
"Setelah itu aku tidak pernah bertemu lagi dengan Arga, untung saja kamu sangat kuat sayang sehingga kamu tetap baik - baik saja dalam kandungan mama setelah pendarahan hebat yang mama alami saat itu" Zela tampak memeluk Yuki dengan rasa syukur yang sangat besar.
" Jadi itu alasan pak Arga mencelakai ayah pada saat itu?" Fika bertanya dengan mata menatap kosong ke arah depan.
" Ya, maafkan tante Fika. Saat itu tante tidak tahu kalau Arga akan nekat melakukan tindakan kejahatan seperti itu. Jujur tante saat itu juga sangat terkejut." Zela menatap Fika intens.
" Ini bukan salah tante, ini semua salah pak Arga yang tidak bisa mempercayai orang yang dia cintai" Fika memegang tangam Zela.
" Ya, Fika benar tante" Nanda ikut menimpali.
" Lalu bagaimana mama tahu tentang kecelakaan yang menimpa om Bima bila mama saat itu tidak pernah bertemu dengan papa nya Yuki?" Adzriel tampak berfikir.
" Mama saat itu dirawat dirumah sakit satu hari. Dan dihari yang sama saat mama diperbolehkan pulang oleh dokter. Mama tidak sengaja melihat Sita yang berlari dengan perut yang sudah besar mengejar blankar yang membawa Bima dengan keadaan yang mengenaskan. Mama pun merasa kaget saat itu dan langsung menghampiri Sita yang sedang terduduk lemas dilantai depan UGD ditemani Danu saat itu. Dan saat mama akan bertanya, Sita malah berteriak histeris memaki mama dan menyalahkan mama karena saat itu Sita melihat sendiri siapa yang menabrak Bima sampai seperti itu. Mama saat itu hanya bisa meminta maaf tanpa bisa berbuat apa - apa karena bahkan mama pun sudah di usir dengan kejam oleh papa mu" Zela bercerita dengan berurai air mata.
" Lalu, apa kita akan balas dendam seperti yang kita lakukan pada om Bisma dulu?" Yuki tampak bertanya pada semua nya membuat mereka menoleh bersamaan dengan wajah yang terkejut
" Apa kamu yakin sayang, dia papa mu?" Adzriel bertanya dengan nada lembut.
" Aku yakin, lagi pula bagaimana pun dia sudah sangat jahat pada semua orang" Yuki tampak serius.
" Tapi ini tidak akan mudah, mengingat siapa yang kita hadapi saat ini" Nanda tampak berfikir.
" Ya, apa yang di katakan tuan Nanda itu benar" Zela membenarkan.
" Aku tidak peduli, bagaimana pun juga dia harus menerima akibat dari perbuatan nya pada mama, pada ku dan pada keluarga Fika" mata Yuki tampak memancarkan amarah.
" Apa kau yakin? Dan apa kamu siap dengan resiko yang akan kita tanggung? Mengingat siapa yang kita hadapi saat ini" Fika tampak menatap Yuki dengan tatapan menyelidik.
" Aku yakin dan aku siap" ucap Yuki mantap tanpa ragu sedikit pun.
" Baiklah, kita susun rencana kita dari sekarang. Mungkin dampak yang akan dia rasakan akan butuh waktu namun saat itu tiba kita harus siap dengan kemungkinan terburuk nya. Nanti aku akan meminta Jay juga untuk membantu kita" Nanda berbicara serius.
" Ya dan aku akan meminta bantuan Afkha juga" Adzriel ikut menimpali.
__ADS_1
" Besok kita bertemu lagi disini untuk merencanakan langkah kita selanjut nya, aku akan mengajak Jay bersamaku dan kau jangan lupa ajak Afkha" Nanda memberi intruksi dan semua tampak menganggukan kepala mereka.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara di tempat lain tepat nya di kafe tempat Razky bekerja tampak seorang gadis cantik sedang duduk dengan gelisah seraya terus melihat jam tangan yang ada di tangan nya. Separti nya dia sedang menunggu seseorang.
" Ish, lama banget sih? Bukan nya dia yang ngajakin ketemuan tapi dia juga yang telat" gadis itu yang tak lain adalah Alice tampak menggerutu kesal.
