Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )

Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )
Bab 65


__ADS_3

Sementara di apartemen Jay pada malam itu Alice tmpak duduk di pinggir tempat tidur di mana Jay sedang berbaring di sana tanpa melakukan apa - apa dan tanpa bicara apa pun. Tadi Alice sudah menyuapi Jay dengan bubur buatan nya walaupun hanya di makan sedikit karena lidah Jay yang terasa pahit. Alice juga sudah memberikan obat yang harus di minum oleh Jay sesuai dengan resep yang bi berikan oleh dokter Livia.


" Apa kamu membutuhkan sesuatu?" Alice sudah kesekian kali nya menanyakan hal itu pada Jay semenjak Jay tersadar dari pingsan nya tadi.


" Tidak" jawaban Jay pun tetap sama." Apa kamu tidak ingin pulang huh? Aku sudah tidak apa - apa, lagi pula aku terbiasa hidup sendiri" Dari tadi Jay selalu mengatakan itu pada Alice


" Aku bilang tidak, aku akan tetap di sini sampai kau sembuh" Lagi - lagi Alice manjawab seperti itu


" Terserah!" Jay memutar bola mata nya malas.


Hening kembali menyelimuti ruangan itu. Sejak tadi hanya itu yang mereka ucapkan dalam waktu berselang beberapa menit saja. Terlihat jelas kecanggungan di antara mereka.


Deerrrt


Deerrrt


Ponsel Jay yang ada di atas nakas samping tempat tidur Jay terdengar berbunyi pertanda ada panggilan masuk di sana.


" Ponsel mu berbunyi, biar aku ambilkan" tangan Alice terulur mengambil ponsel yang ada di dekat nya.


" Siapa?" tanya Jay.


" Disini tertulis kakak ipar, apa Fika yang menelfon?" Alice memberikan ponsel itu pada Jay.


" Ada apa kakak ipar memanggilku, tidak biasa nya?" Jay menerima ponsel itu dari tangan Alice dan menekan tombol hijau yang ada pada layar ponsel nya tersebut.


" Halo, kakak ipar" Jay menyapa saat panggilan itu tersambung.


" Halo kak Jay, apa kamu tahu di mana kak Adi sekarang" Terdengar nada cemas pada suara Fika.


" Maaf kakak ipar, tapi aku sedang sakit jadi aku tidak datang ke kantor hari ini dan aku tidak tahu Nanda di mana" Jay tampak ragu saat mengatakan nya.


" Oh, begitu ya? Bagaimana sekarang keadaan mu? Pasti sangat sulit sendirian di saat sakit seperti itu, maaf aku tidak tahu kakak sakit. Kalau aku tahu aku pasti akan datang untuk merawat mu?" Ada nada penyesalan dari perkataan Fika.

__ADS_1


" Tidak apa - apa kakak ipar. Aku baik - baik saja. Oh ya nanti aku akan membantu mu menghubungi Nanda agar kamu merasa tenang"


" Baiklah terimakasih ka, aku tutup dulu telfon nya aku akan mencoba menghubungi ka Adi lagi siapa tahu kali ini dia mengangkat nya"


" Baiklah, sampai jumpa" Panggilan pun terputus setelah Jay mengatakan itu. Jay meletakkan ponsel nya di samping nya.


" Ada apa?" Alice mengerutkan kening nya menatap penasaran pada Jay.


" Nanda belum pulang dari perusahaan dan kakak ipar mencemaskan nya karena Nanda tidak menjawab panggilan dari nya" Jay menjelaskan pada Alice seraya menatap gadis yang ada di hadapan nya dengan tatapan menyelidik. Jay ingin tahu bagaimana reaksi Alice saat mendengarkan keadaan Nanda yang belum juga pulang sampai larut seperti ini.


" Bukankah hal wajar ya bagi seorang CEO perusahaan besar pulang terlambat apa lagi saat ini kaki tangan nya tidak masuk karena sakit" Alice menjawab dengan acuh.


" Itu memang wajar, tapi yang membuat tidak wajar adalah panggilan kakak ipar yang tidak di angkat. Aku yakin pasti ada sesuatu hal yang terjadi pada Nanda" Jay tampak berfikir dengan wajah yang cemas.


" Apa maksud mu?" Alice menautkan ke dua alis nya.


" Apa kamu tahu sebucin apa Nanda pada kakak ipar, mengabaikan panggilan dari kakak ipar adalah hal yang paling mustahil di lakukan oleh Nanda kecuali terjadi sesuatu. Aku jadi khawatir dengan Nanda, aku takut pak Arga sudah mulai bergerak dan pasti Nanda dan aku akan jadi sasaran mereka juga , selain Adzriel dan Afkha." Jay tampak menjelaskan dan Alice hanya menganggukan kepala nya mengerti.


