Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )

Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )
Bab 7


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, tak terasa hari yang paling ditunggu oleh Yuki dan Adzriel pun tiba. Hari ini Yuki dan Adzriel akan meresmikan pembukaan toko kue milik mereka


Yuki dan Adzriel mengundang beberapa kerabat dan teman mereka , tak lupa Wina mengajak para teman sosialitanya untuk mempromosikan kue dari toko milik putranya itu.


Yuki juga meminta Fika dan Nanda untuk datang kesana dan Fika sudah berjanji akan datang dan mengajak beberapa orang juga bersamanya


" Sila, apa kue keringnya sudah siap semua" Yuki tampak sibuk menyiapkan beberapa kue yang sudah dia buat sejak tadi pagi bersama dengan dua orang karyawannya yang dipekerjakan oleh Adzriel. Namanya Sila dan Via, yang merupakan teman - teman Yuki saat bekerja di toko kue tempat mereka bekeja dulu yang berhenti karena mendengar Yuki yang akan membuka toko kue nya sendiri, mereka memang lebih muda usianya dari Yuki tapi mereka punya kemampuan yang hampir sama dengan Yuki dalam membuat kue. Dan mereka sangat akrab dengan Yuki karena memang sifat Yuki yang apa adanya membuat mereka merasa nyaman bekerja dengan Yuki


" Keu kering sudah siap semua kak, tinggal beberapa aneka kue basah saja yang belum." Sila menjawab seraya tangannya tak tinggal diam, sama sibuknya dengan Yuki


" Tapi tenang aja dikit lagi beres ko" Via ikut menimpali


" Siip" Yuki mengacungkan ibu jarinya seraya tersenyum dan dibalas oleh keduanya dengan melakukan hal yang sama


Yuki terlihat sibuk menata kue - kue yang ada pada etalase dan meja - meja yang ada ditoko kue itu sedangkan Sila dan Via menyelesaikan pembuatan kue yang belum jadi


Jam sudah menunjukan pukul empat sore, ini saatnya para tamu akan tiba disana. Yuki sengaja mengadakan acaranya disore hari agar dia mempunyai banyak waktu untuk menyiapkan kue - kue yang akan dia berikan secara gratis pada setiap tamu , ya hitung - hitung sekedar promosi


Kret


Pintu kaca yang ada ditoko dibuka dari luar menampakan Adzriel yang baru datang bersama dengan papa dan mamanya

__ADS_1


" Selamat datang tante, om" Yuki menyalami satu persatu kedua orang tua Adzriel tak lupa dia mencium tangan mereka


" Wah, tokonya lumayan luas juga ya pa" Wina tampak menelisik setiap sudut toko


Didalam sana terdapat etalase tempat memajang kue yang cukup panjang, tak jauh dari sana tampak juga meja kasir tempat para pengunjung membayar kue mereka nanti. Dibelakang etalase tampak sebuah pintu yang menghubungkan tempat itu pada dapur tempat pembuatan kue - kue yang akan dijual disana. Disebrang etalase tampak beberapa rak kue juga tempat mereka memajang kue - kue bolu atau cupcake. Ditengahnya ada juga beberapa meja dengan dua kursi tempat para pelanggan menunggu pesanan mereka dan dibagian dalam ada ruangan seperti kafe tempat orang - orang yang ingin makan kue mereka ditempat. Ya toko yang dibeli Adzriel untuk Yuki adalah toko yang cukup besar


" Ya ma, anak kita itu memang pintar memilih tempat" Herman pun tampak ikut menelisik


" Bukan Adzriel pa, Yuki yang sudah memilih dan mengaturnya. Iya kan?" Wina tersenyum mengejek pada Adzriel


" Ya, tapi aku juga membantu. Iya kan Ki?" Adzriel menggaruk tengkuknya yang tak gatal


" Ya tante, Adzriel bantu ko. Bantu bayarin tokonya dari pemilik yang sebelumnya" Yuki terkekeh


" Iya deh iya" Wina akhirnya mengalah


" Silahkan duduk tante, om. Sambil nunggu tamu yang lainnya, silahkan cicipi yang telah kami persiapkan" Yuki menuntun Herman dan Wina pada meja yang memang sudah disediakan untuk para tamu yang datang. Diatas meja sana sudah disediakan bermacam - macam kue dan juga minuman berwarna - warni.


" Ka kemari sebentar" Sila menyembulkan kepalanya dari arah dapur untuk memanggil Yuki


"Sebentar" Yuki menjawab panggilan Sila " om , tante, saya permisi dulu. Silahkan nikmati makanannya" Yuki pun undur diri meninggalkan mama dan papa Adzriel untuk kebelakang dengan Adzriel yang mengikutinya dari belakang

__ADS_1


" Ada apa?" Yuki yang sudah sampai didapur pun bertanya pada Sila


" Sepertinya kue - kuenya sudah siap semua, apa kita akan mengeluarkannya sekarang?" Via bertanya pada Yuki.


" Tentu saja, ayo bantu aku membawa semuanya dan menatanya diluar!" Yuki mengambil salah satu nampan yang sudah berisikan beberapa kue didalamnya


" Baiklah aku juga akan membantu kalian" Adzriel yang sejak tadi dibelakang Yuki pun mengeluarkan suaranya


" Astagfirullaah, sejak kapan lo ada disani? " Yuki merasa kaget karena tidak mengetahui Adzriel yang sejak tadi mengikutinya


" Gue ?" Adzriel menunjuk dirinya sendiri " tentu saja gue akan selamanya disamping lo" Adzriel mulai kumat kegombalannya


" Ish, mulai deh. Lagian tadi lo diam dibelakang gue bukan disamping gue" Yuki memutar bola matanya malas seraya melangkahkan kakinya menuju keluar dengan membawa nampan kue yang ada ditangannya


" Ya itu juga sama aja kan" Adzriel tampak mengambil salah satu nampan untuk dia bawa keluar " kalian lihat? Dia begitu manis bukan?" Adriel bertanya pada Sila dan Via yang terlihat terkekeh melihat kelakuan mereka berdua


" Ya, ka Adzriel benar. Dan bila ka Adzriel tidak segera menjadikannya sebagai kekasih kakak, maka jangan salahkan kalau ada pria lain yang mendahuluinya" Sila tampak menggoda Adzriel


" Ya bukankah ka Yuki terlalu manis" Via ikut menggoda seraya terkekeh geli bersama dengan Sila


" Ish, itu tidak akan kubiarkan" Adzriel mendengus kesal seraya melangkah meninggalkan mereka berdua yang tertawa geli seraya melakukan high five karena berhasil memanasi Adzriel. Sebenarnya sudah lama mereka tahu kalau Adzriel dan Yuki sama - sama menaruh perasaan cinta mereka hanya saja mereka seperti tidak menyadari akan perasaan mereka masing - masing. Padahal Sila dan Via bisa tahu dari bagaimana cara Adzriel memperlakukan Yuki dan cara Yuki menatap Adzriel itu jelas bukan hanya perasaan sebatas persahabatan seperti yang sering mereka katakan untuk menyangkal perkataan orang - orang yang mengatakan kalau mereka sepasang kekasih.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2