Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )

Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )
Bab 129


__ADS_3

Dua hari telah berlalu dan Fika pun sudah pulang dari rumah sakit kemarin sore dan hari ini di mansion Balendra tampak ramai dan heboh oleh keluarga besar mereka yang hadir untuk melihat pewaris selanjut nya dari kerajaan Balendra. Saat ini baby boy Fika dan Nanda sedang di baringkan di box bayi karena perintah dari Nanda, sebenar nya beberapa menit yang lalu baby boy yang di beri nama baby Aydan Atallah Balendra itu berada di pangkuan grandma nya Anika. Namun karena Sita, Anggi, Dita Zela dan Anita juga berebut ingin menggendong nya, jadi Nanda yang merasa kesal pun mengambil baby Aydan dan meletakan nya di dalam box itu dan melarang mereka untuk menggendong nya. Para nenek pun mau tidak mau menuruti perkataan Nanda saat itu dan membawa main baby Aydan dari kejauhan saja.


" Nah, begini kan enak. Kalian jangan ada yang melebihi garis batas yang ku buat! Aku tidak mau bayi ku tubuh nya sakit semua karena ulah kalian" Nanda berkata dengan nada datar nya seraya mengawasi para nenek itu agar tidak membantah perkataan nya.


" Ish, kakak ini kenapa tega sekali pada para nenek itu!" Protes Fika pada suami nya yang bertindak keterlaluan.


" Biarkan saja sayang, ini juga salah mereka. Siapa suruh memperebutkan bayi kita seperti barang diskonan" Nanda berkata dengan santai nya membuat Fika memutar bola mata nya malas, percuma saja berbicara dengan suami nya yang super over protektif itu.


" Ck ck ck, lihatlah! Karena ulah kelabakan , kalian, kita semua jadi tidak bisa menyentuh cucu kita" Davian menggeleng - gelengkan kepala nya melihat para wanita yang sedang melihat baby Aydan dengan lesu karena hanya bisa membawa main dari kejauhan, bahkan Nanda juga memberi batas merah untuk batas mereka berdiri.


" Cih, putra mu saja yang keterlaluan!" Anika mendengus kesal seraya melirik sekilas pada Nanda namun yang di lirik tampak tidak perduli sama sekali.


" Kalau saja kalian tidak berebut, pasti tidak akan seperti ini" Bima ikut menimpali sedangkan Danu dan Bisma sudah asyik mengajak main babby Aydan dari batas garis merah tanpa menghiraukan yang lain nya. Dan Arga tengah sibuk memberi perhatian pada istri nya yang juga sedang hamil besar. Zela kini sedang duduk di kursi yang tak jauh dari box bayi baby Aydan.


Beberapa saat kemudian Nanda masih setia menjaga baby Aydan sedangkan Fika sudah pergi untuk menemui Yuki dan yang lain nya yang berada di ruangan sebelah sedangkan para nenek kini sudah pergi ke dapur untuk memasak makan malam mereka nanti. Karena percuma saja mereka di sana kalau ada Nanda yang mengawasi mereka, mereka tidak akan bisa menyentuh baby Aydan.


" Dimana baby Aydan?" Nami mengerutkan kening nya melihat Fika yang hanya datang seorang diri.


" Biasa, sama daddy posesif nya" Fika mendudukan diri nya di atas sofa.


" Ck ck ck, Nanda itu benar - benar" Adzriel menggeleng - gelengkan kepala nya.


" Kamu tahu, tadi aku mau menggendong baby Aydan dan aku hanya diberi waktu 5 menit saja. Bagaimana pun juga aku kan paman nya" Jay mendengus kesal


" Ya, aku juga" Alice ikut menimpali dengan wajah yang lesu "padahal kan aku ingin lebih lama memeluk dan menggendong nya" Alice menunujukan wajah greget nya.

__ADS_1


" Aku juga sama, bahkan sampai memakai alarm segala tadi, ish menyebalkan" Yuki memberengut kesal.


" Bahkan aku tidak diizinkan menggendong nya, aku hanya di beri kesempatan untuk mencium dan memegang nya saja saat baby Abyan dalam gendongan Yuki" Adzriel ikut memberengut kesal.


" Sudah lah, nanti kita balas dia kalau kita juga mempunyai bayi" Razky ikut menimpali.


" Ya, aku setuju dengan bang Razky. Walaupun dia suami ku, aku juga kesal pada nya. Apa kalian tahu dia tadi memberi garis merah pada lantai dengan jarak setengah meter dari box bayi agar para nenek dan kakek baby Aydan tidak bisa mendekati nya" Fika mengerucutkan bibir nya.


" Ommo, benarkah? Wah wah wah, tuan Nanda benar - benar keterlaluan" Nami menggeleng kan kepala nya.


" Apa nya yang keterlaluan ha?" Tiba tiba Nanda datang dengan membawa baby Aydan dalam gendongan nya yang sedang menangis. Seperti nya baby Aydan merasa haus. " Sayang, seperti nya dia haus. Kamu beri susu dia dan setelah itu kamu bisa memberikan nya lagi pada ku!" Nanda pun menyerahkan baby Aydan pada Fika untuk di susui.


