
Nami terus menyeret tangan Adzriel dan Yuki yang berjalan mengikuti nya ranpa memberontak, hanya sesekali bertanya tentang hal gawat yang tadi Nami bicarakan
Tak membutuhkan waktu lama untuk mereka sampak ke dalam ballroom hotel tempat diadakan nya pesta pernikahan Nanda dan Fika. Nami menyeret kedua orang itu tepat di samping pelaminan tempat kejadian yang tak mereka duga terjadi. Yuki dan Adzriel tampak membulatkan bola mata mereka melihat apa yang ada di hadapan nya itu, bahkan Yuki menutup mulut nya sendiri yang terbuka saking terkenut nya saat melihat kejadian yang ada di hadapan nya
Saat ini tepat dihadapan Yuki tengah berdiri wanita cantik yang dulu pernah Yuki dan Fika lihat saat acara pesta aniversary om Herman dan tante Wina. Wanita yang terang - terangan mendekati Nanda dan diperlakukan kasar oleh Nanda saat itu sehingga Fika merasa marah dan nekad untuk mengerjai Nanda dengan menumpahkan minuman pada pakaian mahal yang di kenakan oleh Nanda saat itu.
" Jadi ini pilihanmu? Dia bahkan tidak bisa dibandingkan denganku" Alice menghampiri Fika dan Nanda dengan gaya angkuhnya
Baru Fika akan menjawab Nanda sudah terlebih dahulu melakukan nya
" Ya kau benar, bahkan istriku terlalu istimewa untuk dibandingkan denganmu" Nanda berbicara dengan wajah dingin nya
" Nanda, aku tidak habis fikir dengan mu yang selalu menolak dan mengacuhkan ku. Tapi kamu malah menikah dengan gadis seperti dia" Alice yang sudah tidak bisa menyimpan kekesalan nya tampak berbicara keras membuat semua orang menatap kearah mereka. Bahkan Nami, Yuki dan Adzriel terlihat menghampiri mereka dengan wajah yang terlihat cemas, sedangkan para orang tua hanya melihat dari kejauhan karena merasa itu adalah urusan anak muda
Semua memandang dengan fikiran mereka masing - masing, ada juga yang tampak berbisik membicarakan apa yang sedang terjadi. Jay tampak terkejut saat melihat siapa yang sedang berada disana " apa yang sedang dia lakukan disini, apa dia ingin mempermalukan diri nya sendiri" batin Jay seraya memijat dahi nya yang tiba - tiba berdenyut
Ya Jay kenal denga Alice karena mereka satu kampus dulu. Alice sangat tergila - gila pada Nanda saat dia tak sengaja bertemu dipertemuan bisnis antara perusahaan Nanda dan ayah nya. Namun Nanda tidak pernah menghiraukan nya, tapi walaupun begitu Alice tak patah semangat dan terus berusaha mendekati Nanda dengan bermacam cara walaupun hasilnya tetap sama selalu saja gagal
" Itu urusanku dan kamu tidak berhak untuk mengurusi nya!" Nanda berkata dengan penuh penekanan
__ADS_1
" Kamu jahat Nanda" Alice berteriak dihadapan Nanda " dan kamu, dasar wanita murahan" Alice menunjuk wajah Fika dengan mata yang memerah karena marah
" Maaf nona, seperti nya anda membicarakan diri anda sendiri" Fika berbicara santai
" Apa maksudmu?" Alice menatap nyalang pada Fika
" Maksudku?" Fika menunjuk dirinya sendiri " nona pasti tahu apa maksudku, wanita murahan bukan nya yang mengejar seorang pria terus menerus walaupun sudah ditolak dan bahkan pria itu sudah menikah. Bukankah itu yang nama nya murahan?" ucap Fika telak membuat Alice sangat marah dan melayang kan tangan nya hendak menampar Fika dan kalian pasti sudah tahu bagaimana akhir nya, tangan Alice berakhir mengenaskan dipelintir oleh Fika sehingga membuat nya mengaduh kesakitan
" Aw aw lepaskan!" Alice berteriak kesakitan
Nanda hanya melihat tanpa ada niat untuk menghentikan ataupun membantu istri nya itu karena Nanda yakin Fika pasti punya cara nya sendiri untuk menyelesaikan masalah nya begitu pun yang lain nya mereka tau Fika selalu bisa menyelesaikan masalah nya dengan baik
" Bagaimana? Apa kamu masih mau menggangu suamiku hem?" Fika tersenyum penuh kemenangan kearah Alice yang kini tengah meringis sambil mengusap - ngusap tangan nya yang terasa sakit
" Carilah kebahagiaanmu sendiri, dan carilah pria yang benar - benar mencintaimu sesungguh nya lebih baik dicintai dan mencintai dari pada harus mencintai tanpa dicintai. Itu hanya akan menyakiti dirimu sendiri"
Setelah mengatakan itu Fika mendudukan diri nya dikursi pelaminan, mungpung belum ada lagi yang mengajak ia untuk bersalaman karena mereka masih sibuk melihat pertunjukan antara diri nya bersama Alice bahkan Alice pun masih mematung ditempat nya fikir nya. Sungguh hari ini sangat melelahkan bagi Fika
" Apa kamu lelah sayang? Apa mau aku pijat?" Nanda tampak memijat tangan Fika dengan lembut sedangkan Fika hanya membiarkan nya saja tanpa ada niat melarang nya karena dia sungguh merasa lelah walaupun hanya untuk sekedar berdebat dengan Nanda
__ADS_1
Alice yang masih diam berdiri mematung disana tersenyum getir melihat bagaimana Nanda begitu sayang dan perhatian pada istri nya itu. Sungguh pemandangan yang langka melihat seorang Nanda Aditama Balendra dapat bersikap selembut itu terhadap seorang wanita, sebegitu ajaib kah cinta? Itu yang ada dalam fikiran Alice saat ini
" Seperti nya lo bener, lebih baik dicintai dari pada mencintai tapi tak dicintai" ucap Alice membuat Fika dan Nanda menoleh pada nya begitupun semua yang ada disana
" Gue bisa lihat bagaimana Nanda mencintai lo, dan lo beruntung karena itu" Alice tersenyum tulus pada Fika
" Lo salah, justru gue yang beruntung karena Qia mencintai gue" Nanda menyela
" Cih, segitu cinta nya kamu sama dia" Alice mendekati Fika yang masih duduk dikursi singgasana nya " Selamat, semoga kalian bahagia" Alice mengulurkan tangan nya
" Thanks, semoga lo juga segera bertemu dengan orang yang sangat mencintai lo dengan tulus" Fika membalas uluran tangan dari Alice seraya tersenyum dengan tulus
" Aamiin" Alice mengaminkan do'a dari Fika
Akhir nya pesta kembali berjalan dengan baik sampai selesai . Semua tampak bahagia dan menikmati suasana pesta disana
Keramaian dan kemewahan pesta yang disuguhkan oleh keluarga Balendra terlihat dinikmati dengan baik oleh para tamu yang hadir disana
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1