
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit akhir nya mobil Adzriel terparkir di depan rumah sakit yang lumayan besar di kota itu.
" Tolong suster, istri saya mau melahirkan!" Nanda pun kembali menggendong tubuh istri nya yang sedari tadi terus merintih dan berteriak kesakitan dengan penampilan yang lumayan acak - acakan. Kenapa acak - acakan? Jawaban nya adalah karena sepanjang perjalanan ke rumah sakit, Fika selalu melampiaskan rasa sakit nya pada rambut dan tubuh Nanda. Fika menjambak rambut Nanda dan beberapa kali menarik pakaian yang di pakai Nanda saat ini dan tak jarang juga kuku - kuku cantik Fika menancap di permukaan tangan Nanda di sepanjang perjalanan mereka ke sana.
Adzriel dan Yuki yang berada di kursi depan tertawa menertawakan nasib tuan muda Balendra itu dan sesekali meringis melihat perlakuan Fika pada suami nya itu. Terbersit dalam fikiran Adzriel bagaimana kalau nanti istri nya Yuki yang melahirkan, apa nasib nya akan sama seperti Nanda atau malah akan lebih parah? Adzriel jadi brigidig ngeri sendiri sambil melihat sekilas istri nya yang duduk di samping nya.
Adzriel dan Yuki tampak duduk di ruang tunggu dengan wajah yang sangat cemas saat suara derap langkah kaki terdengar menghampiri mereka.
" Bagaimana keadaan Fika sekarang?" Anika dan Davian tampak menghampiri mereka dengan wajah yang terlihat panik
" Fika masih di tangani dan di dalam ada Nanda yang menemani" jawab Adzriel dengan setenang mungkin.
" Sekarang lebih baik kita berdo'a semoga persalinan Fika lancar dan keadaan bayi dan ibu nya sehat" sambung Davian dan di aminkan oleh semua nya.
Anika tadi di hubungi oleh Yuki saat mereka masih berada di perjalanan tadi, Yuki juga menelpon ke empat orang tua nya dan juga mertua nya. Tak lupa Yuki juga menghubungi ke dua orang tua Fika yang masih berada di Bandung dan mungkin akan sampai ke Jakarta nanti sore.
Sementara di dalam ruang persalinan di mana Fika sedang berjuang melahirkan buah hati nya bersama dengan Nanda yang sebentar lagi akan terlahir ke dunia ini.
__ADS_1
" Bertahan ya sayang, kamu harus berjuang!" Nanda tak henti - henti nya mengatakan hal itu pada istri nya itu. Tangan nya masih setia menggenggam tangan Fika, di mana kuku - kuku cantik itu sesekali menancap pada kulit tangan nya. Nanda juga terus menusap kepala Fika dengan tangan nya yang lain nya dan sesekali mengecup kening istri nya itu dengan sayang.
" Sakit kak" Fika meringis kesakitan sambil mengatur nafas nya sesuai dengan yang di katakan oleh dokter yang menangani nya. " Kenapa ini lama sekali kak? Aku sudah tidak kuat, sakit sekalii... hiks hiks" Fika sudah tidak bisa lagi menahan tangis nya karena sakit yang begitu teramat menyakitkan kini dia rasakan di bagian perut dan sekitar pinggang nya. Kini Fika baru pembukaan 6 dan masih membutuhkan waktu yang agak lama lagi untuk pembukaan itu menjadi lengkap.
" Kamu yang sabar ya sayang, pembukaan nya katanya belum lengkap" Nanda merasa tidak tega melihat istri yang sangat dicintai nya kini menangis dan merintih kesakitan.
" Sabar - sabar, kakak Fikir aku kurang sabar bagaimana?" Fika membentak Nanda karena rasa sakit yang dia rasakan sehingga membuat Nanda terhenyak, karena baru kali ini Fika berbicara dengan nada yang begitu tinggi pada nya. Namun Nanda juga sadar kalau itu karena rasa sakit yang di rasakan oleh istri nya itu. Sedangkan dokter dan perawat yang juga ada diruangan itu tampak mengulum senyum mereka. Kapan lagi mereka bisa melihat sang tuan muda Balendra di bentak oleh seorang wanita.
