
" Dia adalah kakak dari Yuki, kamu masih ingat kan aku pernah bercerita tentang Yuki?" Jay menatap intens wajah cantik gadis yang ada dihadapan nya.
" Oh, ya aku masih mengingat nya" Alice menganggukan kepala nya. " Oh ya, kamu bilang ingin bertemu denganku karena ada hal penting yang ingin kamu bicarakan denganku?" Alice mengangkat sebelah alis nya.
" Oh, itu aku hanya ingin memberi tahukan pada mu, untuk tidak menyetujui kontrak kerja sama dengan Atmaja Corp karena kami sudah menyelidiki perusahaan itu dan bagaimana cara kerja mereka" Jay tampak berbicara serius.
" Maksud mu?" Alice masih merasa bingung dengan ucapan Jay.
Jay pun menceritakan tentang hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Afkha yang diceritakan oleh Adzriel pada nya dan juga pada Nanda. Jay juga menceritakan tentang Arga yang mempunyai masa lalu dengan keluarga Fika.
Alice tampak menyimak ucapan Jay tanpa menyela. Alice juga tampak terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh pria yang ada di hadapan nya itu.
" Ck ck ck, bisa - bisa nya ya ada orang yang sejahat itu?" Alice tampak berdecak seraya menggeleng - gelengkan kepala nya.
" Ini pesanam kalian" Tiba - tiba Razky datang membawa pesanan Razky ditengah percakapan yang terjadi antara Jay dan juga Alice. " Seperti nya kalian serius sekali, apa kalian membahas masalah pekerjaan?" Razky meletakan piring dan gelas dimeja Jay dan Alice.
" Ya bisa di bilang seperti itu, apa kamu mau bergabung dengan kami?" ucap Jay pada Razky.
" Tidak , terima kasih. Aku masih banyak pekerjaan di sana" Razky menunjuk ruang kerja nya.
" Oh begitu, baiklah terima kasih"
" Sama - sama, selamat menikmati makanan kalian" setelah mengatakan itu Razky pun undur diri dari meja mereka dan kembali ke ruang kerja nya untuk melanjutkan pekerjaan nya yang tadi sempat tertunda.
__ADS_1
Jay dan Alice pun menyantap makanan mereka yang sudah mereka pesan tadi . Namun saat Jay sedang menikmati makanan nya, tiba - tiba ponsel Jay berbunyi menandakan ada panggilan yang masuk pada ponsel nya.
" Halo"
" ..............." terdengar dari sebrang sana.
" Benarkah? Bagaimana bisa?" Jay tampak terkejut saat mendengarkan ucapan dari orang yang berbicara dari sebrang sana.
" ....................."
" Baiklah, besok aku akan kesana dan aku akan ikut membantu kalian sebisaku" setelah mengatakan itu Jay pun menutup panggilan nya.
Alice yang sejak tadi memakan makanan nya sambil memperhatikan Jay pun merasa penasaran dengan apa yang terjadi. Karena kalau di lihat dari wajah Jay saat berbincang dengan orang yang tadi melakukan panggilan telfon bersama nya seperti nya ada hal yang serius sedang terjadi, terbukti tadi wajah Jay yang tampak terkejut dan serius secara bersamaan.
" Tadi Nanda menelponku dan mengatakan kalau mereka merencanakan sesuatu untuk membalas semua kejahatan Arga, dan aku diminta berkumpul dengan mereka di toko kue Yuki besok siang" Jay pun melanjutkan makan nya sedangkan Alice tampak berfikir.
" Aku ikut" ucap Alice tanpa ragu.
" Aku tahu kamu ingin ikut karena kamu ingin bertemu dengan Nanda, iya kan?" Jay pun menghentikan aktifitas makan nya dan menatap Alice dengan intens.
" Ish, untuk apa aku ingin bertemu dengan suami orang" Alice kesal pada Jay yang masih menganggap nya mempunyai perasaan pada Nanda.
" Itu kamu tahu, lalu kenapa kamu masih mau bertemu dengan nya" Jay bersikap cuek dan kembali memakan makanan nya.
