
" Jadi apa yang ingin ayah bicarakan?" Nanda terdengar membuka suara nya saat semua nya sudah berkumpul di ruang tamu rumah Dita yang tidak luas itu. Semua nya tadi sudah saling bercengkrama satu sama lain dan bergiliran menyambut kedatangan Yuki kembali dari rumah sakit.
" Ya, ayah katakan lah!" Fika ikut menimpali.
Bima tampak masih ragu untuk mengatakan apa yang akan dia sampaikan. Bima kini sedang memegang sebuah kertas yang dia dapatkan dari rumah sakit. Ya itu adalah hasil DNA yang baru saja keluar pagi itu. Sita tampak memegang pundak Bima dan menganggukan kepala nya memberi semangat untuk suami nya itu. Kemarin Bima juga sempat menelfon Bisma adik nya dan menceritakan apa yang dia dengar dari Arga. Bisma awal nya merasa marah dan menyangkal apa yang di ceritakan Arga pada Bima. Namun setelah Bima memberikan penjelasan pada adik nya itu akhir nya Bisma mau mengerti dan Bisma juga akan mau menerima Arga sebagai saudara nya bila memang itu benar. Dan sekarang lah saat nya semua untuk mengetahui kebenaran nya.
" Ayah hanya ingin menunjukan ini pada kalian" Bima memperlihatkan kertas itu pada semua orang dan semua nya tampak melihat dengan dahi mengkerut. Mereka tahu kertas apa itu, tapi mereka tidak tahu maksud dari Bima menunjukan ini pada mereka semua. Sebagian dari mereka belum mengetahui tentang kisah yang di ceritakan Arga saat itu karena hanya ada beberapa orang yang mendengarkan nya.
" Apa ini?" Yuki yang belum tahu mengenai hal itu pun tampak menatap Bima dengan dahi yang mengkerut.
"Seperti yang kamu lihat, ternyata papa mu itu adalah kakak kandung om dan om Bisma" Bima berkata santai.
" Apa? Bagaimana bisa om?" Yuki tentu saja kaget atas apa yang dia dengar saat ini.
" Biar papa yang ceritakan!" Arga pun mulai menceritakan semua nya pada semua orang yang ada di sana. Semua nya tampak menyimak cerita Arga dengan wajah yang serius dan sesekali menunjukan wajah terkejut mereka.
" Jadi, ayah dan papa nya Yuki benar - benar bersaudara?" Fika masih merasa belum percaya bahwa kakek nya dulu pernah melakukan kesalahan yang sangat besar seperti itu.
" Ya sayang, pak Arga adalah uwak mu" Sita yang menjawab.
" Dan itu berarti Yuki adalah kakak sepupu mu sayang" Nanda ikut menimpali.
" Ya, aku senang mempunyai saudara seperti mu" Fika pun memeluk Yuki yang saat ini duduk di samping nya.
" Aku juga sangat senang" Yuki membalas pelukan dari Fika dengan senyum yang mengembang di bibir nya.
__ADS_1
" Apa aku boleh ikut memeluk kalian? Aku juga ikut bahagia dengan kabar bahagia ini" Alice yang duduk di sebelah Fika ikut memeluk Fika dan Yuki setelah ke dua nya menganggukan kepala mereka. Begitu pun Nami yang duduk di samping Yuki juga ikut memeluk mereka.
" Aku tidak menyangka bahwa nasib anda dan nasib ku sama, sama - sama tidak di ketahui keberadaan nya oleh ayah kandung sendiri." Yuki berkata dengan wajah yang terlihat sendu setelah melepaskan pelukan nya dari Fika dan yang lain nya.
" Maaf" Lagi - lagi hanya kata itu yang mampu Arga ucapkan. Ada begitu banyak penyesalan yang ada dalam hati Arga saat ini.
" Ki, apa sebaik nya kamu memaafkan papa mu sekarang? Aku fikir papa mu sudah menyesali semua nya" Fika tampak ragu saat mengatakan nya.
" Maaf, tapi aku juga berfikir seperti itu" Nami ikut memberanikan diri untuk berbicara.
