
Sepuluh tahun kemudian.
Di sebuah sekolah dasar yang ada di ibu kota tampak dua anak gadis sedang terlihat berseteru dengan teman - teman mereka yang lain nya. Satu anak itu tampak memakai kaca mata tebal dengan rambut yang di kepang dua. Nama nya Nara Ayesha Razkya dan di sebelah nya tampak ada gadis yang setia membela nya. Dia adalah sahabat nya sejak kecil yang bernama Alea Anastasya Joice. Mereka adalah gadis kecil berusia 8 tahun dan saat ini baru menginjak kelas dua sekolah dasar.
" Ye ye, Nara cupu!" Ucap salah satu anak laki - laki yang ada di sana.
" Iya, Nara jelek" ucap yan lain nya lagi.
" Iya Nara culun, lihatlah kaca mata besar yang dia pakai mirip hatci si lebah ya" salah satu anak perempuan yang lain nya ikut mengejek.
" Iya benar, hatchi si lebah. bzz bzz" ucap yang lain nya lagi. Dan merka pun terus memengejek anak perempuan bernama Nara itu bersama - sama.
" Diam kalian semua, Nara itu memang memakai kaca mata tapi dia tidak jelek dan culun. Nara itu keren tahu" ucap Alea membela sedangkan Nara tampak diam sambil menundukan wajah nya. Nara bukan nya lemah dan takut, tapi dia tidak mau menambah masalah dengan melawan mereka semua.
" Ha ha, sekali jelek ya tetap saja jelek" semua anak yang mengelilingi Nara dan Alea tertawa menertawakan Nara.
" Kalian bisa diam tidak!" Alea berteriak dengan suara cempreng nya. " Nara, kamu jangan diam saja! Kamu juga ikut ngomong dong!" Alea memberengut kesal pada sahabat nya itu.
" Lalu aku harus bagaimana? Apa kita harus menghajar mereka satu per satu begitu?" Nara berkata dengan santai nya. " Apa kamu tidak ingat apa yang tante Fika katakan tentang jangan menggunakan bela diri kita kalau bukan untuk membela diri" jawab Nara dengan gaya sok bijak nya. Ya, Fika telah mengajarkan anak - anak mereka ilmu bela diri, anak perempuan dan anak laki - laki sama saja karena bela diri bukan untuk pamer atau menjadi sok kuat tapi untuk membela diri mereka sendiri bila mereka dalam masalah.
" Ish, ini juga membela diri Nara" Alea mendengus kesal seraya melipat ke dua tangan nya di depan dada nya.
__ADS_1
" Tapi mereka banyak Al, apa kita bisa melawan mereka?" Nara melirik semua teman - teman nya yang sedang mengejek nya ada sekitar lima orang di sana.
" Tentu saja bisa" Alea berbicara dengan percaya diri nya dan Alea pun mulai mendorong salah satu dari mereka sampai terjatuh. " Sini kalau berani, kita adu jotos saja" Alea meninju - ninju kan tangan nya yang terkepal pada tangan nya yang satu nya sambil melihat mereka satu per satu.
Anak yang di dorong tadi menangis dan yang lain nya menyerang Alea dan Nara hingga terjadi lah keributan di sana. Nara dan Alea- sama - sama kesusahan melawan ke lima orang itu. Walau akhir nya mereka menang, tapi penampilan mereka kini cukup acak - acakan bahkan seragam merah putih yang di kenakan terlihat sangat kotor, rambut mereka juga acak - acakan dan beberapa luka bekas cakaran ada pada wajah dan tangan mereka bahkan kaca mata tebal yang di pakai Nara pecah kaca nya sebelah.
" Ck ck ck, kalian ini anak perempuan tapi kelakuan kalian tidak seperti anak perempuan" Alice yang merupakan ibu dari Alea terlihat mengomeli putri semata wayang nya di halaman sekolah sambil menhgeleng - gelengkan kepala nya.
