
Setidak nya ada yang bisa di syukuri oleh Nami dari kejadian yang sangat memilukan itu di kehidupan nya. Sungguh awal pertemuan nya dengan Fika dulu saat dia melamar kerja di Balendra Corp adalah hal yang paling di syukuri oleh Nami saat ini seumur hidup nya.
" Nah, sekarang ceritakan pada kami tentang mu! Bagaimana hubungan mu dengan pak Jay yang sebenar nya?" Nami menatap dengan tatapan menyelidik ke arah Alice
" Ya, aku juga penasaran" Yuki ikut menimpali sedangkan Fika ikut menganggukan kepala nya menatap Alice. Fika juga merasa penasaran akan hal itu. Apalagi yang Fika tahu kalau Alice dulu pernah mengejar suami nya.
" Kalian ingin tahu, baiklah akan aku ceritakan" ucap Alice dengan santai nya.
Semua tampak mendengarkan cerita Alice, bagaimana dia bertemu saat kuliah dulu dan sempat akrab selama beberapa waktu, namun karena kesalah fahaman yang di ciptakan sepucuk surat berwarna pink membuat hubungan mereka merenggang sampai akhir nya mereka benar - benar menjauh. Sampai kemarin saat Jay sakit, mereka pun baru saling mengetahui bahwa ke dua nya sama - sama memendam perasaan mereka masing - masing sampai akhir nya mereka sama - sama mengakui nya.
" Oh daebak, kisah cinta yang luar biasa" ucap Nami dengan wajah tercengang nya menatap Alice yang tampak mengembangkan senyuman nya.
" Wah wah wah seperti nya kisah cinta masa lalu terulang lagi" tambah Yuki dengan wajah yang tak kalah terkejut.
" Tunggu - tunggu, kalau kamu mencintai kak Jay sejak masa kuliah. Lalu kenapa kamu setahun kemarin mengejar kak Adi?" Fika merasa penasaran bagaimana bisa Alice mencintai Jay tapi malah mengejar Nanda.
" Oh itu, kamu tahu kan bagaimana sifat Jay? Dia itu sangat ramah pada semua orang dan selalu sembarangan menggoda gadis - gadis yang ada di sekitar nya" Fika , Yuki dan Nami mengangguk setuju. " Itu membuat hati ku sakit saat melihat nya, tapi saat aku melihat Nanda yang sifat nya dingin dan cuek pada semua yang ada di sekitar nya jauh berbeda dengan Jay. Aku kira bila aku mempunyai hubungan dengan orang seperti Nanda tidak akan merasa sakit hati seperti aku sakit hati oleh Jay. Tapi ternyata sama saja, malah makan hati." Alice terkekeh saat mengatakan nya sedangkan Fika, Nami dan Yuki tampak masih setia mendengarkan cerita Alice.
" Tadi nya aku mau mengurungkan niatku untuk mendekati Nanda , tapi aku tidak sengaja melihat Jay yang ternyata sangat akrab dengan Nanda. Jadi aku putuskan untuk memakai Nanda untuk melihat eksfresi Jay saat aku mendekati Nanda, tapi sayang itu juga gagal karena ternyata Jay bersikap biasa saja dan itu membuatku selalu kesal bila bertemu dengan nya. Tapi sekarang aku senang karena ternyata cinta ku tidak bertepuk sebelah tangan seperti yang sudah aku duga selama ini" Alice tersenyum senang setelah menyelesaikan cerita nya.
" Daebak, apa lagi ini? Ini bahkan lebih menggemparkan" Nami terpekik sambil memegang ke dua pipi nya.
" Aku gak nyangka seorang tuan Nanda Aditama Balendra ternyata dijadikan sebagai alat untuk memanasi seorang Jay" Yuki menggeleng - gelengkan kepala nya.
" Aku yakin, kak Adi pasti akan sangat kesal saat mengetahui nya" Fika terkikik geli seraya membayangkan wajah suami nya yang merasa kesal.
" Mengetahui apa?" Tiba - tiba suara bariton seseorang terdengar mendekat ke arah mereka. " Katakan, aku akan kesal bila mengetahui apa sayang?" Nanda mendekati Fika dan merangkul nya mesra membuat semua yang ada di sana memutar bola mata nya malas.
__ADS_1
" Ahaha tidak apa - apa ko sayang" Fika tertawa kikuk saat Nanda mendekati nya. " Oh ya, kenapa kalian kemari, apa permainan nya sudah selesai?" Fika mencoba mengalihkan pembicaraan.
