
Adzriel dengan wajah panik dan juga cemas terus menyisir jalan menuju ke rumah Yuki dan ke rumah nya. Adzriel juga sudah mendatangi tempat - tempat yang biasa nya di datangi juga oleh Yuki, namun hasil nya tetap sama. Yuki tidak di temukan di mana pun.
Bahkan Adzriel juga kini sudah meminta bantuan dari kakak ipar nya Razky dan juga asisten kepercayaan nya Afkha. Bahkan ayah Rafa dan papa Herman juga ikut membantu mencari. Dan setelah 2 jam mencari tanpa hasil mereka pun kembali berkumpul di rumah Yuki.
" Bagaiaman, apa ada petunjuk?" Adzriel bertanya pada semua nya saat semua sudah kembali berkumpul di ruma Yuki. Namun semua nya tampak menggelengkan kepala mereka lemah
" Bagaimana bisa Yuki menghilang begitu saja? Adzriel katakan apa kalian bertengkar" Razky tampak berbicara dengan raut wajah frustasi.
" Tidak, kami tidak bertengkar. Tadi aku sudah jelaskan pada kalian aku hanya teelambat menjemput Yuki karena ban mobil ku tiba - tiba kempes dan saat aku sampai di depan toko, Yuki sudah tidak ada di sana." Adzriel tak kalah frustasi.
Deerrrt
Deerrrt
Teedengar suara panggilan pada ponsel Adzriel yang ia letakkan di dalam kantong celana nya.
" Halo" Adzriel mengangkat panggilan dari ponsel nya.
" ..................."
" Apa bagaiman bisa? " Adzriel berkata dengan wajah yang tampak terkejut setelah mendengarkan apa yang di katakan oleh orang yang ada di sebrang sana. "Yuki juga menghilang. Kamu kemarilah! kita akan cari mereka bersama" Adzriel menyugar rambut nya kasar
"...................." terdengar sahutan dari sebrang sana dan setelah itu mereka mengakhiri panggilan mereka.
" Siapa? Kenapa kamu seperti nya sangat terkejut?" Rafa tampak bertanya dengan wajah panik nya.
__ADS_1
" Alice juga menghilang, Jay hanya menemukan mobil nya di pinggir jalan tanpa ada Alice di dalam nya di jalan menuju apartemen nya. Ya, yang tadi menghubungi Adzriel adalah Jay.
" Apa? Bagimana bisa, Alice juga menghilang? Aku harus menghubungi Nami" Razky terlihat panik dan terburu - buru menghubungi kekasih nya itu, hari ini dia belum sempat untuk bertemu dengan Nami dan dia khawatir kalau kekasih nya itu bernasib sama seperti adik nya dan juga Alice. Dan untung saja Nami baik - baik saja saat ini, dan Razky menyuruh Nami untuk tidak ke mana - mana saat ini.
" Jangan - jangan ini ulah dia" Zela tiba - tiba berbicara dengan wajah yang terlihat ketakutan.
" Apa maksud mama?" Adzriel mengerutkan kening nya melihat mama mertua nya yang seperti itu.
" Apa maksud tante, ini ulah pak Arga?" Afkha mencoba menebak apa maksud dari perkataan calon mama mertua dari kakak sepupu nya itu.
" Ya, siapa lagi kalau bukan ulah dia" Zela menganggukan kepala nya dengan tubuh yang bergetar. Dia kembali mengingat perbuatan mantan suami nya pada nya beberapa hari yang lalu, Dita yang melihat nya langsung mendekap tubuh Zela untuk menenangkan sahabat nya itu.
" Tenang lah, semua pasti baik - baik saja" Dita mengelus punggung Zela untuk menenangkan wanita itu. Tapi dalam hati nya sendiri Dita pun merasakan ketakutan yang sama dengan Zela.
" Afkha, tunjukan cctv yang ada di depan toko sekarang juga!" Adzriel baru teringat kalau di dalam dan di depan toko di terdapat cctv yang dia pasang untuk keamanan toko. Walaupun dia tidak pernah mengecek nya selama ini karena belum ada kejadian yang janggal yang terjadi di sana.