" Ya, ayah rasa juga begitu" Rafa menganggukan kepala nya setuju begitu pun Dita.
" Abang hanya bisa berkata, kamu tahu apa yang terbaik dan kamu bisa memutus kan segala sesuatu dengan bijak" Razky ikut menimpali.
Zela terdiam memandang wajah Yuki dan menunggu apa yang akan di katakan oleh putri nya saat ini. Jujur saja Zela juga tidak bisa menghalangi putri nya untuk mendapatkan kasih sayang dari papa kandung nya. Tapi Zela juga masih belum bisa memaafkan mantan suami nya itu apa lagi setelah apa yang sudah di lakukan Arga pada nya.
" Tidak apa - apa, papa akan menunggu sampai kamu dan mama mu memaafkan papa dan papa akan melakukan apa pun demi itu" Arga tidak bisa memaksa putri nya itu untuk memaafkan dan menerima nya sebagai papa nya.
" Tanya hati mu, apa yang sebenar nya kamu inginkan" Adzriel memegang ke dua pundak Yuki dari belakang nya.
Yuki pun mendongak dan menolehkan kepala nya "terima kasih" Yuki tersenyum pada calon suami nya itu.
" Aku akan memaafkan papa, asal papa berjanji tidak akan melakukan kesalahan lagi." Yuki tersenyum tulus pada Arga
" Benarkah? Terima kasih nak" mata Arga tampak berkaca - kaca saat mendengarkan putri semata wayang nya memanggil nya dengan sebutan papa untuk pertama kali nya. " Papa berjanji akan menjadi manusia yang lebih baik lagi untuk mu dan mama mu" Arga pun langsung memeluk putri nya itu dengan sesekali mencium puncak kepala Yuki dengan lembut. Yuki tersenyum bahagia dan juga lega dalam dekapan papa kandung nya itu.
__ADS_1
Semua orang yang berada di sana tampak melihat pemandangan itu dengan rasa haru. Akhir nya Yuki bisa berkumpul kembali bersama dengan ke dua orang tua nya setelah sekian lama mereka terpisah.
" Aku ingin papa menjadi wali nikah ku di hari pernikahan ku besok lusa" Yuki berkata setelah mereka melepaskan pelukan mereka.
" Pasti sayang, itu pasti. Papa harap kamu akan hidup bahagia" Arga menyeka air mata yang sudah mengalir dari pelupuk mata nya
Di hari itu semua tampak berbahagia karena akhir nya Yuki pulang dari rumah sakit dan bisa berkumpul dengan keluarga dan teman - teman nya. Walaupun Zela masih belum bisa memafkan Arga sepenuh nya.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Keesokan hari nya, Yuki tampak sarapan dengan Zela, Dita, Rafa dan Razky seperti biasa nya. Hari ini Yuki akan beristirahat di rumah dan bersiap untuk besok, karena besok adalah hari yang ditunggu - tunggu oleh semua orang.
" Bang, hari ini masih kerja?" Yuki meminum susu yang ada di hadapan nya.
" Ya, ada pertemuan penting dengan sebuah perusahaan periklanan yang akan bekerja sama dengan perusahaan mama Zela" Razky menyuapkan makanan ke dalam mulut nya.
" Oh iya ya, bukankah perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaan kita itu adalah salah satu anak cabang Saputra Corp ya" ucap Zela.
" Benarkah? Kok aku baru tahu ya ma" Razky tampak berfikir.
" Jadi kamu belum tahu?" Tanya Zela dan Razky pun menggelengkan kepala nya. " Mama dengar pemimpin nya sedikit arogan walau usia nya sudah tidak muda lagi, jadi kamu harus hati - hati dalam berucap!" Zela memberikan nasihat nya.
" Baiklah ma, aku akan hati - hati" Razky mengangguk mantap.
" Abang yang semangat ya!" Yuki mengangkat kepalan tangan nya memberi semangat pada abang nya yang sudah akan berangkat untuk bekerja.
__ADS_1
" Semangat" Razky melakukan hal yang sama dan setelah itu dia pun pergi setelah mencium tangan ke tiga orang tua nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