" Oh, itu. Kami kesini juga karena permainan itu sayang" jawab Namda enteng.
" Maksud nya?" Fika mengerutkan kening nya begitupun Alice , Nami dan Yuki yang sama - sama tidak mengerti perkataan Nanda.
" Adzriel kalah dalam permainan dan dia harus melakukan tantangan dari kami" Jay yang juga ikut menghampiri mereka menjelaskan.
" Tantangan?" Yuki mengerutkan kening nya menatap Adzriel meminta penjelasan dari calon suami nya itu sedangka Adzriel hanya mengendikan bahu nya acuh
" Iya Ki, Adzriel kalah dan harus menerima tantangan dari kita. Tapi abang kurang setuju dengan tantangan nya" Razky terlihat kesal.
" Memang apa tantangan nya?" tanya Nami karena merasa sangat penasaran.
" Kita lihat saja nanti, gimana Riel? Lo udah siap kan" Jay menepuk pundak Adzriel yang sedari tadi hanya diam seraya menatap Yuki.
" Ayo Riel, lakukan! Kata nya berani" Jay tampak memanasi
" Ya, kami ingin lihat apa kamu benar - benar berani melakukan nya" Nanda ikut menimpali.
" Apa tidak ada tantangan lain apa?" Razky tampak kurang setuju.
Sedangkan para gadis masih bertanya - tanya dalam kepala nya tentang apa yang sebenar nya mereka sedang bicarakan.
" Sayang, sebelum nya maafkan aku ya! Ini yang menyuruh mereka lo" Adzriel menyatukan ke dua tangan nya dan tanpa ba bi bu Adzriel langsung mengecup singkat bibir Yuki di hadapan semua orang.
Cup
__ADS_1
Mata Yuki membola seketika mendapatkan ciuman pada bibir nya walau pun hanya sekilas. Nami, Fika dan Alice pun tak kalah terkejut nya melihat adegan seperti itu di hadapan mereka. Sedangkan Razky tampak memalingkan pandangan nya merasa malas melihat hal seperti itu apalagi itu dilakukan pada adik nya sendiri walaupun Adzriel dan Yuki sebentar lagi akan menikah.
" Maaf, kalau mau marah. Marah saja pada mereka yang memaksaku" Adzriel kembali menyatukan kedua tangan nya di hadapan Yuki.
" Ish, apaan sih kamu Riel. Itu sangat memalukan, kenapa kamu melakukan nya di sini dihadapan semua orang" Yuki mendengus kesal seraya memukuli tubuh Adzriel dengan kesal.
" Jay dan Nanda yang memaksaku" Adzriel menunjuk ke dua orang yang dia maksud sedangkan yang di maksud tampak pura - pura sedang sibuk. Nanda sibuk bermanja di pundak istri nya seperti anak kecil sedangkan Jay tampak memainkan jari - jemari Alice dengan tangan nya.
" Tapi kenapa kamu mau saja di suruh mereka" Yuki masih kesal dengan calon suami nya itu. Selain merasa sangat malu pada semua nya, Yuki juga merasa kesal karena ciuman pertama nya dengan Adzriel dilakukan karena taruhan. Sungguh tidak romantis sekali fikir Yuki.
" Jay mendesakku, kata nya dia saja yang baru jadian beberapa hari sudah melakukan nya dengan Alice sedangkan aku yang sudah lama berpacaran dan satu bulan lagi akan menikah belum pernah melakukan nya" Adzriel mengerucutkan bibir nya lucu seraya tangan nya menunjuk Jay persis seperti anak kecil yang sedang merajuk.
Semua yang mendengarkan tampak menatap Jay dan Alice dengan tatapan tidak percaya.
" Bodoh, kenapa dia mengatakan nya" umpat Jay pelan seraya nyengir kuda menatap Alice yang kini tampak membulatkan bola mata nya dengan wajah yang sudah memerah karena kesal dan juga malu.
Jay perlahan mundur menjauhkan diri nya dari Alice untuk menghindari amukan dari kekasih nya itu, namun baru beberapa langkah tangan Alice bergerak lebih cepat menjewer telinga Jay dengan keras.
" Aw aw, sakit sayang" Jay meringis kesakitan.
" Apa maksudmu mengatakan hal itu hah" Alice mendengus kesal.
" Tapi itu benar kan sayang" Jay berkata enteng tanpa dosa membuat Alice semakin kesal saja.
" Jaaaay" Alice berteriak gemas dengan kelakuan orang yang sayang nya dia cintai itu
Tawa semua orang di sana pecah melihat tingkah konyol pasangan baru itu.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