
Warning ! 🔥🔥bagi yang belum cukup umur di skip aja ya!🙈🙈
Zela tampak meringkuk memeluk lutut nya sendiri melihat Arga yang menatap tajam dan penuh naf su seperti serigala yang siap untuk menerkam mangsa nya.
Tak ingin membuang watu Arga langsung menautkan bibir mereka . Arga melu mat dan menge sap bibir Zela dengan sangat kasar dan rakus bahkan dia tidak memperdulikan tangan Zela yang memberontak dan memukuli dada nya dengan keras. Arga malah merasa seperti tertantang dan melakukan nya lebih buas lagi.
Setelah dia puas melakukan nya dengan bibir mungil Zela, bibir nya turun pada leher jenjang Zela dan meninggalkan beberapa jejak disana seraya tangan nya yang tak diam begitu saja. Tangan nya merobek kasar pakaian yang dipakai oleh Zela hingga kini hanya tertinggal pakaian da lam nya saja.
Zela teeus menangis dan menjerit setiap mendapatkan perlakuan kasar dari suami nya itu dengan tubuh yang sudah lemah dan tak berdaya. Dia hanya bisa pasrah menerima setiap perlakuan dari suami nya itu walau itu menyakiti tubuh dan juga batin nya.
Jujur saja Zela pasti akan dengan senang hati melayani suami nya itu bila saja Arga memperlakukan Zela dengan lembut seperti biasa nya. Namun kali ini sangat berbeda. Arga melakukan itu hanya untuk meluapkan naf su dan amarah nya saja pada Zela bahkan Zela tidak merasa melakukan apa yang telah dituduhkan oleh suami nya itu.
Zela memang gadis yang populer dan mempunyai pergaulan bebas, apalagi karir nya dulu yang sempat menjadi model saat masih duduk di bangku kuliah bahkan Zela mengikuti sskolah khusus model saat itu. Zela juga pernah berpacaran dengan beberapa pria termasuk Bima, namun dia selalu menjaga diri nya dengan baik sehingga yang pernah menyentuh nya hanya Arga sang suami seorang dan seharus nya Arga tahu itu saat mereka melakukan malam pertama mereka
Arga dengan terburu buru kembali merobek kain kecil yang masih melekat pada tubuh istri nya itu dan langsung menye sap benda kecil berwarna pink itu dengan rakus nya. Tangan nya pun tak tinggal diam, dia mere mas dan memainkan bulatan kecil itu dengan sangat lincah oleh tangan nya.
" Aaakh" satu de sahan lolos dari bibir Zela, baru kali ini dia merasa jijik pada diri nya sendiri yang bisa - bisa nya mengeluarkan suara seperti itu disaat seperti ini.
Arga yang mendengarkan itu tampak menyeringai dan kembali melakukan aksi nya.
Kini tangan Arga yang satu nya tampak memainkan area sensitif Zela yang ada di bawah sana. Dengan kasar pula jari - jari kekar milik Arga tampak bermain lincah di bawah sana membuat Zela semakin menjerit dan men de sah tak karuan.
__ADS_1
Setelah puas memainkan jari nya. Arga pun langsung mengarahkan dan memasukan adik kecil nya pada milik Zela. Arga menghentakan nya dengan kasar dan berkali kali membuat Zela semakin tak karuan namun dia tidak bisa berbuat apa - apa dan hanya bisa pasrah atas perlakuan yang diberikan oleh suami nya itu dengan air mata yang terus mengalir dengan deras nya.
Suara rintihan tangis, de sahan dan era ngan tampak memenuhi seluruh ruangan kamar pada malam itu.Bahkan Arga melakukan itu bukan hanya sekali tapi berkali - kali tanpa menghiraukan rintihan kesakitan dari istri nya itu. Sampai Arga yang kelelahan tumbang begitu saja di samping Zela dan tertidur begitu saja. Namun tidak dengan Zela, dia tampak menangis tersedu - sedu meratapi nasib buruk yang menimpa nya di saat seharus nya mereka berbahagia atas kehadiran bayi kecil yang saat ini ada dalam perut nya.
" Kenapa kamu melakuakan ini pada ku mas?" Gumam Zela melihat Arga yang sudah terlelap.
