
Warning area 21+ 🔥🔥🔥
Harap bijak dalam membaca! Bagi yang masih bocil skip aja ya !
Malam sudah semakin larut dan pesta yang sangat meriah itu pun sudah berakhir, tinggalah sepasang pengantin baru yang sudah selesai membersihkan diri mereka dan sudah mengganti pakaian mereka dengan piyama couple yang sudah Yuki siapkan untuk mereka. Kini Adzriel dan Yuki sudah memakai piyama berwarna hijau muda dengan gambar keropi yang lucu menghiasi piyama itu.
Yuki tampak sedang melihat ponsel nya dengan sesekali tertawa dan terkikik geli sambil menyandarkan tubuh nya di kepala tempat tidur pengantin yang sudah terlihat sangat indah setelah di hias dengan bunga - bunga mawar berwarna merah memenuhi ruangan itu.
Tadi Yuki membersihkan diri nya duluan dan dia sedang menunggu Adzriel yang juga membersihkan diri nya tadi setelah Yuki.
" Lihat apa sih? Kayak nya seru banget, sampai ketawa sendiri" Adzriel menghampiri Yuki dan menjatuhkan kepala nya di pundak Yuki seraya mata nya ikut melihat pada layar ponsel yang sedang di pegang Yuki.
" Iya nih, suami aku sama yang lain nya lucu banget" Yuki terkikik geli seraya mengulurkan ponsel nya agar Adzriel dapat dengan mudah melihat nya.
" Senang ya, lihat suami nya menderita!" Adzriel mengerucutkan bibir nya. " Aku sudah berusaha mati - matian lho untuk melakukan semua gerakan itu, dan sekarang aku mau meminta hadiah ku" Adzriel tersenyum penuh arti menatap Yuki yang kini menatap nya dengan dahi yang mengkerut.
" Hadiah, tapi aku tidak punya ap_ " belum sempat Yuki menyelesikan perkataan nya mulut nya sudah di bungkam oleh bibir Adzriel.
Adzriel menautkan bibir nya dengan bibir Yuki dengan lembut, Yuki pun hanya pasrah menerima nya. Yuki tidak membalas atau pun menolak karena jujur saja dia tidak tahu bagaimana cara nya karena ini yang pertama kali nya bagi nya.
__ADS_1
" Ini hadiah yang aku maksud" ucap Adzriel sesaat setelah melepaskan tautan bibir mereka. " Boleh kah aku meminta hak ku sekarang hem?" Adzriel menaik turunkan alis nya lucu sedangkan Yuki kini wajah nya sudah merona seperti tomat.
" Em" Yuki pun mengangguk malu dan tak menunggu lama lagi, Adzriel pun langsung kembali menautkan ke dua bibir mereka. Awal nya Adzriel melakukan nya dengan begitu lembut, namun lama - kelamaan ci uman itu semakin lama semakin menuntut.
Lidah Adzriel kini bahkan sudah menerobos ke dalam mulut Yuki dan mulai mengabsen setiap benda yang ada di sana. Yuki pun kini sudah mulai terbuai dengan apa yang di lakukan Adzriel sekarang pada nya sehingga perlahan dia pun mulai membalas tautan lidah yang di lakukan oleh suami nya itu.
Merasakan ada balasan dari sang istri membuat Adzriel semakin bersemangat untuk melakukan yang lebih lagi. Tangan Adzriel kini mulai membuka kancing piyama Yuki satu persatu dan setelah kancing terakhir, terpanganglah tubuh indah Yuki yang hanya di tutupi kain berbentuk kaca mata berwarna merah di sana. Adzriel pun dengan perlahan membuka baju Yuki dan penutup bagian dalam nya lalu kemudian dia lempar ke sembarang arah.
Tangan Adzriel pun kini sudah bebas untuk memegang dua gundukan kembar yang selalu menjadi bagian favorit para pria itu. Adzriel pun perlahan mendorong tubuh istri nya agar terbaring di bawah nya tanpa melepaskan tautan bibir mereka. Tangan Adzriel pun perlahan menggenggam dan me remas dua gundukan itu dengan sesekali memainkan ujung berwarna merah muda itu dengan jari nya. Bibir Adzriel pun kini sedang asyik mengecup dan menyesap ceruk leher Yuki dan meninggalkan jejak kepemilikan nya di sana.