" Aku juga yang bodoh, sudah tahu dia itu tukang php dan aku malah percaya lagi, sama dia" Alice mengerucutkan bibir nya.
Tak lama seorang pria tampan tampak menghampiri Alice dengan nafas yang tersengal - sengal karena berlari dari depan sampai ke meja Alice " Maaf aku terlambat, apa kamu sudah lama disini?" Pria itu mendudukan diri nya di depan Alice.
" Ya, aku sudah dari tadi menunggumu, aku baru saja akan pergi karena kamu tidak datang juga" Alice mendengus kesal
" Mana mungkin aku tak datang, bukankah aku yang mengajak mu bertemu di sini" Jay terkekeh dengan ucapan nya.
" Ya, kau yang berjanji dan kau yang mengingkari" ucap Alice ketus
" Au ah" Alice tampak mengulum senyum nya. Alice selalu tidak bisa bila tak tertawa atau pun bersikap ketus bila bersama dengan pria yang satu ini.
" Maaf kalian mau pesan apa?" Disaat mereka sedang berdebat, seseorang datang membawa buku menu yang ada ditangan nya.
" Kamu mau pesan apa?" Jay tampak bertanya pada Alice
" Terserah!" jawab Allice masih dengan ketus.
" Pacar mu ini galak sekali" Tiba - tiba seseorang tadi berbisik pada Jay membuat Jay menoleh dengan wajah yang terkejut saat tahu siapa yang ada di hadapan nya.
" Kamu, sedang apa kamu disini?" Jay tersenyum kikuk pada orang itu yang tak lain adalah Razky.
Razky memperhatikan Jay sejak dia pertama datang dan berdebat dengan gadis yang ada di hadapan nya. Razky yang merasa penasaran pun mengambil alih tugas pelayan yang akan menuju ke meja Jay dan menggantikan nya.
" Ya, aku bekerja disini sebagai manager" Razky tersenyum ramah.
__ADS_1
" Oh ya, kenapa aku baru tahu" Jay mengerutkan kening nya.
" Apa kamu pernah bertanya?" Razky mengangkat sebelah alis nya.
" Tidak juga" Jay dan Razky pun tertawa bersama sedangkan Alice melihat kedua pria itu dengan dahi yang mengkerut.
" Ekhem, apa kalian melupakan sesuatu?" Alice menatap jengah pada kedua pria yang ada di hadapan nya
" Ah aku lupa kalau disini ada kekasih mu?" Razki tersenyum kikuk sedangkan Jaya dan Alice tampak saling tatap dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
" Dia bukan kekasih ku" jawab Jay enteng sedangkan Alice menunjukan wajah kesal nya
" Ya, siapa juga yang mau berpacaran dengan pria playboy menyebalkan seperti dia" Alice mendengus kesal.
" Ya, dan siapa juga yang mau jadi kekasih gadis yang jutek seperti dia" Jay pun melakukan hal yang sama
Razky menatap Jay dan Alice secara bergantian dan sepersekian detik kemudian senyum tercetak di wajah tampan Razky. " Seperti nya mereka saling menyukai namun kedua nya terlalu gengsi" batin Razky.
" Ya, baiklah terserah kalian ada hubungan apa tapi sekarang urusanku adalah pesanan kalian. Atau kalian hanya sekedar numpang untuk berdebat disini" Razki tampak bersiap untuk mencatat pesanan mereka.
" Ish, mana mungkin seperti itu. Baiklah aku pesan steak dan es teh manis saja dan kamu mau pesan apa?" putus Jay pada akhir nya.
" Aku samakan saja dengan mu" Alice menunduk malu dengan sikap nya tadi di hadapan pria yang tidak dia kenal.
" Baiklah, silahkan tunggu pesanan kalian" Razky pun berlalu pergi untuk mengambil pesanan Jay dan Alice.
Alice tampak menatap Razky yang kian menjauh dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Jangan jatuh cinta pada nya, dia sudah mempunyai kekasih dan kekasih nya itu baik dan lemah lembut tidak seperti mu yang sangat jutek" ucap Jay ketus saat melihat Alice menatap Razky.
" Ish, siapa juga yang jatuh cinta dengan dia. Aku hanya heran kenapa kamu bisa mengenal nya?" Alice menatap Jay dengan tatapan menyelidik.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorit kalian dan berikan hadian yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1