
Sementara di luar Adzriel dan kawan - kawan sedang mati - matian melawan para penjahat itu, Yuki masih menangis sesegukan setelah dia mengutarakan semua amarah nya. Begitu pun Alice yang ikut menangis melihat keadaan Yuki yang seperti itu, sedangkan Arga tidak bisa berkata apa - apa saat ini, dalam fikiran nya dia sedang meratapi dan menyesali apa yang sudah dia lakukan selama ini pada ke dua orang yang sangat dia cintai.
" Maaf, apa kalian bisa melepaskan ikatan ku?" ucap Alice dengan sesegukan menatap satu persatu orang yang ada di dalam ruangan itu. Yuki dan Alice saat ini berada di sebuah ruangan kecil yang ada di dalam gudang tua itu bersama dengan Diego dan juga Arga.
"Maaf Al, aku lupa" Yuki segera menghapus air mata nya dengan tangan nya secara kasar dan mulai bergerak mendekati Alice untuk melepaskan ikatan nya. Arga dan Diego hanya diam tanpa ada niatan untuk mencegah apa yang sedang di lakukan oleh Yuki saat ini
Duak
Duar
Terdengar suara pintu masuk gudang di buka secara kasar dan suara dari perkelahian dari luar.
" Yuki, apa kamu di sini?" Adzriel terdengar berteriak memanggil nama calon istri nya itu seraya tangan dan kaki nya masih sibuk melawan para penjahat yang ada di sana.
" Alice, apa kamu juga di sini?" Jay pun melakukan hal yang sama dengan yang Adzriel lakukan.
" Adzriel? Alice itu suara Adzriel" Yuki tampak senang saat mendengar suara calon suami nya itu, walaupun dia juga khawatir karena terdengar suara perkelahian di sana.
" Ya Ki, Jay juga datang" Alice pun sama senang nya dengan Yuki.
" Lepaskan kami, kami ingin keluar!" Yuki menatap tajam pada Arga yang masih diam mematung.dengan sejuta pemikiran nya.
" Keluarlah!" Arga berjalan ke arah pintu dan membukakan pintu untuk Yuki dan juga Alice, sungguh hati Arga saat ini sangat sakit setiap kali Yuki memandang nya dengan tatapan permusuhan.
Diego pun hanya terdiam tanpa ada niatan utuk mencegah mereka
Ceklek
__ADS_1
Pintu pun terbuka dari dalam dan yang pertama kali Yuki lihat adalah Adzriel dan kawan - kawan yang sedang mati - matian melawan anak buah Arga. Yuki tampak keluar lebih dulu bersama dengan Alice diikuti oleh Arga dan Diego di belakang mereka.
" Adzriel!" Yuki berteriak memanggil calon suami nya membuat semua nya menoleh ke arah nya.
" Hentikan semua! Berhenti, lepaskan mereka semua!" Terdengar suara Arga yang menggema di seluruh gudang membuat semua nya menghentikan perkelahian yang sedang mereka lakukan.
Semua tampak melihat heran pada ketua mereka, begitu pun Adzriel dan kawan - kawan yang heran pada Arga yang merupakan musuh mereka. Tapi mereka tidak ambil pusing karena yang terpenting sekarang adalah keselamatan Yuki dan juga Alice. Yuki berlari menghampiri Adzriel begitu pun sebalik nya, Adzriel berlari menghampiri Yuki dan mereka pun saling mendekap satu sama lain untuk meluapkan segala keresahan pada hati mereka.
Begitu pun Jay dan Alice yang melakukan hal yang sama. Nanda, Razky dan Afkha tampak melihat mereka tak jauh dari sana.
Jay dan Adzriel terlihat sama - sama menelisik tubuh pasangan mereka takut ada yang terluka. mereka juga sesekali mengecup puncak kepala pasangan mereka masing - masing yang berada dalam dekapan mereka. Dalam hati mereka, mereka sangat senang dan juga lega setelah mereka bertemu kembali.
" Apa kalian baik - baik saja?" Suara Nanda menghentikan acara berpelukan mereka.
" Ya, apa kalian baik - baik saja?" Razky ikut bertanya sedangkan Afkha tampak mendengarkan.
" Apa ini sakit?" Adzriel memegang luka Yuki dengan lembut.
" Tidak, bahkan mungkin kamu yang lebih kesakitan" Yuki memegang beberapa luka pada wajah Adzriel yang terkena pukulan saat perkelahian tadi.
" Ini tidak seberapa, lebih sakit saat aku tahu kamu telah menghilang." Adzriel menatap wajah Yuki dengan sangat intens.
" Maaf, kalian boleh pergi sekarang!" Arga terlihat melangkahkan kaki nya untuk menghampiri Yuki dan yang lain nya yang kini sedang menatap nya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan. " Papa harap kamu mau memaafkan papa!" Arga berkata dengan wajah sendu.
Deg
Jantung Yuki berdetak dengan sangat kencang saat mendengar panggilan yang di ucapkan oleh Arga.
__ADS_1
" Papa harap, kamu mau menerima papa sebagai papa kandung mu" Arga menatap Yuki dengan mata yang berkaca - kaca.
" Aku" Yuki tampak masih ragu dengan perasaan nya sendiri. Yuki mendongakan kepala nya menatap Adzriel yang masih setia memeluk nya . Adzriel pun menganggukan kepala nya seakan memberi isyarat bahwa tidak ada salah nya untuk memberi kesempatan pada papa kandung nya itu.
Yuki pun dengan perlahan mengurai pelukan nya pada Adzriel dan mulai melangkahkan kaki nya menghampiri Arga yang masih setia melihat nya dengan mata yang tampak berkaca - kaca.
" Maafkan papa, papa harap kamu mau memberikan kesempatan untuk papa agar papa bisa memperbaiki semua nya. Papa juga akan meminta maaf pada mama mu, semoga mama mu mau memaafkan papa" terlihat ketulusan dalam mata Arga.
" Aku hanya akan memaafkan anda hanya bila mama ku juga mau memaafkan anda. Karena luka yang dia dapat sangat banyak di bandingkan luka yang anda berikan pada ku. Bahkan beberapa hari yang lalu anda masih menorehkan luka itu" Yuki berkata setelah dia berada tepat di hadapan Arga.
" Papa janji , papa akan berusaha keras untuk itu." Arga merasa sedikit lega, setidak nya masih ada peluang untuk bisa memperbaiki hubungan nya dan putri semata wayang nya itu. Tangan Arga terulur memegang kedua pundak Yuki.
" Janji? Apa aku bisa memegang janji anda?" Yuki mengangkat alis nya sebelah.
".Aku akan menyerahkan diriku sendiri pada pihak yang berwajib dan akan mempertanggung jawabkan semua kejahatan yang telah aku lakukan" Arga berkata mantap membuat semua yang ada di sana terkejut terutama Diego
" Tapi kak" Diego tidak bisa meneruskan perkataan nya karena Arga mencegah nya dengan isyarat tangan nya. Arga melepaskan tangan nya dari pundak Yuki dan menghampiri Diego yang tampak tidak rela dengan keputusan yang di ambil oleh Arga.
" Diego, mulailah hidup baru mu dan jangan sampai kamu menyesal seperti ku. Aku titipkan semua adik - adik kita pada mu" Arga berbicara serius pada Diego, dan Diego pun hanya bisa diam tanpa mengatakan sepatah kata pun. Sungguh semua nya terasa berat dan terlalu tiba - tiba saat kakak angkat nya memutuskan untuk menyerahkan diri nya pada polisi.
Adzriel dan yang lain nya tampak menyaksikan semua nya dengan pemikiran yang berbeda - beda. Arga tampak berbicara pada Diego untuk meyakinkan semua nya akan baik - baik saja sedangkan Yuki yang baru ingin kembali menghampiri Adzriel tidak sengaja melihat seseorang membidik kan pistol ke arah Adzriel dari arah gudang.
" Tidak, Adzrieeeel" Yuki berteriak histeris menghampiri Adzriel yang diam mematung melihat ke arah Yuki. Semua termasuk Arga pun tampak menolehkan pandangan mereka pada Yuki yang berteriak seraya berlari menghampiri Adzriel, dan
Doorr
Satu tembakan tampak melesat dari arah luar gudang mengenai seseorang.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