Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )

Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )
Bab 81


__ADS_3

Satu jam sudah berlalu. Nami masih berada di pinggir jalan dengan tubuh yang terus betgetar seiring dengan isakan tangis yang keluar dari bibir nya. Nami sedang menunggu kedatangan Razky yang akan menjemput nya setelah tadi Nami menelfon nya dan mengatakan posisi keberadaan nya.


" Sudahlah, jangan menangis lagi!" Tiba - tiba tangan seseorang memasangkan sebuah jaket pada tubuh Nami yang tidak berhenti bergetar itu dan dari suara nya Nami tahu betul siapa yang menghampiri nya itu.


" Kakak sudah datang? Maaf sudah metepotkan kakak" Nami tampak berkata dengan terbata karena isakan nya seraya menghapus air mata yang ada di balik kaca mata nya.


" Maaf aku datang terlambat, tidak ada yang merepotkan bila itu menyangkut diri mu" orang itu yang tak lain adalah Razky menarik tubuh kekasih nya itu dalam dekapan nya. Perlahan tangan nya mengusap kepala Nami dengan lembut seraya ia kecup beberapa kali. Sungguh melihat Nami seperti ini membuat hati Razky merasakan sakit dan juga hancur


" Ayo kita pulang! Nanti kamu ceritakan semua nya setelah kita sampai di apartemen" Setelah cukup lama mereka dalam posisi itu dan Nami pun sudah lumayan tenang. Razky pun mengajak Nami untuk masuk ke dalam mobil yang dia bawa. Untung saja dia tadi meminjam mobil milik Zela untuk menjemput Nami karena dia tidak mungkin memakai motor nya karena hari sudah larut malam, dan Razky tidak mau Nami kedinginan karena harus pulang dengan naik motor.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhir nya Razky dan Nami pun sampai juga di apartemen Nami. Setelah mereka masuk ke dalam apartemen itu Nami masuk ke kamar nya untuk membersihkan diri nya dulu sedangkan Razky memasak mie instan untuk Nami makan nanti karena dia yakin kalau Nami pasti belum makan malam.


" Kakak lagi ngapain?" Nami yang baru menyelesaikan ritual mandi nya merasa heran dengan kekasih nya yang sedang berkutat di dalam dapur.


" Aku membuat ini, maaf cuma ini yang aku temukan di sini" Razky membawa mangkuk berisi mie instan yang sudah dia buat tadi.


" Seharus nya aku yang bilang begitu, maaf aku belum sempat berbelanja bahan makanan" Nami sedikit terkekeh saat mengatakan nya.


" Ini makanlah, apa kamu ingin aku suapi?" Razky meletakan mangkuk berisi mie instan itu di depan Nami yang sedang duduk di atas kursi meja makan yang masih satu ruangan dengan dapur.


" Aku tidak lapar ka" Nami menjauhkan mangkuk yang ada di depan nya.


" Kamu harus makan, pasti kamu belum makan malam kan?" Nami menggeleng pelan " Maka dari itu makan lah!" Razky mengambil mangkuk yang ada di meja dan bersiap untuk menyuapi Nami " Aaak" Nami pun akhir nya membuka mulut nya.


Suap demi suap di berikan Razky pada gadis yang sudah sebulan ini menjadi kekasih nya sampai akhir nya mangkuk itu bersih tak bersisa.

__ADS_1


" Sekarang ceritakan! Apa yang telah terjadi sebenar nya?" Kini mereka sedang duduk berselonjoran di atas karpet yang ada di depan tv. Nami bersandar pada dada bidang Razky sedangkan Razky bersandar pada sebuah sofa tunggal yang ada di belakang nya dengan tangan nya yang tampak mengelus lembut rambut panjang Nami.


Nami pun menceritakan semua yang terjadi tadi di rumah keluarga nya tanpa ada yang terlewat satu pun. Razky tampak mendengarkan dengan serius tanpa menyela perkataan kekasih nya itu.


" Aku tidak mau menikah dengan Niko, aku hanya ingin menikah dengan kakak" Nami memberengut kesal setelah selesai menceritakan nya.


