Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )

Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )
Bab 78


__ADS_3

Kini semua tampak melihat Fika dengan mata yang terbelalak tidak percaya. Karena Fika saat ini sedang dengan lahap nya memakan makanan hasil masakan Nanda yang sangat berantakan.


Glek


Nanda menelan saliva nya susah melihat istri nya yang sedang memakan makanan buatan nya yang dia saja tidak berani untuk mencoba nya.


" Apa itu enak sayang?" Walaupun ragu Nanda akhir nya menanyakan nya juga pada istrinya


" Emm, ini enak sekali. Apa kakak mau mencoba nya?" Fika mndekatkan piring nya pada Nanda yang duduk di samping nya.


" Beneran enak?" Nanda bertanya sekali lagi untuk memastikan nya sedangkan yang lain nya tampak mendengarkan.


" Ya, coba saja! Apa kalian semua yakin tidak mau makan bersama ku?" Fika tampak memandang satu persatu yang ada di sana.


" Tidak usah kak"


" Tidak - tidak"


" Biar untuk kamu saja"


Kira - kira seperti itu lah yang terdengar dari mulut mereka semua seraya tersenyum kikuk dan menggelengkan kepala mereka.


" Ya sudah kalau tidak mau" Fika pun kembali menyuapkan makanan ke dalam mulut nya dengan lahap. Sedangkan Nanda tampak akan ikut menyuapkan makanan ke dalam mulut nya. Dengan perasaan ragu akhir nya Nanda pun berhasil memasukan sesuap makanan pada mulut nya. Nanda tampak mengunyah dan merasakan bagaimana rasa makanan yang ia buat dan semua mata tampak menatap Nanda dengan tatapan yang terlihat penasaran.


" Uwek... uwek" Nanda tiba - tiba berlari ke arah washtafel yang tak jauh dari sana untuk memuntahkan kembali makanan yang telah ia makan. Semua mata tampak memutar bola mata mereka malas melihat Nanda yang dengan bodoh nya mau memakan makanan yang terlihat amburadul itu. Kalau Fika ya jelas lidah nya agak aneh, mungkin itu bawaan bayi juga karena ada sebagian wanita hamil yang akan menjadi aneh seperti Fika ini saat diri nya sedang mengandung.


Nanda memuntahkan kembali makanan nya dan meminum air yang cukup banyak untuk menetralisir rasa tak enak yang masih tersisa pada lidah nya.


" Bagaimana bisa dia menikmati makanan yang tidak enak ini" Nanda bergumam dengan masih memegang gelas di tangan nya.

__ADS_1


" Kamu jangan heran, ibu hamil memang seperti itu, kadang suka aneh. Bimil juga lebih sensitiv, jadi kalau Fika mudah ngambek atau kesal kamu maklum aja ya!" Sita menghampiri menantu nya yang sedang melihat putri nya dengan aneh.


" Ya bu, pantas saja akhir - akhir ini Fika mudah sekali marah dan sering uring - uringan dengan hal yang tidak jelas. Ternyata dia sedang mengandung calon anak kami" Nanda mengingat kembali sikap aneh yang sering di perlihatkan Fika akhir - akhir ini.


" Ya, kamu sebagai suami harus sabar" Sita terkekeh saat mendengarkan apa yang di katakan menantu nya barusan.


" Tapi bu, apa tidak apa - apa bila kita membiarkan Qia memakan makanan itu. Maksudku apa tidak berbahaya untuk bayi nya juga?" Nanda tampak cemas saat mengatakan nya.


" Seperti nya tidak, selama makanan itu masih wajar saja untuk di makan" Nanda pun menganggukan kepala nya mengerti.


Setelah Fika merasa puas memakan makanan yang Nanda buat untuk nya, kini mereka tampak berkumpul di ruang keluarga bersama. Nanda juga sudah terlihat segar setelah membersihkan diri nya tadi.


" Apa Adzriel dan Yuki tidak datang?" Tanya Jay yang merasa heran karena tidak melihat keberadaan dua sahabat kakak ipar nya yang biasa nya tidak pernah ketinggalan dalam setiap momen kebersamaan mereka.


" Ya, aku fikir mereka akan datang juga?" Alice ikut menimpali.