" Assalamu a'laikum" Tiba - tiba seseorang masuk ke dalam rumah Yuki yang memang pintu nya tidak di tutup itu.
" Walaikum sallam" Terdengar jawaban dari mereka semua.
" Bagaimana, apa ada kabar tentang Yuki? Aku sudah mengecek cctv yang ada di sekitar jalan itu dan ternyata ada dua orang pria berbaju hitam yang menculik dan membawa Alice" Jay berkata dengan nada yang sangat cemas.
" Benarkah? Kami masih mencari tahu apa yang terjadi pada Yuki" Adzriel cukup terkejut dengan apa yang dikatakan Jay barusan.
" Kalian lihat lah ini" Afkha yang sudah menyelesaikan apa yang di minta oleh Adzriel tampak mempertihatkan isi tab nya pada semua orang.
__ADS_1
Semua nya tampak melihat layar tab dengan wajah yang serius dan sepersekian detik kemudian, semua mata tampak membulat sempurna bahkan Dita dan Zela sampai menutup mulut mereka tidak percaya apa yang meteka telah lihat.
" Pakaian mereka terlihat sama dengan orang - orang yang menculik Alice, lihatlah!" Jay menunjukan rekaman cctv yang sudah dia salin pada ponsel nya pada semua orang yang ada di sana.
" Black Dragon" ucap Adzriel dan Razky bersamaan
" Kalian juga harus lihat ini!" Afkha kembali menunjukan tab nya pada semua orang. Semua orang tampak melihat tab Akha dengan dahi yang mengkerut.
" Bagaiaman bisa? Kejadian ini kapan terjadi?" Adzriel terlihat kaget dengan apa yang di lihat nya.
" Ini dari rekaman cctv selama dua bulan ini dan ini terjadi setiap hari" Afkha tampak menjelaskan.
" Tapi kenapa Yuki tidak pernah bercerita kalau dia sering bertemu dengan papa nya?" Dita juga ikut terkejut dengan apa yang sudah dia lihat.
" Dan dilihat dari sana, mereka terlihat akrab saat berbicara" Rafa ikut menimpali seraya memincingkan mata nya melihat pada layar tab.
" Bukankah Yuki tidak pernah tahu rupa papa nya? Maka besar kemungkinan mereka tidak tahu hubungan mereka satu sama lain" Razky ikut menjawab.
" Ini menunjukan bahwa darah lebih kental dari pada air" Herman yang sedari tadi diam mendengarkan ikut berbicara. " Kalian lihat wajah mereka, mereka terlihat senang saat berbicara satu sama lain walaupun mereka tidak tahu hubungan mereka apa" Lanjut nya lagi seraya menunjuk pada layar tab yang di pegang oleh Afkha. Dan semua nya tampak mengangguk setuju. Dapat mereka lihat dengan jelas keakraban yang terjalin antara ke dua nya saat mereka berbicara.
" Tapi aku yakin, setelah Yuki mrngetahui semua nya. Hubungan mereka tidak mungkin dapat seperti itu lagi" ucap Razky yang di angguki oleh semua nya.
" Cepat hubungi Nanda, tidak menutup kemungkinan Fika juga menjadi incaran mereka" Adzriel tiba - tiba teringat akan Fika yang pasti juga menjadi incaran mereka karena Nanda juga salah satu target mereka.
Jay pun tak menunggu lama langsung menelfon bos sekaligus sahabat nya itu dan langsung menanyakan keadaan Fika, awal nya Nanda marah dan kesal karena sahabat nya itu menanyakan istri nya tapi setelah Jay menjelaskan apa yang terjadi Nanda pun merasa kaget, tapi untung saja selama Fika diketahui hamil oleh semua nya. Nanda selalu mengurung Fika di rumah, Fika hanya di perbolehkan keluar bila bersama nya atau hanya sebatas pekarangan mansion saja. Nanda fikir pekarangan dan taman mansion saja sudah sangat luas kalau hanya untuk berjalan - jalan.
__ADS_1
Jay dan yang lain nya merasa lega saat mendengarkan perkataan Nanda yang menyebutkan bahwa Fika baik - baik saja.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