Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )

Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )
Bab 18


__ADS_3

Hari ini adalah dua hari sebelum resepsi pernikahan Nanda dan Fika akan di selenggara kan . Tampak Yuki bersama dengan dua rekannya Sila dan Via tengah sibuk berkutat dengan tepung dan beberapa alat kue lainnya untuk membuat kue pengantin Fika dan juga Nanda. Yuki sengaja menutup toko nya agar bisa lebih konsentrasi untuk membuat kue pengantin dengan hasil yang sempurna


" Bagaimana Sil, kue yang untuk bagian bawah nya udah jadi kan?" Yuki menoleh sambil tangannya terus bergerak membuat adonan untuk menghias kue nya nanti , sedang kan Sila dan Via yang membuat kuenya


Yuki sudah merancang kue pengantin yang lumayan besar dan mewah untuk sahabat nya Fika, bagaimana pun Yuki ingin memberikan sesuatu yang istimewa untuk sahabat nya itu


" Untuk yang bagian tengah juga udah jadi ka" Via tampak sedang mengeluar kan kue yang sudah matang dari dalam oven


" Siip" Yuki mengacungkan ibu jari nya


Yuki , Sila dan Via yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya masing - masing sambil mendengarkan acara televisi yang mereka nyalakan disana. Kenapa televisi nya didengar kan karena mata dan tangan mereka sibuk pada pekerjaan mereka.


" Itu kan super model yang baru pulang dari Manila" Via yang tak sengaja mendengarkan tentang berita super model yang baru kembali ke Indonesia merasa tertarik melihatnya


" Benarkah? Sepertinya dia sangat hebat karena dia bisa berkarir sampai ke luar negri" Yuki tampak ikut tertarik namun pandangannya masih tetap fokus pada pekerjaannya


" Ya, memang begitu, apa kakak tahu? Beliau sudah paruh baya tapi masih terlihat cantik sampai sekarang dan penampilannya pun sangat modis" Sila ikut menimpali


" Tapi yang aku sangat suka, wajahnya mirip dengan kakak deh. Coba kakak lihat!" Via tampak menunjuk ke layar televisi yang letaknya tak jauh dari mereka


" Iya ya, ko aku baru ngeh ya. Beneran mirip banget Vi, kayaknya ka Yuki kalau sudah tua wajahnya akan seperti itu" Sila tampak menelisik wajah Yuki


" Kalian berlebihan, mana aku lihat " Yuki tampak penasaran atas apa yang dikatakan oleh para pegawainya. Namun sayang saat Yuki melihat layar televisi , berita tentang super model itu sudah habis dan diganti oleh berita yang lainnya


" Mana? Ko gak ada sih" Yuki tampak menatap kedua pegawainya


" Yah, kayaknya beritanya habis kak" ucap Via


" Tapi tenang! Kita bisa lihat di youtube atau di google nanti, setelah kita selesai buat kuenya" Sila tampak nyengir kuda seraya menunjukan tangannya yang belepotan karena adonan kue yang mereka buat


" Kalian mau lihat apa sih?" Tiba - tiba Adzriel datang dengan masih menggunakan setelan jas kerjanya


" Ko kamu disini sih, emang gak kerja?" Yuki tampak menatap Adzriel dengan tatapan heran karena ini masih jam kerja, waktu istirahat aja masih dua jam an lagi


" Aku kangen sama kamu, apa tidak boleh hem" Adzriel tampak mengedipkan sebelah matanya

__ADS_1


" Bukan begitu, bukankah kamu juga harus bekerja, walaupun kamu itu CEO nya , tapi kamu harus disiplin tidak boleh seenaknya"


" Iya sayang aku tahu, lagi pula aku disini juga bekerja bukan?" Adzriel menaik turunkan alisnya lucu


" Ish, kerja apaan?"


" Tentu saja mengawasi pegawaiku dan mengontrol toko kue miliku tang dijalankan oleh kekasih cantikku ini" Adzriel berkata santai sedangkan Yuki memutar bola matanya malas


" Ya, kamu benar. Aku hampir melupakan kalau aku ini hanya karyawanmu" Yuki mengerucutkan bibirnya


" Eh" Adzriel tampak melongo dengan perkataan Yuki barusan " apa aku salah bicara ya" batin Adzriel seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sedangkan Sila dan Via tampak terkekeh melihat sepasang kekasih baru itu


" Oh ya, tadi kalian ingin lihat apa?" Adzriel buru - buru mencari topik pembicaraan yang lain dari pada harus berdebat dengan Yuki, dia takut akan salah bicara lagi bila diteruskan dan itu akan menjadi sangat gawat nantinya


