
Alice menatap tak percaya pada apa yang di lihat nya sekarang. Semua surat yang pernah ia tulis dulu untuk Jay tersimpan dengan rapi di sana, surat yang dulu ia tulis hanya untuk iseng semata bila mereka berkomunikasi di dalam kelas saat sedang ada dosen yang mengajar di kelas mereka. Tapi ada yang aneh dengan kertas berwarna pink yang terakhir di berikan oleh Alice, surat yang berisikan pernyataan cinta nya pada Jay.
" Maaf, surat yang terakhir kamu tulis terkena tumpahan kopi sebelum aku membaca nya, jadi aku tidak tahu apa isi nya." Jay menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
" Pantas saja saat itu kamu tidak datang, tapi kenapa kamu tidak mengatakan nya pada ku saat itu?" Alice merasa lega dalam hati nya.
" Datang? Datang kemana? Aku kira surat ini berisikan kata - kata iseng seperti biasa, jadi aku tidak membahas nya lagi dan lagi pula setelah itu bukankah kamu selalu menghindari ku? Aku kira kamu sudah tidak mau berteman denganku lagi." Jay berwajah sendu saat mengingat kejadian saat itu.
" Jadi kamu tidak tahu sama sekali apa yang aku tulis di sini?" Alice mengangkat sebelah alis nya menatap Jay yang menggelengkan kepala nya. Kini Jay mengubah posisi tidur nya menghadap pada Alice. " Oh god, kenapa kamu tidak langsung berbicara pada ku saat itu. Kamu tidak tahu betapa menderita nya aku karena kamu mengabaikan isi surat itu setelah kamu membaca nya, tapi kenyataan nya kamu bahkan tidak tahu sama sekali isi surat nya?" Alice menepuk kening nya sendiri seraya tangan yang satu nya memegang kertas berwarna pink yang menyebabkan kesalah fahaman yang berkepanjangan.
" Memang apa isi surat itu? Kamu bisa mengatakan nya langsung kan kali ini?" Jay merasa penasaran dengan isi surat itu yang membuat Alice uring - uringan seperti itu.
" Apa bila aku mengatakan nya sekarang, akan bisa mengubah keadaan?" Alice berfikir bila Jay tidak memiliki perasaan pada nya, itu akan percuma.
" Maksudmu?" Jay tampak mengerutkan kening nya karena merasa tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Alice pada nya.
"Maksud ku, bila aku mengatakan isi surat ini apa kamu bisa mengubah kehidupan cintaku?" Alice menatap Jay dengan intens.
" Aku" Jay tampak berfikir. " Aku akan membantu mu, karena kebahagiaan mu adalah hal yang penting untuk ku." Ucap Jay mantap. Jay berfikir bahwa melihat orang yang kita cintai merasa bahagia walaupun dia tidak bisa bersama nya itu sudah cukup untuk Jay.
__ADS_1
" Kenapa?" Alice merasa terhenyak saat mendengar perkataan dari Jay, apa sepenting itu dia di hati pria ini sampai dia ingin melihat nya bahagia.
Jay berusaha untuk bangun dari posisi berbaring nya untuk duduk bersandar, Alice yang melihat itu pun membantu nya. Kini Alice dan Jay duduk saling berhadapan karena Alice duduk di pinggir tempat tidur.
" Karena sejak kuliah dulu, kamu sudah menjadi orang yang penting bagi ku. Kamu tahu, saat kamu mulai mengacuhkan ku hati ku sangat sakit" Jay terkekeh saat mengatakan nya.
" Kenapa?" Alice lagi - lagi hanya bisa berucap kata itu sambil memandang wajah tampan yang ada di hadapan nya dengan mata yang sudah berkaca - kaca. Jujur saja saat ini perasaan Alice tidak bisa di ungkapkan dengan kata - kata.