Sekarang adalah waktu nya pulang bagi anak - anak yang sekolah di sana dan orang tua mereka biasa menjemput anak - anak mereka ke sekolah. Apa lagi Alice dan Nami yang merupakan ibu dari Nara harus menghadap pada kepala sekolah di sana karena anak - anak mereka yang berbuat ulah.
" Tadi mereka duluan yang mengganggu Nara mami, jadi aku hanya ikut membela Nara saja" Alea mengerucutkan bibir nya.
" Benar itu Nara? Tapi kenapa kalian berkelahi? Bukan kah bunda sudah mengatakan kalau ada yang mencari masalah dengan kita, kita jangan membalas nya dengan kekerasan kecuali dalam keadaan mendesak" Nami menatap Nara dengan tatapan intimidasi.
" Sudah, kalian jangan memarahi mereka terus, mereka kan hanya membela diri mereka saja" Fika yang juga sedang menjemput Aydan pun ikut berbicara.
" Iya, lagi pula bagus mereka saling membela satu sama lain. Itu berati mereka saling menyayangi satu sama lain" Yuki ikut menimpali.
Yuki datang juga untuk menjemput anak nya Rifki Abisatya Saputra dan adik nya Angga Yudistira Atmaja yang sekarang duduk di kelas empat bersama dengan Adyan.
" Ish, apa ini karena mereka berdua selalu bermain dengan anak laki - laki sehingga mereka menjadi tomboy dan bar - bar seperti ini." ucap Alice melihat ke tiga anak laki - laki yang berdiri tak jauh dari nya.
__ADS_1
" Ish, itu tidak mungkin. Apa kamu tidak lihat mereka sangat kalem dan imut seperti itu?" Bela Fika seraya mebatap putra nya dengan mata yang berbinar.
Sementara para ibu berdebat dan berujung pada gosip antara mereka , Aydan, Rifki dan Angga menghampiri Alea dan Nara yang sedang merapikan rambut mereka.
" Sini aku bantu!" Aydan langsung membantu mengikatkan ikat rambut pada rambut Nara.
" Terima kasih kak, kak Aydan memang yang terbaik" Nara tersenyum manis menampilkan deretan gigi nya yang putih.
" Sama - sama Nara" Aydan mengacak rambut Nara dengan lembut.
" Aydan, kamu terlalu memanjakan mereka berdua. Lihatlah kelakuan mereka sekarang!" Ucap Rifky dengan nada mengejek nya.
" Rifki, kamu jangan berkata seperti itu! bagaimana pun mereka adik - adik kita dan kita harus menjaga dan melindungi mereka" Angga pun membantu Alea untuk mengikatkan rambut nya.
" Tuh dengerin kata om Angga, dasar Kak Rifki nyebelin wleee" Alea menjulurkan lidah nya pada Rifki yang langsung memalingkan wajah nya dengan kesal.
Seperti itu lah kelakuan mereka Rifki yang super tengil dan paling tidak suka melihat Alea dan Nara yang terkadang selalu bersikap manja dan merepotkan, Aydan yang selalu bersikap baik dan perhatian pada Nara dan Alea namun terkadang sangat cuek dan dingin pada orang lain di sekitar nya.
Angga yang paling bisa bersikap dewasa dan merupakan om dari keempat anak itu. Nara yang cantik ,kalem dan berhati lembut dan terkadang bisa bersikap kuat kalau itu menyangkut orang - orang terdekat nya. Nara seperti ibu nya Nami memakai kaca mata, bukan karena mata nya yang bermasalah. Tapi itu karena Razky yang menyuruh putri nya itu memakai kaca mata dengan alasan Nara terlihat manis saat mengenakan nya dan Nara juga memakai nya dengan senang hati.
Dan yang terakhir ada Alea yang sangat periang dan juga cantik, Alea juga terkadang sangat jahil dan tengil seperti papi nya Jay.
__ADS_1
Extra part ini cuma mau mengenalkan nama dari anak - anak mereka. Semoga kalian suka! Nanti insya Allah habis end Yemi dan Kenzi akan langsung rilis novel tentang mereka. Di tunggu ya, terima kasih🙏🙏