
Keesokan hari nya seperti yang sudah di rencanakan kemarin, mereka semua bertemu dan berkumpul di toko kue milik Yuki. Kali ini mereka mengadakan pertemuan di dalam ruang pribadi Yuki agar tidak mengganggu pengunjung toko yang lain nya.
Yuki, Adzriel, Zela dan Afkha tampak sudah berkumpul menunggu yang lain nya untuk datang.
" Coba kamu telfon lagi, apa mereka sudah akan kesini?" Yuki tampak gelisah menunggu yang lain nya datang. Jujur saja ini adalah hal yang berat untuk Yuki tapi Yuki juga ingin ayah nya itu mendapatkan pelajaran agar dia tidak bertindak seenak nya lagi terhadap orang lain.
" Kita tunggu saja, sebentar lagi mereka pasti akan datang" Zela tampak menenangkan putri nya itu.
Tak lama terdengar suara derap langkah kaki menghampiri ruangan Yuki dan mereka yakin bahwa itu adalah Nanda dan yang lain nya.
Tok
Tok
Tok
Suara pintu di ketuk dari luar, membuat Yuki langsung menghampiri pintu dan membuka nya.
" Kalian sudah datang?" ucap Yuki saat pintu terbuka menampilkan sosok Nanda, Fika, Jay dan satu orang lagi yang tak asing di mata Yuki namun menjadi satu tanda tanya di benak Yuki saat ini " kenapa dia ikut datang kesini?" batin Yuki menatap dengan tatapan menyelidik
" Dia memaksa untuk ikut boleh kan?" Jay yang merasa Yuki menatap heran pada Alice pun berbicara.
" Oh ya, aku sih tidak masalah tapi" Yuki menolehkan pandangan nya pada Fika dan Nanda.
" Aku tidak apa - apa" Fika yang mengerti pun langsung berbicara.
" Maaf kalau kehadiranku sedikit mengganggu kalian, tapi aku juga ingin ikut andil dalam hal ini karena perusahaan ku juga hampir menjadi korban mereka" Alice membuat alasan. " Dan jangan khawatir, aku sudah tidak mempunyai perasaan lagi pada Nanda jadi aku harap kalian tidak menghawatirkan masalah itu" Alice tersenyum tulus.
" Ayo masuk! Jika Fika saja tidak merasa keberatan, aku juga tidak ada alasan untuk tidak mengizinkan mu bergabung di sini." Yuki pun mempersilahkan semua nya untuk masuk ke dalam.
Kini semua sudah berkumpul dan duduk di atas sofa yang tersedia disana dan sebagian duduk di atas kursi yang mereka ambil dari kursi tamu dari dalam toko.
" Lalu, apa rencana kita selanjut nya?" Yuki tampak menatap Nanda dan Adzriel secara bergantian.
__ADS_1
"Sebenar nya rencanaku sangat simpel, aku akan mengakuisisi Atmaja Group. Itu adalah hal yang mudah untuk ku" Nanda berbicara ponggah seraya melipat kedua tangan nya di depan dada nya.
" Ya, itu ide yang bagus. Tapi aku kira jika kau melakukan nya seorang diri, aku takut nya kamu dan keluarga mu akan menjadi terancam oleh mereka karena mereka pasti akan balas dendam setelah perusahaan nya hancur" Adzriel tampak berbicara.
" Ya, aku setuju dengan Adriel. Apalagi kalau mereka sampai tahu siapa istrimu pasti keluarga Balendra dan keluarga Wijaya akan menjadi bulan - bulanan mereka" Jay ikut menimpali.
" Tidak, itu tidak boleh! Cukup selama 5 tahun ini keluarga Wijaya menderita karena papa ku. Aku tidak mau menambah nya lagi" Yuki tampak keberatan.
" Papa mu? Apa maksud mu?" Alice yang belum tahu bahwa Yuki adalah anak dari Arga yang menjadi musuh mereka pun tampak bertanya dengan wajah yang bingung.
" Oh, nona Alice belum tahu. Pak Arga adalah papa Yuki, namun mereka tidak mengetahui satu sama lain karena tante Zela mama Yuki dulu pergi saat Yuki masih dalam kandungan nya." Fika tampak menjelaskan.
" Benarkah? Lalu bagaimana dengan rencana kita, apa nona Yuki tidak apa - apa?" Alice menatap Yuki dengan pandangan iba.