" Kamu masih bertanya kenapa? Apa kamu tidak bisa menjawab nya sendiri? Sejak dulu aku mencintai mu" Jay berkata tanpa melihat wajah Alice. Jay fikir mungkin ini saat nya dia mengatakan semuanya, dia siap bila mendapatkan kemarahan dari gadis di hadapan nya. " Tapi kamu jangan khawatir, aku tidak punya maksud apa pun berkata seperti ini, aku hanya tidak sanggup memendam nya lebih lama lagi. Lagi pula aku tahu diri, aku tidak bisa di bandingkan dengan Nanda." Jay kembali terkekeh untuk menetralisir keadaan yang cukup menegangkan bagi nya .Sekarang Jay merasa lega karena sudah berhasil mengungkapkan perasaan nya setelah 6 tahun dia memendam nya dan sekarang dia tidak peduli akan apa yang akan di katakan oleh Alice pada nya.
" Dasar bodoh!" Air mata yang sudah di tahan sejak tadi akhir nya menetes juga pada wajah cantik nya. " Dasar bodoh!" Alis memukul dada bidang Jay pelan.
" Maaf" hanya kata itu yang bisa di ucapakn Jay pada Alice sekarang. " Aku memang bodoh karena berani mencintai mu" Jay merasa bersalah.
" Ya kau memang bodoh, tapi bukan karena kamu mencintai ku tapi karena kamu baru mengatakan nya sekarang" Alice langsung memeluk tubuh Jay begitu saja membuat Jay terkesiap dengan wajah yang terlihat bingung.
Alice semakin mengeratkan pelukan nya walaupun Jay belum membalas nya dan hanya diam dengan wajah terkejut dan juga bingung tercetak jelas pada wajah nya.
" Apa kamu masih belum mengerti hem?" Alice mendongakan wajah nya melihat wajah tampan yang selama 6 tahun ini dicintai nya.
__ADS_1
Cup
Alice mencium bibir Jay sekilas tanpa berkata apa pun membuat Jay mengedipkan mata nya berkali - kali berusaha mencerna apa yang terjadi saat ini. Sedangkan Alice tampak semakin mengencangkan pelukan nya pada Jay dengan senyum yang terus mengembang pada wajah cantik nya. Sungguh ini bagaikan mimpi bagi Alice, ternyata cinta nya tidak bertepuk sebelah tangan. Hanya saja sebuah kesalah fahaman membuat mereka saling menjauhi satu sama lain.
" Tunggu - tunggu, apa maksud semua ini" Jay memegang kedua pundak Alice dan menarik nya agar merenggang dari tubuh nya.
" Apa kamu belum mengerti juga huh?" Alice mengerucutkan bibir nya lucu." Apa yang tadi masih kurang?" Alice mengalungkan ke dua tangan nya pada pundak Jay " Apa aku harus mengulangi nya lagi agar kamu mengerti hem?" Alice memandang wajah tampan yang masih terlihat bingung itu " I Love You" Alice kembali mencium bibir Jay, awal nya Alice hanya akan mencium Jay sekilas tapi tangan Jay menahan tengkuk Alice dan memperdalam ci uman mereka. Jay mulai melancarkan aksi lidah nya namun Alice tampak diam tidak membalas nya membuat Jay menjadi bingung dan melepaskan tautan bibir mereka.
" Kenapa kamu diam saja hem? Bukankah kamu yang memulai nya?" Jay menaikan sebelah alis nya menatap Alice dengan tatapan menyelidik.
" Memang nya aku harus melakukan apa?" Alice berkata dengan tampang bodoh nya membuat Jay terkekeh.
" Katakan! Apa ini pertama kali nya untuk mu?"
" Tentu saja, asal kamu tahu aku selalu menjaga hati dan tubuh ku hanya untuk orang yang aku cintai" Alice menjawab dengan malu - malu.
" Baguslah, karena ini juga yang pertama bagiku. Jadi tidak ada yang curang di antara kita" Jay terkekeh saat mengatakan nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1