
Sore ini Yuki yang sedang bersedih dan juga merasa kesal, agak terobati dengan datang nya berita dari keluarga Balendra yaitu tentang kehamilan Fika. Yuki dan keluarga nya ikut senang dan merasa sangat bersyukur dengan hal itu.
Keadaan Zela juga lebih baik setelah dia berbicara dengan Yuki saat Yuki menguatkan nya. Zela untuk sementara juga akan tinggal di rumah Dita untuk melundungi nya dari Arga sebelum masalah mereka terselesaikan.
Sementara Yuki yang sedang sibuk memikirkan rencana selanjut nya agar bisa membalas kejahatan yang di lakukan oleh papa kandung nya, berbeda lagi dengan Nanda yang tampak bingung dengan benda - benda yang ada di hadapan nya saat ini di dapur. Ya Nanda dan Andra baru pulang dari pasar tadi setelah berhasil mendapatkan apa yang mereka cari atas permintaan dari istri nya yang sedang mengidam.
Jadi di sini lah Nanda sekarang, di dapur nya sedang memandang bahan - bahan masakan yang sama sekali tidak dia ketahui bagaimana cara mengolah nya. Dihadapan nya sudah ada Jengkol, kangkung dan beberapa bumbu dapur lain nya dan juga bahan untuk membuat sambal.
" Apa yang harus aku lakukan dengan semua ini?" Nanda mengangkat jengkol yang ada di hadapan nya dengan wajah yang terlihat bingung dan juga jijik.
" Tentu saja memasak nya" ucap Andra enteng seraya melipat ke dua tangan nya di depan dada nya. Andra sedari tadi melihat Nanda seraya mengulum senyum di bibir nya. Kapan lagi bisa membuat seorang Nanda Aditama Balendra berbelanja jengkol di pasar dan memasak nya. Ya tadi Andra mengantar dan menemani Nanda untuk berbelanja di pasar untuk memberitahukan apa saja yang harus mereka beli karena Nanda jelas tidak akan mengetahui semua itu.
" Ish, aku juga tahu. Tapi bagaimana cara memasak nya? Tidak bisakah aku menyuruh art untuk melakukan nya?" Nanda mengempaskan jengkol yang ada di tangan nya dengan kasar.
" Tentu saja tidak boleh, lagi pula Fika juga ingin melihat mu saat memasak nya" itu suara Anika yang baru memasuki dapur di ikuti oleh Sita dan juga Anggi.
" What, Qia juga ingin melihatku memasak? Oh God, kenapa harus sesulit ini ujian untuk menjadi seorang ayah" tubuh Nanda mendadak lemas hanya dengan membayangkan diri nya akan memasak masakan sebanyak ini.
" Jangan banyak bicara, ayo cepat kerjakan! Apa kamu mau anakmu nanti ileran" Anika berkata dengan nada tidak mau di bantah.
__ADS_1
" Ish, tentu saja aku tidak mau!" Nanda mendengus kesal. " Sekarang apa yang harus aku lakukan?" Nanda bertanya seraya memegang salah satu bahan makanan yang ada di hadapan nya.
" Biar ibu membantumu dan kamu Anggi tolong lihat Fika, apa dia sudah bangun" Sita pun menghampiri menantu nya untuk memberikan arahan apa yang harus di lakukan oleh Nanda
" Terima kasih ibu, kamu memang yang terbaik!" Nanda tersenyum senang pada ibu mertua nya. " Apa mommy tidak mau membantuku juga?" Nanda memandang dengan tatapan memohon pada Anika.
" Mommy akan membantumu dengan do'a di sini" Anika berkata dengan enteng seraya menengadahkan tangan nya seperti orang yang sedang berdo'a di hadapan Nanda.
" Ish, dasar mommy jahat sekali kepadaku" Nanda mengerucutkan bibir nya. Sedangkan Anika, Sita dan Andra yang ada di sana tertawa menertawakan Nanda.
Setelah beberapa waktu dapur menjadi sangat riuh oleh orang - orang yang sedang melihat Nanda yang sedang sibuk berkutat di dapur dengan bantuan dari Sita dan Anika. Saat ini seluruh anggota keluarga termasuk para bapak dan juga Fika kini ikut bergabung karena tidak mau terlewatkan momen langka seperti ini. Semua nya tampak sibuk mengkritik dan menertawakan Nanda yang sedang kewalahan dengan semua peralatan yang ada di dapur. Bila kalian bisa lihat keadaan Nanda saat ini sangat jauh dari kata keren, berwibawa dan sangat berkarisma seperti apa yang selama ini tersemat dalam diri nya. Kini celemek, tangan dan juga wajah Nanda terlihat kotor terkena beberapa tumpahan bumbu bahkan rambut Nanda yang biasa terlihat klimis kini berantakan.
" Ada apa ini? Kenapa semua berkumpul di sini dan di mana Fika?" tanya Alice karena merasa heran dengan berkumpul nya seluruh keluarga di dapur.
" Aku di sini Alice, kemarilah!" Fika yang sedang duduk di atas kursi di antara kerumunan pun melambaikan tangan nya pada Alice yang baru saja datang bersama dengan Jay.
" Kamu di sini sedang apa?" Alice menghampiri Fika dengan dahi yang mengkerut.
" Kami sedang melihat pemandangan yang langka kak, lihat lah!" Andra menunjuk Nanda yang masih terlihat sibuk dengan masakan nya dibantu oleh ke dua ibu nya yang sesekali mendapat omelan dari ke dua nya saat Nanda melakukan kesalahan dalam melakukan arahan yang di berikan oleh ke dua nya.
__ADS_1
" Apa itu Nanda, Sedang apa dia?" Alice menunjuk Nanda dengan wajah yang terkejut.
" Dia sedang memasak pesanan istri dan calon anak nya" Davian yang menjawab seraya menahan tawa nya.
" Wah wah, calon hot daddy kita ini memang luar biasa" Jay berkata dengan nada mengejek nya seraya tertawa.
" Ish, aku harap jika istrimu hamil nanti kau akan lebih menderita lagi dari aku" Nanda melempari Jay dengan sisa jengkol yang tadi sudah dia goreng namun tidak kena.
" Tidak mungkin, calon istri ku ini sangat pengertian. Iya kan yang" Jay menaik turunkan alis nya.
" Maaf, aku tidak jamin. Karena aku tidak tahu apa yang akan bayiku inginkan nanti nya" Alice memalingkan muka nya pada Jay membuat semua menertawakan nya dan. Sedangkan Jay menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
Setelah lama berkutat di dalam dapur akhir nya Nanda pun menyelesaikan juga masakan nya. Kini telah tersaji nasi liwet yang sedikit gosong, jengkol goreng yang juga tampak coklat kehitaman dan oseng kangkung yang berantakan serta sambal matah yang cabe nya terlihat masih banyak yang satuan.
" Wah akhir nya selesai juga, seperti nya enak. Ayo semua kita makan!" Fika tampak bersemangat dengan mata yang berbinar melihat makanan yang ada di hadapan nya.
Semua nya tampak saling pandang satu sama lain merasa aneh dengan bumil yang satu ini. 'Apa nya yang enak? Dari rupa nya saja jelas terlihat seperti tidak ada enak - enak nya sedikit pun' begitulah kira - kira yang mereka fikirkan seraya meringis melihat Fika yang sudah mengambil makanan nya ke dalam piring nya.
" Ha ha ha, kami sudah kenyang. Kamu saja yang makan" semua nya tampak menjawab dengan serempak.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Votedan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