" Ish, nona Alice tenang saja. Ini juga rencana ku, walaupun dia adalah ayah ku tapi aku tidak membenarkan apa yang telah dia lakukan pada semua orang termasuk pada ku dan mama ku" Yuki tampak tersenyum.
" Emm, aku salut pada mu. Oh ya, bisakah kalian memanggilku Alice saja? Aku merasa tidak nyaman kalian memanggilku nona" Alice terkekeh saat mengatakan nya.
" Oh baiklah" Yuki dan Fika berkata bersamaan dengan senyum di wajah mereka.
" Baiklah ka, aku akan mengurus nya dengan baik" Afka mengerti bagaimana perasaan Adzriel, bagaimana pun juga ini menyangkut keluarga calon istri nya.
" Apa kamu yakin Riel? Bagaiman kalau kamu dan keluarga mu jadi incaran mereka" Yuki tampak berwajah cemas
" Aku yakin, kamu jangan menghawatirkan keluarga ku. Aku bisa menyewa body guard untuk kedua orang tuaku lagi pula mereka pasti akan mengerti" Adzriel berkata dengan lembut.
" Baiklah kalau itu keputusan mu, Balendra Corp akan siap kapan saja bila kamu membutuhkan bantuan" Nanda tampak mendukung Adzriel. Nanda mengerti bagaiman perasaan Adzriel dan yang bisa dia lakukan hanyalah membantu dan mendukung nya.
" Wilantara Corp juga siap membantu kalian, jadi jangan sungkan untuk meminta bantuan kami" Alice juga ikut mendukung.
" Terima kasih semua nya, aku sangat beruntung mempunyai teman - teman seperti kalian" Yuki tampak meneteskan air mata haru nya.
" Tante juga sangat berterima kasih pada kalian, tante sangat bersyukur karena Yuki di kelilingi oleh orang - orang yang sangat baik dan menyayangi nya" Zela yang sedari tadi hanya diam dan mendengarkan mereka juga tampak meneteskan air mata nya.
__ADS_1
" Sama - sama tante, tante tenang saja. Yuki orang yang sangat cantik dan baik hati, jadi pasti banyak yang menyayangi nya. Iya kan?" Jay tampak mengedipkan sebelah mata nya membuat Yuki dan Zela terkekeh.
" Hey, apa kau mencoba merayu calon istri ku huh?" Adzriel mendengus kesal.
" Ish, baru juga calon, bukan istri iya kan?" cibir Jay.
" Dasar play boy, calon istri orang juga dirayu" cibir Alice dengan bibir yang mengerucut tajam.
" Aku kan masih jomblo jadi aku bebas untuk merayu siapa saja" jawab Jay enteng.
" Terserah!" Alice mendengus kesal.
" Sudah - sudah, aku pusing mendengarkan ocehan kalian." Nanda tampak mendengus kesal.
" Ya, apa kalian tidak malu dengan tante Zela huh" Fika ikut menimpali.
" Ish, lama - kelamaan sikap menyebalkan Nanda menular pada kakak ipar" cibir Jay mendapat timpukan bolpoin pada kepala nya.
" Ish, kau ini menyebalkan sekali" Jay tampak menatap Nanda dengan tatapan permusuhan.
" Kau yang menyebalkan dasar jomblo akut" balas Nanda.
" Sudah lah lebih baik kita makan siang sekarang, apa kalian tidak lapar?" Zela tampak menghentikan perdebatan antara anak - anak di sana.
" Tante benar, aku juga lapar" Fika tampak bersemangat.
" Baiklah aku akan memesankan makanan untuk kita dan selama kita menunggu makanan kita datang. Aku akan meminta Sila dan Via membawakan beberapa kue kesini" Yuki pun berdiri hendak pergi mengambil beberapa kue yang ada ditoko nya.
" Akhir nya aku akan mencoba memakan kue dari toko yang sedang viral itu, bisakah aku memilih beberapa kue untuk ku?" Alice ikut berdiri dengan wajah yang bersemangat
" Tentu saja ayok!" Yuki tersenyum manis.
Mereka pun makan siang bersama di ruang kerja toko kue milik Yuki dengan suasana yang riuh dan ramai dengan beberapa canda tawa dan cibiran dari bibir mereka masing - masing.
__ADS_1
" Maaf ya, cuma bisa up date satu bab soal nya mama autor lagi sakit jadi gak bisa banyak update . Ini juga ngeluangin waktu di sela jaga mama. Mohon do'a nya untuk kesembuhan mama ku.🙏🙏
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorit kalian dan beri hadiah yang buanyak. Terima kasih 🙏🙏