
" Mas Arga ternyata mau melakukan nya, padahal aku sudah asal bicara agar dia menyerah pada ku" batin Zela seraya menatap tak percaya pada panggung pertunjukan yang kini ada mantan suami nya yang sedang dengan lincah nya menggerakan badan nya dengan tidak beraturan.
" Apa yang sedang papa dan yang lain nya lakukan di sana?" Yuki bertanya pada Zela dengan wajah yang sama dengan apa yang Zela tunjukan.
" Entah lah sayang, mungkin ini hadiah pernikahan dari mereka untuk kalian" bohong Zela karena dalam hati nya dia tahu persis kenapa papa Yuki itu melakukan hal seperti itu.
" Kenapa hadiah nya begitu aneh?" Yuki menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
" Sudah lah sayang, mungkin papa ingin memberikan apa yang tidak bisa kita lupakan seumur hidup kita" Adzriel mengulum senyum di bibir nya. Jujur saja ini terlihat sangat lucu di mata nya.
Kalian bisa bayangkan sendiri bagaimana lima pria paruh baya tampak bersusah payah menggerakan tangan , kaki dan seluruh tubuh nya dengan lincah namun tidak beraturan dan tanpa kekompakan.
" Mungkin kamu benar" Yuki menganggukan kepala nya.
" Sedang apa ayah di sana, aduh memalukan sekali. Lihatlah gerakan nya, nanti pasti dia tidak akan bisa tidur karena encok nya kumat" Dita bergumam sendiri dengan wajah yang sudah merona karena malu.
" Mas Bisma juga ada di sana, tapi mereka lumayan keren juga" Anggi malah terlihat mengagumi suami nya.
" Mas Bima juga kenapa ikut - ikutan, lihat lah wajah mereka yang datar! Sama sekali tidak cocok dengan gerakan yang mereka lakukan saat ini" Sita menutup wajah nya sendiri dengan telapak tangan nya.
Sementara Zela dan lain nya merasa heran dan malu dengan apa yang dilakukan para suami nya, para tamu undangan yang lain terlihat bersorak dan bertepuk tangan menikmati pertunjukan yang di lakukan oleh Arga dan yang lain nya walau pun gerakan mereka jauh dari kata teratur dan kompak. Ya , gerakan mereka terlihat sangat kacau. Musik ke mana gerakan kemana dan mereka pun beberapa kali saling bertabrakan saking kacau nya gerakan yang mereka lakukan.
" Apa yang ayah sedang lakukan di sana kak?" Fika yang duduk tak jauh dari pelaminan Yuki juga tampak bingung dengan apa yang dilakukan oleh ayah dan para om nya itu.
__ADS_1
" Mereka mungkin ingin membuat acara ini berkesan dan tidak mudah untuk di lupakan" Jawab Nanda enteng dengan wajah yang biasa saja karena dia sudah tahu apa yang akan di lakukan para ayah itu, apa lagi pakaian yang mereka pakai adalah pakaian yang tadi di siapkan oleh nya atas permintaan om Danu dan mertua nya.
" Apa mungkin ya" Fika mengangguk - anggukan kepala nya namun masih dengan wajah yang tampak berfikir.
" Aih, ayah sangat memalukan sekali" Razky menepuk kening nya sendiri dengan wajah yang sudah memerah karena keluarga Nami juga sedang menyaksikan pertunjukan.
" Tidak kok, ayah Rafa keren. Ayo ayah, semangat!" Nami berteriak memberi semangat pada calon mertua nya itu.
" Itu ayah mu? Wah masih sangat bersemangat ya" Siska terkekeh saat mengatakan nya. Sedangkan Wandi hanya melihat tanpa berkomentar.
" Yuhu, om - om semua nya semangat!" Alice bersorak memberikan semangat nya.
" Ya, kalian yang semangat!" Anika dan Anita ikut bersorak sedangkan Jay dan Davian tampak menatap ke arah panggung dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
" Wow, kalian hebat sekali! Bapak - bapak ini sangat enerjik ya, kalian setuju?" Ucap mc yang memandu acara itu.
" Yaaaa!" Suara para tamu terdengar riuh menyoraki mereka berlima.
" Boleh saya pinjam sebentar? Ada yang ingin saya sampaikan" Arga meminjam microfon yang di pegang oleh sang mc untuk berbicara.
" Tentu saja" mc itu pun dengan senang hati memberikan nya pada Arga.
" Zela, maafkan aku! Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk mu, maaf karena ini jauh dari kata sempurna. Gerakan kami masih berantakan dan juga kacau" Arga terkekeh saat mengatakan nya sedangkan Zela kini sudah menahan sesuatu yang sudah berdesakan ingin keluar dari ujung mata nya.
__ADS_1
" Aku melakukan ini untuk mu dan anak - anak kita, jadi aku mohon maafkan aku atas semua kesalahan yang sudah aku lakukan pada mu! Semoga kamu mau memaafkan ku dan menerima ku kembali di sisi mu" mata Arga kini mulai berkaca - kaca. " Ini mungkin lebih pantas di katakan oleh anak muda, tapi Zela sarangheo" Arga menyilangkan ibu jari dan telunjuk nya dan mengarahkan nya ke depan seperti yang sering anak muda sekarang lakukan pada pasangan nya.
Suara sorakan dan tepuk tangan terdengar semakin riuh dalam seluruh penjuru ball room hotel itu.
" Papa keren sekali" Yuki memandang papa nya dengan tatapan penuh haru.
" Ya, harus aku akui papa memang sangat keren" Adzriel ikut menimpali.
" Kamu melakukan semua nya untuk ku mas, bahkan aku masih tidak percaya" batin Zela seraya meneteskan air mata bahagia dari ujung mata nya namun dia langsung menhapus nya sebelum ada yang melihat nya.
Arga dan yang lain nya sudah tampak turun dari atas panggung dan menghampiri pasangan mereka masing - masing kecuali Danu yang masih betah dengan status jomblo nya.
" Bagaimana, ayah keren kan bun?" Rafa tersenyum menggoda pada Dita.
" Ayah Keren, tapi apa pinggang papa tidak sakit?" Dita malah menghawatirkan pinggang Rafa yang sering terkena encok.
" Ayah baik bun, oh ya sarangheo" Rafa melakukan apa yang di lakukan Arga tadi di atas panggung. Dita pun terkekeh seraya memeluk suami nya itu dengan wajah yang sudah memerah. Begitu pun Bima dan Bisma yang melakukan hal yang sama pada para istri mereka.
" Aish, begini lah nasib jomblo" Danu menatap para pasangan itu seraya menyilangkan ke dua tangan nya di depan dada nya dengan tatapan yang sulit di artikan.
Sementara Arga kini sedang menatap Zela yang masih diam tanpa melihat wajah nya. " Apa aku sudah berhasil melakukan tugas ku? Apa aku berhasil mendapatkan permintaan maaf dari mu?" Arga menatap Zela dengan penuh permohonan.
Yuki, Adzriel dan yang lain nya tampak melihat Arga dan Zela dengan perasaan yang sama - sama tegang. Mereka tampak tidak sabar ingin mendengarkan apa yang akan menjadi jawaban dari Zela untuk Arga.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