" Apa kamu yakin hem? Niko kan lebih kaya dari ku dan Niko juga tampan, apa lagi dia lebih muda dari ku" Razky berbicara dengan nada menggoda.


" Ish, kakak ini nyebelin" Nami mencubit pinggang Razky dengan pelan


" Aw ampun!" Razky pura - pura meringis kesakitan, padahal cubitan Nami tidak terasa sakit sedikit pun.


Nami pun mengelitik pinggang Razky dan mereka pun tertawa bersama melupakan masalah mereka untuk sesaat


" Hem, apa?" Razky masih setia membelai rambut Nami.


" Apa kakak mencintaiku?" Nami tampak ragu saat mengatakan nya.


" Hey, pertanyaan macam apa itu? Tentu saja aku mencintai mu, sangat mencintai mu" Razky mengangkat dagu Nami agar dia melihat nya " Katakan ! Kenapa kau meragukan ku hem?"


" Aku tidak meragukan nya, hanya saja saat ini aku kurang percaya diri saja. Aku takut kakak juga mencampakan ku seperti keluarga ku" mata Nami kembali berkaca - kaca


" Aku tidak ingin mendengar nya lagi, sampai kapan pun aku tidak akan meninggalkan mu oke" Razky berkata dengan nada tidak mau membantah dan Nami pun menganggukan kepala nya.


" Apa kakak buat aku hamil saja, agar mau tidak mau papa harus menikahkan kita dan menerima kakak untuk menjadi suami ku" Tiba - tiba Nami berkata dengan polos nya.

__ADS_1


Pletak


Satu jitakan mendarat pada kening Nami.


" Aw, sakiiiit" Nami mengerucutkan bibir nya seraya mengusap kening nya yang terasa panas.


" Kamu ini, makan nya kalau bicara itu di saring dulu. Jangan asal ceplos"


" Ish, aku kan hanya memberi saran" Nami mendengus kesal.


" Iya , tapi saran kamu itu ngaco" Razky tidak habis fikir dengan apa yang dikatakan oleh gadis yang biasa nya selalu berfikiran dewasa dan positif itu bisa mengatakan hal semacam itu. Razky memang sangat mencintai Nami dan memang tidak bisa di pungkiri sebagai pria normal, Razky juga terkadang merasakan gairah dalam diri nya bergejolak bila sedang bersama dengan Nami apa lagi dalam seminggu ini Razky dan Nami sudah mulai berani untuk berciuman. Tapi hanya sebatas itu karena Razky tahu batasan nya dan dia juga tidak mau merusak gadis yang di cintai nya.


" Jadi apa yang harus kita lakukan?" Nami kembali bertanya


" Aku akan memikirkan nya, lagi pula kita tidak mungkin menikah tanpa restu kedua orang tua mu. Jangan memikirkan hal aneh lagi" Razky kembali menarik Nami ke dalam pelukan nya. " Bagaiman pun aku akan memikirkan cara untuk mendapatkan restu dari papa mu bagaimana pun cara nya" Razky mencium puncak kepala Nami seraya mengusap nya lembut. Razky tahu perasaan gadis yang ada dalam dekapan nya ini sedang sangat rapuh dan putus asa. Razky berjanji pada diri nya sendiri akan mempertahankan hubungan mereka bagaimana pun cara nya.


Cup


Nami tiba - tiba mengecup bibir Razky sekilas " terima kasih" Nami tersenyum manis menatap wajah tampan kekasih nya. Nami sangat bersyukur mendapatkan Razky sebagai kekasih nya yang mencintai nya dan juga menghargai nya sebagai wanita. Bila pria lain mungkin akan dengan senang hati akan melakukan nya saat Nami mengatakan hal gila tadi, tapi tidak dengan Razky yang malah menegur nya. Dan itu membuat Nami semakin bersyukur akan hal itu.


" I Love You" Razky pun mendekatkan wajah mereka dan perlahan menautkan bibir mereka. Mereka berciuman cukup lama sampai ke dua nya sama - sama melepaskan pagutan itu untuk meraup oksigen sebanyak - banyak nya.


" I love you to" Nami membalas perkataan Razky.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2