
Alice terus merawat Jay tanpa kenal lelah. Setelah dia selesai membuat bubur di dapur tadi Alice tidak beranjak sedikit pun dari sisi Jay, Alice terus mengompres kepala Jay dan me lap keringat yang terus saja bercucuran dari dahi nya.
" Cepat lah sembuh aku ingin melihat mu mengganggu ku lagi dan aku ingin melihat kamu yang cerewet lagi." Alice menggenggam tangan Jay dengan lembut. " Aku tidak kuat melihat mu seperti ini" setetes air mata tampak menetes pada wajah cantik Alice tanpa dia minta.
Derrrt
Derrrt
Tiba - tiba ponsel yang ada di atas nakas dekat tempat tidur berbunyi pertanda ada panggilan di sana. Alice pun mengambil nya dan melihat siapa yang memanggil nya.
" Cinta pertama? Siapa, apa ini kekasih Jay?" Alice menatap nanar pada ponsel yang sedang berdering ditangan nya. Alice takut akan terjadi kesalah fahaman bila dia mengangkat panggilan itu jadi dia memutuskan untuk mengabaikan nya saja. Lagi pula Alice takut tidak akan bisa mengontrol perasaan nya saat berbicara dengan kekasih dari pria yang di cintai nya. Namun setelah beberapa waktu ponsel Jay kembali berdering dan ini sudah panggilan yang ke lima dari pemanggil yang sama.
" Apa aku angkat saja ya, mungkin dia khawatir dengan keadaan Jay . Biar nanti aku akan menjelaskan nya saja." Putus Alice pada akhir nya seraya mengangkat panggilan yang sedari tadi tidak berhenti.
" Halo, dasar anak nakal membuat cemas mommy saja" suara di sebrang dana terdengar mengomel dengan nada cemas. " Kenapa kamu mengangkat nya lama huh, apa kamu baik - baik saja, bagaimana demam nya apa sudah turun?" Lagi - lagi suara dari sebrang sana tidak memberi kesempatan untuk Alice berbicara. Wajah Alice tampak kaget dan bingung saat mendengarkan perkataan dari si penelpon.
" Kenapa suara nya seperti seorang ibu yang mencemaskan anak nya" batin Alice.
" Halo, Jay kamu baik - baik saja kan? Kenapa kamu tidak menjawab?" Suara dari sebrang sana terdengar gusar.
__ADS_1
" Ma maaf, saya teman nya Jay dan sekarang Jay belum sadar setelah tadi dia pingsan karena panas nya yang sempat meninggi" Alice berkata ragu.
" Ah, teman nya? Apa kamu bilang tadi Jay pingsan? Oh God ternyata sakit nya serius." suara dari sebrang sana tampak terkejut.
" Ya, seperti nya begitu" jawab Alice.
" Aduh bagaimana ya? Oh ya, Sayang bisa bantu mommy? Kamu tolong jaga Jay dulu sampai mommy datang oke. Dan mommy baru bisa datang besok pagi karena mommy ikut daddy ke luar kota tadi" Ya yang menelfon Jay adalah Anika yang merasa cemas karena meninggalkan Jay yang sedang sakit sendirian karena dia harus menemani Davian ke luar kota untuk urusan yang sangat penting. Anika juga tidak mungkin meminta Fika untuk mengurus Jay karena kita tahu sendiri bagaimana Nanda yang sangat over protektif pada Fika dan Nanda pasti sangat sibuk tanpa ada nya Jay di perusahaan.
" Ba baik tante, tapi maaf anda siapa ya? Bukankah yang saya tahu orang tua Jay sudah meninggal" Alice bertanya dengan ragu.
" Ya kamu benar, tapi aku juga mommy nya karena sejak SMA dia tinggal bersama ku dan aku sudah menganggap Jay sebagai anak ku sendiri apa lagi anak mommy dan Jay bersahabat baik sejak SMA." Anika menjelaskan.
" Oh ya, siapa namamu apa kamu pacar nya Jay? Ish pasti iya, dasar anak nakal dia tidak pernah membawa kekasih nya ke rumah mommy dan sekarang malah dia bawa ke apartemen nya" Anika bertanya sendiri dan dia jawab sendiri membuat Alice menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
" Tidak tante, kami tidak mempunyai hubungan yang seperti tante fikirkan. Saya Alice teman Jay semasa kuliah dulu yang kebetulan sedang menjenguk Jay" Alice berkata dengan nada sendu.
