" Bun, ini kenalin pacar nya bang Razky" Yuki tersenyum senang mengenalkan Nami pada Dita yang baru akan menemui mereka diruang tengah.


" Ki itu dialog abang lo" Razky yang menyusul dari belakang tampak berwajah kesal


" Ish abang pelit, ngenalin Nami aja gak boleh" Yuki mengerucutkan bibir nya


" Selamat pagi bunda, apa kabar" Nami tidak menghiraukan perdebatan kakak beradik itu dan memilih untuk menyapa Dita dan mencium tangan calon mertua nya itu.


" Pagi, kabar bunda baik sayang. Kamu bagaimana?" Dita membalas tak kalah ramah


" Alhamdulillah baik" Nami tersenyum manis seraya membenarkan kaca mata nya yang melorot

__ADS_1


" Benar kata Yuki, Nami orang nya sederhana dan cantik" batin Dita menelisik penampilan Nami yang kini mengenakan celana jeans dengan atasan kaos yang dipadukan dengan kardigan berwarna coklat terlihat sangat manis dan jangan lupakan kaca mata tebal yang dia gunakan membuat kesan berkelas sangay jauh dari diri Nami.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sementara dirumah Adzriel tepat nya di ruang kerja Adzriel tampak Afkha yang sedang memberikan sebuah map berwarna merah pada Adzriel.


" Apa kamu berhasil menyelidiki nya?" Adzriel tampak melipat kedua tangan nya di atas meja dengan wajah yang serius.


" Ya, aku sempat kesulitan mencari tahu karena ternyata banyak pemain dari dunia bawah yang terlibat di perusahaan itu. Dan ternyata sudah banyak perusahaan di Bandung yang menjadi korban mereka sehingga mereka kesulitan mendapatkan klien baru di kota itu dan membuat mereka memindahkan induk perusahaan ini ke Jakarta." Afkha menjelaskan


" Lalu , apa lagi yang kau dapat?" Adzriel masih terlihat serius mendengarkan


" Satu lagi, perusahaan mereka ternyata hanya kedok saja karena bisnis mereka yang sebenar nya adalah perdagangan minuman keras dan obat terlarang juga barang - barang ilegal lain nya yang mereka perjual belikan bahkan kadang juga mereka menjual orang khusus nya wanita. Mereka biasa menjual para wanita ke tempat hiburan malam yang ada diseluruh Indonesia."


" Apa kau yakin?" Adzriel mengangkat sebelah alis nya.


" Aku yakin, ini aku dapatkan dari informan terpercaya. Dan satu lagi, seperti nya dalang di balik semua ini adalah orang yang pernah berhubungan dengan keluarga Wijaya" Afkha menunjukan sebuah foto dimana ada dua orang paruh baya yang sedang tampak bernegosiasi di sebuah gudang yang sangat tua dan Adzriel tahu persis siapa salah satu pria di dalam nya.


" Om Bisma" Adzriel tampak membulatkan bola mata nya saat melihat foto yang ada di tangan nya " lalu siapa pria yang satu nya?" Adzriel mendongakan wajah nya menatap Afkha


" Arga Putra Atmaja, CEO Atmaja Group" jawab Afkha


" Seperti nya aku harus menanyakan hal ini pada Fika dan Nanda" Adzriel memijat pangkal hidung nya yang terasa betdenyut.


Adzriel lumayan pusing dengan urusan Atmaja Group ini karena selama satu minggu ini Adzriel selalu di ganggu oleh orang - orang dari sana yang mendesak nya untuk meanandatangani kontrak kerja yang mereka ajukan. Namun Adzriel tidak mau gegabah dalam hal ini, dia harus tahu pasti segala tentang perusahaan itu.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2