Zela bangkit dan memunguti pakaian yang sudah tak berbentuk karena di robek oleh suami nya tadi. Zela menangis seraya melangkah membuang pakaian nya pada tempat sampah dan berjalan kekamar mandi untuk membersihkan diri nya.
Setelah menyelesaikan ritual mandi nya. Zela memakai pakaian tidur nya yang tertutup dan menyusul Arga untuk masuk ke alam mimpi nya. Saat itu waktu sudah hampir subuh dan tak membutuhkan waktu lama untuk tubuh Zela yang sangat lelah untuk terlelap.
Namun harapan Zela untuk tidur dan beristirahat lebih lama hanya tinggal harapan saat tubuh nya kembali di seret kasar sehingga tubuh nya terjatuh dari tempat tidur dan membentur lantai yang dingin dan keras.
" Aw" pekik Zela seraya mengerjapakan mata nya yang masih sangat lelah itu.
" Siapa yang mengizinkan mu tidur dikasur ku ha?" Bentak Arga membuat Zela gemetar karena ketakutan. Seperti nya Arga tidak mengingat sama sekali apa yang dia lakukan pada Zela semalam
" A aku, bukan kah mas yang menyeretku ke atas tempat tidur itu dan melakukan" Zela tidak bisa meneruskan kata - kata nya dan hanya bisa meneteskan air mata nya mengingat kejadian semalam
" Mulai hari ini, aku tidak mau melihat wajah mu lagi ada di rumahku. Sekarang juga pergi dari sini dan jangan pernah memperlihatkan wajah mu lagi pada ku!" Arga berbicara dengan nada yang sangat tinggi dengan kilatan amarah yang ada pada mata nya
" Tapi apa salahku mas, aku tidak melakukan apa pun aku bersumpah" Zela berdiri dan memegang tangan Arga dengan pandangan memohon.
__ADS_1
" Aku sudah melihat dengan mata kepala ku sendiri dan aku tidak mau mendengarkan omong kosong mu lagi. Pergi dari sini atau aku tidak segan - segan untuk menghabisimu" Arga mencengkram kuat rahang Zela membuat Zela meringis kesakitan dengan air mata yang mengalir deras.
Arga yang sudah di butakan dengan rasa cemburu dan amarah tidak menghiraukan penjelasan yang Zela berikan pada nya dan langsung menyeret paksa Zela keluar dari kamar nya dan berjalan menuju pintu keluar utama rumah nya dan menghempaskan tubuh Zela dengan sangat keras saat dia sudah sampai di ambang pintu keluar.
" Pergi dan jangan kembali lagi" Bentak Arga seraya memalingkan wajah nya.
" Aw, Zela mengaduh kesakitan dan merasakan ada darah yang keluar dari area bawah nya. Zela sangat panik karena menghawatirkan anak yang ada dalam kandungan nya.
" Sakit... hiks... Mas tolong antar aku kerumah sakit mas, aku akan pergi dan tidak akan mengganggu mu lagi asal aku bisa ke rumah sakit secepat nya aku mohon!" Zela berlutut memohon pada Arga dengan tubuh nya yang lemas dan tidak kuat berdiri seraya memegang perut nya yang terasa sangat sakit.
Zela tidak perduli lagi dengan apa yang terjadi pada nya yang terpenting sekarang adalah nyawa bayi nya.
" Aku mohon mas, sakit!" Zela semakin merintih kesakitan namun Arga tidak menghiraukan nya sama sekali.
" Aku mohon mas, aku bersumpah tidak akan mengganggu mu lagi. Asal aku bisa kerumah sakit secepat nya" Zela terus memohon dengan nafas yang tersengal - sengal karena menahan rasa sakit yang teramat sangat pada perut nya.
Arga yang mendengar perkataan Zela pun menjadi tak tega dan menyuruh sopir nya untuk mengantarkan Zela ke rumah sakit seperti apa yang di pinta oleh istri nya itu. Setidak nya itu adalah hal yang terakhir yang ia lakukan untuk Zela.
" Toto bawa dia kerumah sakit seperti kemauan nya dan setelah itu kau bawa dia kemana saja asal jangan kesini" Titah Arga pada sopir yang biasa mengantar Zela tanpa menolehkan wajah nya pada Zela.
Flas back off
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Koment. Jangan lup jug tambahkan ke favorit kalian dan kasih hadiah yang buanyak untuk karya ku ini. Terima kasih 🙏🙏