" Oh benarkah, aku fikir kalian pacaran karena Jay sebelum nya tidak pernah mengizinkan wanita mana pun memasuki apartemen nya kecuali orang terdekat nya seperti mommy dan menantu mommy" Anika terkekeh saat mengatakan nya.
" Benarkah tante?" Alice tampak sedikit berbinar saat mendengar hal itu.
__ADS_1
" Iya tentu saja benar. Baiklah Alice mommy masih banyak urusan, mommy minta tolong kamu rawat Jay sampai mommy pulang ya! Jay itu sedikit keras kepala dan sok kuat padahal hati nya sangat rapuh, dia sangat kesepian maka dari itu dia selalu bersikap ramah dan sok dekat dengan semua orang, dia sangat takut hidup sendirian. Walaupun Jay tidak pernah mengatakan nya tapi mommy sangat tahu itu." Anika berkata dengan nada sendu membuat Alice terdiam seraya berfikir tentang apa yang di katakan Anika barusan. " Alice apa kamu masih disana?" Anika bertanya karena tidak mendengar suara Alice.
" Ah, iya aku masih mendengarkan" Alice tersadar dari lamunan nya.
" Baiklah mommy tutup dulu. Tolong rawat Jay selama mommy tidak ada! Maaf bila harus merepotkan mu" Setelah mengatakan itu Anika menutup panggilan nya.
" Pantas saja dari tadi kamu selalu mengatakan jangan pergi saat kamu mengigau, ternyata kamu sangat takut bila harus sendirian" gumam Alice menatap wajah tampan Jay yang terlihat tenang berbeda sekali dengan Jay beberapa waktu yang lalu saat Alice yang sedang membuat bubur di dapur di kejutkan oleh teriakan Jay yang ternyata hanya mengigau, tapi wajah Jay saat itu terlihat sangat panik dan ketakutan membuat Alice harus menggenggam erat tangan Jay bahkan memeluk nya beberapa saat sampai Jay kembali tenang.
" Kamu tahu tanpa kamu minta aku akan selalu di sisi mu mulai dari sekarang. Aku tidak peduli walau pun kamu tidak menginginkan nya" Alice menatap intens wajah tampan yang masih setia memejamkan kedua mata nya itu.
Dua jam sudah berlalu dan hari sekarang sudah mulai sore, panas pada tubuh Jay pun sudah menurun berkat Alice yang telaten mengompres kepala Jay dan berkat obat yang di suntikan oleh dokter Livia tadi. Alice yang kelelahan mendudukan diri nya di samping Jay seraya tangan nya setia menggenggam tangan Jay dengan cukup erat. Dia pun menaikan kedua kaki nya ke atas tempat tidur dan menyandarkan kepala nya pada kepala tempat tidur Jay sampai dia terlelap tanpa dia sadari.
Sedangkan Jay yang baru saja sadar tampak mengerjapkan mata nya menatap sekeliling mencoba melihat tempat dia berada dan mengingat yang terjadi pada nya.
" Aw, kenapa kepala ku sakit sekali?" Jay mencoba memegang kepala nya namun dia merasakan ada tangan yang sedang memegang tangan nya. " Tangan siapa ini" Jay menatap tangan putih mulus yang bertaut dengan tangan nya. Mata Jay pun tampak menyusuri tangan itu untuk melihat siapa pemilik tangan yang bertaut dengan tangan nya, Jay merasa heran mengapa ada seseorang yang ada di kamar nya dan ini seperti nya tangan wanita karena biasa nya dia selalu sendirian di rumah nya dan Jay yakin bahwa sekarang dia itu di rumah nya karena dia hafal betul bagaimana kamar nya. Jay merubah posisi tidur nya untuk melihat sang pemilik tangan yang halus dan lembut itu dan betapa terkejut nya dia saat melihat siapa yang ada di di sana.
" Alice" Jay bergumam dengan wajah terkejut saat melihat gadis yang di cintai nya sedang tertidur lelap bersandar pada kepala ranjang tepat di samping nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1