__ADS_1
" Sudah ku bilang ini bukan karena Nanda, aku hanya ingin terlibat karena perusahaan ku juga hampir menjadi korban dari kejahatan mereka" Alice mendengus kesal.
Sebenar nya alasan Alice bukanlah itu. Entah kenapa saat Jay menceritakan tentang bagaimana jahat nya Arga dan mereka akan balas dendam pada nya membuat Alice mendadak khawatir pada keselamatan Jay. Entah kenapa Alice tidak rela jika Jay kenapa - napa saat mereka melakukan aksi balas dendam itu, mengingat siapa yang akan mereka hadapi saat ini
" Oh, baiklah kamu boleh ikut. Besok siang kita berkumpul di Y & A Bakery , kamu tahu kan lokasi nya?" Jay menyimpan sendok dan garpu nya dan mulai meminum minuman nya karena makanan nya sudah habis. Jujur saja perasaan Jay saat ini sangay kacau setelah mendengar Alice yang ingin ikut di acara pertemuan besok.
" Y & A Bakery, bukankah itu toko kue baru yang lagi viral itu kan? " Alice tampak mengingat sesuatu.
" Yap, kamu benar! " Jay mengambil beberapa uang dari dalam kantong nya."Baiklah aku akan membayar makanan nya dan aku akan kembali ke perusahaan ku sekarang. Terima kasih kamu mau datang menemuiku" Jay pun beranjak dari meja mereka meninggalkam Alice yang tampak menatap kepergian Jay dengan tatapan tak percaya.
" Apa - apa an dia, seenak nya menyuruhku ke sini dan membuatku menunggu lama. Lalu setelah itu dia meninggalkan ku begitu saja, oh God bagaimana bisa ada mahluk yang sangat menyebalkan seperti dia di dunia ini?" Alice mendengus kesal. Sungguh saat ini Alice merasa kesal pada Jay, alice sebenar nya mempunyai janji bertemu dengan salah satu teman nya hari ini, namun saat mendapat ajakan makan siang dari Jay Alice membatalkan nya dan lebih memilih pergi menemui Jay. Namun apa yang dia dapat, seperti biasa Jay selalu membuat nya kesal.
Sebenar nya Alice pernah menaruh perasaan pada Jay saat mereka masih kuliah, Alice menyukai Jay yang sangat ramah dan mudah bergaul. Bukan hanya itu saja Jay juga sangat populer dikalangan para gadis, Alice dan Jay lumayan dekat dan Alice senang bila dia bersama dengan Jay karena Jay selalu saja punya cara agar dia bisa tertawa dan kesal secara bersamaan. Namun karena hal itu juga Alice kesal pada Jay karena sering membuat Alice kecewa dan kesal saat Jay juga dekat dengan wanita lain. Oleh sebab itu saat Alice bertemu dengan Nanda yang dingin dan kaku dia menyukai nya. Dia fikir dia tidak akan merasa sakit hati dan kecewa saat melihat pria itu dekat dengan gadis lain seperti yang dia rasakan pada Jay. Awal nya Alice tidak tahu kalau Jay dan Nanda bersahabat baik bahkan bagai saudara. Namun setelah dia tahu hal itu entah kenapa rasa kesal Alice pada Jay semakin menjadi - jadi setiap kali mereka bertemu.
Sementara diluar kafe Jay tampak masuk kedalam mobil nya dan membuang nafas nya kasar saat mengingat Alice yang ingin ikut aksi balas dendam mereka. Dan Jay mengira Alice ingin ikut karena ingin bersama dengan Nanda.
" Sampai kapan kamu akan menyukai Nanda, apa sangat sulit untuk melupakan nya?" Jay bergumam sendiri.
" Aaahk, kenapa aku harus jatuh cinta pada mu dan kenapa kamu harus jatuh cinta pada Nanda?" Erang Jay prustasi seraya mengacak rambut nya kasar.
" Lama - lama aku bisa gila kalau seperti ini" Jay memukul stir mobil dengan keras dan setelah itu dia langsung menginjak pedal gas nya dan mulai menjalankan mobil nya membelah jalanan yang padat dengan pengendara lain.
Jangan lupa like , vote dan komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1