" Kalian lihat, bahkan aku saja yang mommy nya babby Aydan hanya di izinkan menggendong nya saat aku menyusui nya saja" Fika masih menunjukan wajah kesal nya. " Sayang mommy haus ya? Ayo kita mimi dulu" Fika tersenyum manis pada bayi nya dan membawa bayi nya itu ke kamar nya untuk dia berikan asi.


Nanda pun mendudukan diri nya di atas dofa diantara yang lain nya namun tidak ada yang berniat mengajak nya berbicara karena mereka masih kesal pada tuan posesif itu.


" Di mana pangeranku, kenapa kamu tidak membawa nya sayang?" Nanda mengerutkan kening nya saat melihat istri nya hanya datang seorang diri.


" Dia tidur, mungkin kelelahan" Fika pun mendudukan diri nya di samping suami nya itu.


" Aku jadi tidak sabar ingin segera melihat dia lahir, pasti akan sama lucu nya dengan baby Aydan" Yuki menyentuh perut nya yang sudah membuncit.


" Ya, aku juga sudah tidak sabar sayang" Adzriel pun menyentuh perut istri nya itu dengan lembut dan tangan yang satu nya menarik pundak Yuki dan mendekap nya.


" Ish, itu tidak mungkin. Tidak akan ada yang bisa mengalahkan kelucuan dan ketampanan baby boy ku" Nanda berkata pongah seraya tangan nya merangkul mesra pundak Fika, namun yang dirangkul malah melayangkan cubitan yang lumayan keras pada pinggang Nanda membuat nya meringis kesakitan namun dengan tawa renyah di bibir nya.

__ADS_1


" Kalian enak tinggal menunggu lahiran. Lah kita?" Alice mengerucutkan bibir nya.


" Sabar Al, kita senasib. Kita sama - sama berusaha dan berdo'a" Nami terkekeh saat mengatakan nya.


" Kami juga berdo'a setiap hari dan kalau usaha, kami selalu berusaha keras setiap malam. Bahkan kami sampai mandi keringat saking keras nya usaha kami" Jay menaik turunkan alis nya lucu


" Ish, kalau usaha yang itu aku juga setiap malam tidak pernah absen, iya kan sayang?" Razky mengerlingkan sebelah mata nya pada istri nya itu membuat wajah Nami merona seketika.


" Hey, kalian jangan mengatakan hal yang tidak - tidak di depanku ya!" Nanda menatap tak suka pada semua nya karena selama masa nifas Fika dia tidak bisa melakukan apa yang biasa dia lakukan dengan istri nya itu setiap malam.


" Aih, aku hampir lupa kalau tuan muda kita yang satu ini sedang berpuasa panjang" Adzriel berkata dengan nada mengejek nya diikuti suara tawa dari mereka semua sedangkan Nanda tampak mendengus kesal.


Hari itu semua nya tampak gembira bersama walau mereka merasa kesal pada sifat fosesif Nanda pada baby Aydan. Suara obrolan , candaan dan tawa menghiasi seluruh mansion pada hari itu. Para tetua dan para pasangan muda terlihat menikmati kebersamaan mereka saat ini. Bahkan Andra dan Afkha yang sedang mengajak Dimas bermain game di ruang tv juga tampak menikmati kebersamaan mereka.


Fika merasa bersyukur atas semua kebahagiaan yang Tuhan berikan pada nya setelah berbagai kejadian buruk dan cobaan yang menimpa nya dan keluarga nya silih berganti. Walau Nanda adalah pria kasar dan menyebalkan tapi Fika bersyukur karena Nanda menjadi jodoh nya. Walau perpisahan telah memisahkan mereka selama bertahun - tahun tapi Tuhan telah mempertemukan mereka kembali dengan jalan yang tidak di sangka - sangka dan dengan cara yang luar biasa sehingga kini diri nya berkumpul kembali bersama dengan keluarga nya dan bahkan keluarga nya menjadi lebih besar lagi karena Yuki yang dia anggap sahabat nya ternyata juga saudara nya.


Perjalanan hidup Yuki juga tak kalah berat dan rumit dari kehidupan yang di alami Fika selama ini, dan tak mudah juga untuk menghadapi semua nya itu. Fika dan Yuki sama - sama menghadapi cobaan yang berat di kehidupan mereka masing - masing.


Namun mereka sama - sama bersyukur karena telah terjebak cinta CEO tampan yang mampu merubah kehidupan kelam mereka menjadi lebih baik dan penuh cinta seperti sekarang ini.


Maka yang bisa kita petik dari kehidupan Fika dan Yuki adalah di saat kita terpuruk dan dalam masa tersulit kita, selalu hadapi dengan senyuman dan keberanian. Yakin lah suatu hari nanti kesedihan itu akan berubah menjadi kebahagiaan yang tidak pernah kita bayangkan sebelum nya.


**TAMAT


Terima kasih karena sudah setia membaca karya autor ini sampai akhir. Terima kasih juga atas dukungan yang kalian berikan pada karya autor ini dari yang pertama sampai yang kedua ini selesai. Semua dukungan yang kalian berikan sungguh sangat berarti bagi autor yang masih harus banyak belajar lagi.

__ADS_1


πŸ’žI LOVE YOU ALLπŸ’ž AND THANK YOU ALLπŸ’ž**


__ADS_2