" Oh itu, tadi kami melihat berita super model yang baru kembali ke Indonesia dari Manila" Sila yang menjawab


" Oh, maksud kalian Bu Zela Aurora?" Adzriel mengangkat alisnya sebelah


" Ya, kakak tahu juga?" Via bertanya heboh


" Oh itu, tadi kami bilang pada kak Yuki kalau wajahnya dan Bu Zela sangat mirip. Kakak setuju gak" Sila memasang wajah antusiasnya


" Benarkah? Tunggu - tunggu" Adzriel tampak mengeluarkan ponselnya dan mulai mengotak atik nya " nah ini dia" Yuki tampak mendekati Adzriel untuk melihat super model itu dari ponselnya dengan wajah penasaran


" Iya ya" Adzriel tampak menelisik wajah Yuki dan membandingkannya dengan yang ada di ponselnya " pantas saja setiap aku melihat bu Zela ini di televisi rasanya seperti tidak asing, ternyata kamu mirip dengan beliau sayang"


Yuki terdiam menelisik wajah yang ada dalam layar ponsel Adzriel " ko bisa mirip banget ya?" Batin Yuki " ya , sepertinya benar kata orang - orang kalau kita punya tujuh kembaran didunia ini yang tidak kita ketahui. Mungkin salah satunya ya ini" Yuki kembali pada pekerjaannya " bagaimana bisa ada orang asing yang sangat mirip denganku, sedangkan aku dan bunda? Kami bahkan tidak mirip sama sekali" batin Yuki seraya tangannya mengerjakan pekerjaannya


" Ya kamu benar sayang" Adzriel memasukan ponselnya kembali pada kantong celananya " apa ada yang bisa aku bantu?" Adzriel bertanya pada Yuki sedangkan yang ditanya tampak sibuk dengan fikirannya sendiri


" Sayang" Adzriel memegang pundak Yuki membuat Yuki terkejut


" A apa?" Yuki menjawab dengan wajah kagetnya


" Kamu kenapa hem? Masih kefikiran sama kemiripan kamu dan super model itu" Adzriel bertanya dengan lembut

__ADS_1


" Ko kamu tahu sih?" Yuki memandang Adzriel dengan tatapan menyelidik


" Katakan! Apa yang aku tidak tahu tentang dirimu hem? Bahkan aku tahu apa yang kamu fikirkan saat ini?" Adzriel melipat kedua tangannya sambil matanya menelisik wajah cantik dihadapannya


" Oh ya? Katakan , apa yang aku fikirkan sekarang?"


" Itu gampang, tentu saja kamu sedang mensyukuri karena punya kekasih yang tampan dan perhatian sepertiku, iya kan?" Adzriel menaik turunkan alisnya lucu


" Ish, pd sekali anda" Yuki memutar bola matanya malas


" Itu benar, iyakan? " Adzriel bertanya pada Sila dan Via yang sedang mengerjakan pekerjaan mereka tak jauh dari sana


" Tentu saja" Sila mengacungkan ibu jarinya


" Kakak yang terbaik" Via pun melakukan hal yang sama


" Benarkan?"


" Iya, kamu memang kekasih paling perhatian sedunia" Yuki memegang pipi Adzriel dengan tangannya yang penuh dengan tepung


" Dan tampan, jangan lupakan itu" ucap Adzriel tegas


" Ya, dan tampan" Yuki terkekeh melihat wajah Adzriel yang terkena tepun dari tangannya


" Ya , kau sangat tampan ka" Sila ikut terkekeh melihat wajah Adzriel


" Kakak benar - benar tampan" Via mengacungkan telunjuk dan ibu jarinya yang melingkar membentuk huruf O


" Benarkan" Adzriel menyentuh wajahnya dengan percaya diri, namun sepersekian detik kemudian Adzriel menyadari ada sesuatu pada wajahnya " ini apa?" Menyentuh dan melihat apa yang ada pada wajahnya


Mata Adzriel membulat sempurna melihat tangan Yuki yang tadi menyentuh wajahnya yang penuh dengan tepung " kamu berani mengerjaiku hem" Adzriel menatap Yuki dengan tatapan elang yang mengincar mangsanya


" Kamu berani ha" tangan Adzriel dengan nakalnya menggelitik pinggang Yuki


" Ampun" Yuki tertawa kegelian mendapatkan serangan dari Adzriel sambil sesekali meminta ampun pada kekasihnya itu sedangkan Sila dan Via tampak tertawa melihat kelakuan pasangan itu

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih🙏 🙏


__ADS_2