" Memang nya apa yang terjadi pada Zela?" Sita bertanya dengan wajah cemas nya.


" Aku tidak tahu pasti, tapi tadi Yuki bilang kalau mama nya malam tadi tidak sengaja bertemu dengan pak Arga dan pak Arga sudah melakukan sesuatu pada tante Zela" Fika mengatakan nya dengan wajah yang sendu.


" Benarkah? Sungguh Arga sudah benar - benar keterlaluan" Bima tampak memancarkan kilatan amarah nya.


" Ya, kamu benar ka. Kali ini kita harus benar - benar membuat nya jera" Bisma juga ikut tersulut emosi nya.


"Ya, aku setuju. Dan kita harus menyusun strategi untuk itu" Nanda ikut berbicara.


" Tapi kalian harus ingat, jangan bertindak gegabah! Kalau tidak, malah kalian yang akan celaka." Davian memberikan nasihat nya.


" Ya, kalian harus ingat siapa yang sedang kita hadapi sekarang ini" Sita pun ikut menimpali membuat semua menganggukan kepala mereka mengerti.

__ADS_1


Selama beberapa waktu mereka menghabiskan waktu untuk mengobrol, sampai akhir nya jam makan malam pun tiba. Semua kecuali Fika ikut acara makan malam sedangkan Fika ke kamar nya terlebih dahulu untuk mengistirahatkan tubuh nya. Lagi pula dia sudah kenyang saat tadi sore memakan hasil masakan Nanda untuk nya.


Setelah acara makan malam selesai Jay dan Alice pun pulang dengan menggunakan mobil yang tadi di bawa oleh Jay, sebelum pulang ke apartemen nya Jay akan mengantarkan Alice terlebih dahulu.


" Apa kita majukan saja hari pernikahan kita ya?" Ucap Jay tiba - tiba saat sedang menyetir mobil nya.


" Kenapa?" Alice mengerutkan kening nya menatap kekasih nya itu.


" Setelah melihat kebahagiaan yang terpancar dari Nanda dan kakak ipar, aku juga jadi ingin segera kamu mengandung anak kita" Jay terkekeh saat mengatakan nya sedangkan Alice, kini wajah nya sudah merona seperti tomat saat mendengar perkataan Jay tadi


" Ish, kamu ini apa - apaan sih? Lamaran saja belum, main hamil - hamil aja" Alice mengerucutkan bibir nya lucu.


" Ya maka dari itu aku akan bicara pada mommy dan daddy untuk melamar mu minggu ini saja, supaya kita bisa melangsungkan acara pernikahan kita secepat nya setelah Adzriel dan Yuki menikah nanti, bagaimana?" Jay menaik turunkan alis nya lucu melihat Alice yang kini sedang merona dan salah tingkah.


" Terserah kamu saja" Alice memalingkan wajah nya menatap ke arah jendela untuk menyembunyikan wajah nya yang kini sudah sangat memerah.


Jay yang merasa gemas pada kekasih nya itu pun memberhentikan mobil nya di pinggir jalan yang cukup sepi dan tidak ada permukiman warga di sana.


" Kenapa berhenti, bukankah rumahku masih jauh" Alice memandang Jay dengan dahi yang mengkerut saat mobil yang ia tumapangi berhenti di pinggir jalan.


" Aku hanya ingin melihat wajah calon istriku yang terlihat sangat manis saat sedang malu - malu seperti tadi" Jay memegang dagu Alice agar dia sedikit mendongak untuk mempermudah nya melihat wajah cantik itu.


Cup


Satu kecupan mendarat tepat di bibir mungil Alice membuat Alice merasa kaget dengan apa yang dilakukan kekasih nya itu secara tiba - tiba.


" Batrai telah terisi, mari lanjutkan perjalanan!" Jay menginjak pedal gas mobil kembali dengan senyum mengembang di bibir nya. Sedangkan Alice masih memandang pria yang ada dihadapan nya dengan mata yang membulat sempurna dan jantung yang berdetak dengan kencang. Walupun ini bukan yang pertama kali nya untuk mereka tapi setiap momen yang Jay berikan akan selalu menjadi kejutan di kehidupan Alice.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2