" Aaaahk" suara de sahan lolos begitu saja dari bibir mungil Yuki membuat Adzriel semakin bersemangat untuk melakukan nya. Tubuh Yuki menggelinjang merasakan sensasi yang baru pertama kali dia rasakan. Rasa geli bercampur rasa nik mat yang tiada tara kini sedang di rasakan nya sekarang dan bagaikan ada beberapa aliran listrik yang mengalir pada tubuh nya saat ini membuat rasa itu semakin membuat nya terasa terbang ke puncak nirwana.
Tangan Adzriel pun kini mulai meraba dan mengusap bagian bawah Yuki dengan jari - jari nya, perlahan tapi pasti Adzriel memasukan salah satu jari nya dan.
" Aaakh, apa yang kau lakukan" ucap Yuki bercampur de sahan dengan kabut ga irah pada ke dua mata nya.
" Kamu tenang dan nikmati saja oke!" Adzriel pun kembali pada aktivitas nya.
" Aaahk, tapi apa kamu tidak jijik?" Ucap Yuki dengan malu - malu dan lagi - lagi di ikuti de sahan yang keluar dari bibir nya.
__ADS_1
" Jijik? Tentu saja tidak, lebih baik kamu diam dan nik mati saja oke!" Kini Adzriel menaikan wajah nya dan kembali menautkan bibir nya dengan bibir Yuki, dia fikir dengan begini mungkin akan membuat istri nya itu diam.
Sementara di bawah sana tangan Adzriel masih dengan nakal nya keluar masuk bagian bawah milik Yuki membuat tubuh Yuki menggelinjang tak karuan merasakan apa yang sedang di lakukan oleh suami nya itu.
Adzriel terus menggerakan tangan nya di bawah sana dengan gerakan yang semakin lama semakin cepat membuat tubuh Yuki semakin tidak karuan rasa nya, dan pada ahkir nya Yuki merasakan sesuatu yang akan tumpah di bawah sana.
" Riel hentikan, aku mau pipis" Yuki berkata setelah mendorong dada Adzriel pelan dengan suara yang sedikit serak karena menahan gai rah yang sudah lumayan besar pada diri nya.
" Lakukan lah sayang, aku menunggu nya!" Adzriel kembali menautkan bibir nya tanpa mengurangi atau menghentikan apa yang sedang tangan nya lakukan di bawah sana dan benar saja sepersekian detik kemudian sesuatu terasa tumpah di bawah sana. Setelah di kira Yuki sudah merasakan pelepasan nya Adzriel pun dengan tergesa - gesa melepaskan semua kain yang menutupi tubuh nya dan membuang nya ke sembarang arah, hingga terpangpang lah tubuh kekar dengan roti sobek pada bagian perut nya membuat wajah Yuki semakin merona saat melihat nya. Apa lagi setelah Adzriel melepaskan kain penutup bagian bawah nya yang menampilkan sosok Adzriel junior yang sudah menegang sedari tadi dan siap untuk bertempur.
" Itu kepala kura - kura kenapa panjang sekali?" Yuki menelan saliva nya susah saat melihat milik Adzriel yang sudah menegang sempurna dengan ukuran yang lumayan besar
" Kepala kura - kura?" Adzriel menaikan sebelah alis nya.
" Ya, kepala kura - kura. Bukan kah itu sangat mirip?" Yuki menatap Adzriel dengan malu - malu.
Adzriel pun tampak menatap milik nya seraya membayangkan bentuk kepala kura - kura yang di maksud oleh Yuki. " Terserah kamu sayang, berarti kalau ini kepala kura -kura, itu berarti ini tempurung nya iya kan?" Adzriel tersenyum menyerigai seraya tangan nya dengan nakal menyentuh bagian bawah milik Yuki.
**Sampai di sini dulu ya.😘
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏**