Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )

Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )
Bab 47


__ADS_3

" Tante, tolong ceritakan bagaimana bisa papa Yuki saat itu mencelakai ayah Bima!" Nanda tiba - tiba bertanya pada Zela setelah mereka semua kembali tenang. Yuki juga sudah duduk kembali di kursi nya dan sudah meredakan tangisan nya dalam dekapan Adzriel.


" Ya tante, ceritakan lah!" Fika pun ikut berbicara.


" Sebenar nya tante tidak tahu pasti ada masalah apa antara ayah mu dan papa nya Yuki. Yang tante tahu sejak mereka masih kuliah bahkan yang tante dengar sejak mereka masih SMA, mereka selalu bersaing dan entah kenapa Arga selalu membenci Bima dan ingin mendapatkan segala sesuatu yang Bima miliki termasuk aku" mata Zela tampak menerawang pada masa lalu nya.


" Tunggu - tunggu, mama bilang tadi siapa nama papa?" Yuki yang sejak tadi belum tahu nama pria yang sedang mereka bicarakan pun bertanya saat mendengar nama yang tidak asing lagi pada pendengaran nya.


" Arga Putra Atmaja, itu adalah nama papa mu sayang" Zela berbicara lembut.


" Arga, apa mungkin Arga yang itu? Tapi tidak mungkin, dia tidak terlihat jahat bahkan dia sangat baik hati karena selalu memberikan uang yang lebih untuk kue ku" batin Yuki tampak berfikir.


" Apa kamu mengenal nya sayang" Adzriel membuyarkan lamunan Yuki saat melihat calon istri nya itu tampak melamun setelah mendengarkan nama pria itu.


" Tidak, aku hanya mengingat ada pelangganku yang bernama sama tapi dia sangat baik padaku tidak mungkin itu orang yang sama kan?" Yuki tersenyum canggung.


" Ya, mungkin saja. Lagi pula yang nama nya Arga itu banyak kan?" Fika ikut menimpali.


" Ya, benar apa yang dikatakan istriku" Nanda pun ikut berbicara. " Sekarang lanjutkan cerita nya tante!" tambah Nanda lagi.


" Baiklah, tante fikir setelah Arga mendapatkan tante dia akan berhenti membenci Bima, namun ternyata aku salah. Arga semakin menjadi - jadi bahkan dia menuduh tante berselingkuh dengan ayah Fika saat itu"

__ADS_1


Flash back on


Suatu hari yang cerah 22 tahun yang lalu, seorang gadis cantik dengan wajah yang cantik dan tubuh yang sempurna seperti model tampak berwajah pucat dengan tubuh yang lemas berusaha bangkit dari tempat tidur nya.


" Mas, seperti nya aku tidak enak badan hari ini" Zela muda tampak berbicara pada suami nya yang sedang memakai pakaian kantor nya hendak pergi bekerja.


" Kalau begitu beristirahatlah, apa perlu aku menyuruh sopir untuk mengantarmu ke rumah sakit?" Arga sang suami tampak mendekati tubuh Zela dan memegang kening istri nya itu.


Arga sebenar nya adalah suami yang sangat baik dan perhatian pada istri yang sangat dia cintai, namun karena kesibukan nya akan obsesi nya untuk mengalahkan Bima dari segi mana pun termasuk harta membuat Arga sangat sibuk sampai terkadang kurang memperhatikan Zela yang sangat membutuhkan sosok suami yang selalu mendampingi nya disetiap dia membutuhkan nya. Arga lebih sering menyuruh pelayan atau pun pegawai nya untuk memenuhi kebutuhan Zela tanpa dia sadari kalau Zela juga membutuhkan sosok nya sebagai suami disamping nya.


" Apa tidak bisa kamu saja yang mengantarkan aku mas" Zela tampak memandang Arga dengan tatapan memohon.


" Ya, aku mengerti" ucap Zela dengan wajah yang terlihat sendu. Ingin rasa nya Zela merengek pada suami nya itu agar dia mau mengantar nya kerumah sakit, namun itu tidak mungkin karena Zela tahu bagaimana suami nya itu dan Zela ingin menjadi istri yang pengertian untuk suami nya itu. Ya Zela sangat mencintai suami nya itu karena Zela diam - diam mengagumi suami nya yang penyayang dan pekerja keras. Suami nya itu walaupun terlihat keras dan ditakuti oleh orang - orang disekitar nya tapi Arga sangat mencintai Zela dan selalu memperlakukan istri nya itu dengan penuh cinta dan kasih sayang. Itulah yang membuat Zela sangat mencintai suami nya itu.


" Terima kasih sayang, kamu selalu mengerti diri ku" Arga mengecup sekilas bibir mungil Zela yang sealu membuat candu untuk nya.


Zela pun hanya membalas dengan anggukan kepala nya seraya tersenyum manis. " Ya, dan aku harap kamu juga akan bisa mengerti diriku" batin Zela menatap punggung suami nya yang menjauh dan keluar dari kamar mereka untuk pergi bekerja.


Sore hari nya karena merasa tubuh nya semakin lemas, Zela pun memutuskan untuk memeriksakan diri nya ke rumah sakit. Zela akan pergi diantar oleh sopir yang husus Arga tugaskan untuk mengantarkan Zela kemanapun dia ingin pergi.


Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh, Zela akhir nya sampai juga di rumah sakit yang lumayan besar di kota Bandung. Zela melangkahkan kaki nya dengan lemas kedalam rumah sakit. Dan tanpa sengaja Zela bertemu dengan Bima yang akan mengantar Sita memeriksakan kandungan nya yang sudah tampak membesar.

__ADS_1


" Zela, apa yang kau lakukan disini?" Bima tampak menghampiri Zela seraya tangan nya menggandeng Sita yang sedang berperut besar karena kehamilan nya yang sudah menginjak 8 bulan.


" Aku tidak enak badan dan ingin memeriksakan diri disini. Kalian kesini untuk memeriksakan kandungan Sita? Wah sudah besar ya, berapa bulan?" Zela tampak berbinar melihat perut buncit Sita. Dalam hati nya dia juga ingin segera mengandung dan melahirkan seorang bayi yang sangat lucu.


" Usia nya 8 bulan dan sebentar lagi akan melahirkan, jadi kami harus sering mengecek nya" Sita tersenyum ramah pada Zela. Walaupun dia tahu kalau Zela mantan kekasih dari suami nya, tapi itu tidak membuat Sita membenci Zela begitupun sebalik nya Zela pada Sita.


" Wah, selamat ya! Semoga sampai saat nya melahirkan nanti kamu diberi kesehatan dan kelancaran oleh Tuhan" Zela berkata dengan tulus


" Aamiin" Bima dan Sita pun mengaminkan do'a dari Zela.


Setelah berbincang, mereka melangkah masuk bersama kedalam rumah sakit, namun entah karena tubuh Zela yang sangat lemah membuat Zela jatuh dan tak sadarkan diri. Sita dan Bima sama - sama panik dan Sita pun akhir nya meminta suami nya untuk mengangkat tubuh Zela yang sudah terkapar di tanah sedangkan Sita berjalan cepat kedalam rumah sakit untuk meminta pertolongan.


Saat Bima mengangkat tubuh Zela yang pingsan, tampak sepasang mata yang melihat mereka dengan kilatan marah dan rahang yang mengeras tercetak jelas pada wajah tampan nan dingin itu.


" Berengsek, berani nya mereka bermain dibelakangku" Arga tadi sempat menghubungi sopir yang selalu ia tugaskan untuk mengantarkan istri nya itu.


Sang sopir menceritakan keadaan Zela yang semakin melemah dan dia mengantarkan nya kerumah sakit. Arga merasa cemas saat mendengar nya dan langsung meninggalkan pekerjaan nya untuk menemui istri nya di rumah sakit.


Namun apa yang dia lihat saat ini membuat nya marah dan langsung pergi meninggalkan area ruamah sakit dengan amarah nya yang sudah tampak memuncak.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa tambahkan juga ke favorite kalian dan beri hadiah yang banyak untuk karya ku ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2