" Ya, kamu benar. Apa kamu menyesal tidak bisa mendapatkan Nanda?" Sebenar nya Jay tidak ingin membahas ini, tapi Jay juga penasaran apa Alice masih saja menaruh hati pada Nanda.


" Ish, untuk apa aku menyesal. Seperti yang Fika katakan dulu saat pesta pernikahan nya, lebih baik di cintai dan mencintai dari pada mencintai tapi tidak di cintai dan aku sudah merasakan sakit nya itu dua kali. Dan kamu tahu yang lucu nya aku tidak bisa move on dari cinta pertama ku yang jelas - jelas tidak membalas citaku dan dia bersikap seoalah tidak pernah terjadi apa - apa diantara kami" Alice berkata dengan wajah sendu melihat pada wajah Jay untuk melihat bagaimana reaksi nya.


" Oh, ya. Seperti nya kita punya masalah yang sama" Jay berkata enteng.


" Benarkah?" Alice mengerutkan kening nya. " Siapa cinta pertama mu dan kenapa kamu seperti tidak tersindir dengan ucapan ku? Seperti nya ada yang salah" batin Alice menatap intens pada Jay. " Siapa cinta pertamamu?" Alice menatap Jay dengan tatapan menyelidik.


" Ah, cinta pertama ku? Sudah lah lagi pula dia tidak pernah menganggap ku" Jay berkata sendu. " Seandai nya kamu tahu kalau itu adalah kamu" batin Jay menatap sendu pada gadis yang ada di hadapan nya.


" Pantas saja aku tidak punya kesempatan, kamu ternyata masih terperangkap dalam cinta pertama mu" batin Alice merasa sesak pada dada nya.


Hening, kembali menyelimuti mereka beberapa saat . Mereka sibuk dengan pemikiran mereka masing - masing.


" Oh ya, aku ingin menanyakan sesuatu pada mu?" Alice mencoba memberanikan diri untuk menanyakan apa yang mengganjal dalam hati nya.

__ADS_1


" Katakan lah!"


" Enam tahun yang lalu apa kamu menerima surat yang aku berikan pada mu?" Alice tampak ragu saat mengatakan nya.


" Enam tahun yang lalu? Surat?" Jay tampak mengingat - ngingat.


" Ya surat, kertas berwarna pink yang aku berikan pada mu melalui Gio" Gio adalah teman baik Jay semasa kuliah dan saat itu Alice yang belum berani menyatakan cinta nya secara langsung memutuskan untuk menulis surat dan menitipkan nya pada teman baik Jay.


" Apa yang itu ya." Gumam Jay seraya berusaha bangun dari posisi berbaring nya namun dia kesulitan karena tubuh nya yang masih lemas.


" Kamu mau ke mana? Kalau kamu membutuhkan sesuatu bicaralah pada ku aku akan mengambilkan nya untuk mu" Alice membantu membaringkan Jay kembali saat melihat pria itu berusaha untuk bangun.


" Baiklah, bisakah kamu ambilkan buku berwarna hitam yang ada di dalam laci di sana?" Tangan Jay menunjuk ke arah laci yang dia maksud.


" Buku? Apa kamu tidak mau menjawab pertanyaanku dulu?" Alice berdecak kesal karena Jay tidak menjawab pertanyaan nya


" Justru dalam buku itu ada sesuatu yang bisa menjawab pertanyaan mu" Jay memutar bola mata nya malas melihat gadis yang ada di hadapan nya selalu bersikap menyebalkan pada nya.


" Bagaimana buku bisa menjawab pertanyaan ku, dasar aneh" Alice menggerutu seraya melangkahkan kaki nya mengambil sesuatu yang di maksud oleh Jay tadi. Buku berearna hitam terlihat seperti buku harian atau semacam nya.


Setelah mengambil nya, Alice memberikan nya pada Jay . Tapi jay tidak menerima nya malah menyuruh Alice untuk membuka nya.


" Bukalah halaman paling depan buku itu, dan kamu lihat apa kertas yang kamu maksud itu adalah kertas yang ada di sana?" Jay berbicara dengan santai.


Alice yang sudah merasa penasaran pun langsung membuka nya, dan betapa terkejut nya Alice saat melihat apa yang ada di dalam nya.


Hayo, apa yang dilihat Alice dalam buku itu?


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏


Jangan lupa baca juga karya baru autor yang rilis hari ini langsung 3 bab, autor nyona bikin karya 21+ semoga para readers suka😘😘


__ADS_1


__ADS_2