" Ini semua gara - gara kakak tahu nggak, ini tuh gara - gara kakak yang selalu meminta jatah dengan durasi yang lama" Fika masih meringis menahan rasa sakit nya.
" Apa hubungannya sayang?" Nanda menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
" Memang seperti itu?" Ucap Nanda dengan dahi yang mengerut tajam. Sedangkan sang dokter dan perawat yang ada di sana tampak teekikik geli mendengarkan percakapan sepasang suami istri itu. " Baiklah aku minta maaf sayang, aku berjanji akan mempersingkat kegiatan malam kita lain kali" Jawab Nanda dengan enteng nya seraya mengerlingkan mata nya pada istri nya itu dan Fika hanya memutar bola mata nya malas sedangkan dokter dan suster yang mendengar nya tak kuat lagi untuk menahan tawa mereka sehingga mereka tertawa tertahan karena takut akan di marahi Nanda nanti nya.
Beberapa saat berlalu Fika masih merasakan sakit nya dan Nanda pun di suruh Fika untuk mengusap - usap punggung bagian bawah nya yang terasa panas, sampai sesuatu terasa mendesak ingin keluar dari bawah sana.
" Kakak, aku ingin pup" ucap Fika dengan polos nya.
__ADS_1
" Pup, kamu ingin ke belakang sayang?" Tanya Nanda dengan wajah yang agak bingung.
" Iya kak, aku sudah tidak kuat" Fika kembali berkata dengan nada tinggi pada suami nya itu seraya menahan apa yang dia rasa sudah akan keluar di bawah sana
" Dokter, istri saya bilang dia ingin pup" Nanda pun memanggil dokter yang ada di sana.
" Ingin pup? Biar saya periksa sebentar!" Dokter pun bergegas memeriksa bagian bawah Fika. " Oke nyonya, ini sudah saat nya! Nyonya bersiap ambil nafas saat saya bilang dorong. Nyonya mengejan dengan sekuat tenaga nyonya oke!" Dokter itu memberi intruksi nya setelah dia melihat pembukaan Fika sudah lengkap dan bahkan kepala bayi sudah terlihat akan keluar dari bawah sana.
" Oke, siap nyonya! Sekarang dorong!" Dokter itu memberi intruksi dan Fika pun langsung mengejan dengan sekuat tenaga nya. Nanda terlihat panik sambil tidak berhenti merapalkan do'a untuk keselamatan istri dan anak nya dari bibir nya selama Fika berjuang untuk mengeluarkan buah hati mereka. Dan akhir nya setelah Fika mengejan yang ke tiga kali nya, seorang bayi mungil tampak keluar dan terdengar menangis dengan suara yang sangat keras.
" Selamat tuan, nyonya, anda melahirkam bayi laki - laki yang sangat sehat dan juga tampan" Dokter itu langsung meletakan bayi Fika dan Nanda pada da da Fika beberapa saat sebelum dokter itu menyerahkan nya pada suster untuk di bersihkan.
Fika dan Nanda sama - sama tersenyum lega sekaligus bahagia saat melihat bayi mereka yang masih terbungkus darah dan semacam lendir pada seluruh tubuh nya.
" Terima kasih sayang!" Nanda pun mencium kening istri yang sangat dia cintai itu dengan lembut dan penuh kasih sayang. Sungguh perasaan Nanda saat ini tidak bisa di gambarkan oleh kata - kata , bahkan air mata kebahagiaan kini telah lolos begitu saja dari sudut mata nya.
**Beberapa bab lagi sudah menuju ending ya. Terima kasih yang sudah setia membaca dan menunggu update an novel ku ini I Love You Allπππ
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih ππ**