
Setelah menunggu selama beberapa jam akhir nya ruangan di mana Yuki sedang di tangani terbuka juga, dari sana keluar sang dokter yang telah menangani Yuki tadi.
" Bagaiamana dokter?" Adzriel yang pertama kali menanyai sang dokter sedangkan yang lain juga ikut mendekat karena ingin mengetahui kondisi Yuki saat ini.
" Kami sudah berhasil mengeluarkan peluru yang ada pada tubuh pasien, untung saja peluru tidak mengenai jantung nya sehingga tidak terlalu membahayakan" Dokter ber name tag Erik itu terlihat berbicara.
" Lalu bagaimana keadaan dia dok?" Zela juga tidak sabar ingin mengetahui kondisi putri nya saat ini.
" Saat ini saya belum bisa memastikan nya, kita tunggu sampai dua hari ke depan, kita berdo'a saja semoga pasien cepat sadar" Dokter Erik kembali menjelaskan.
" Tapi calon istri saya akan baik - baik saja kan dok?" Adzriel kembali bertanya
" Kita do'akan saja yang terbaik, kalian bisa menemui pasien tapi hanya boleh satu orang! Jadi kalian bisa bergiliran!" Setelah mengatakan itu dokter Erik berlalu dari Adzriel dan yang lain nya.
" Ma, bun apa boleh aku yang duluan menemui Yuki?" Adzriel tampak menatap Zela penuh harap. Bagaimana pun juga Adzriel tidak boleh seenak nya.
Adzriel pun terburu - buru masuk ke dalam ruangan Yuki setelah Dita dan Zela menganggukan kepala mereka.
__ADS_1
Ceklek
Pintu ruangan Yuki terbuka dari luar, Adzriel pun langsung menghampiri tubuh Yuki yang masih terbaring lemah dengan mata yang tertutup serta beberapa peralatan medis terpasang di tubuh nya.
" Sayang, bangunlah!" Air mata Adzriel kembali mengalir pada pipi nya saat melihat keadaan calon istri nya yang lemah tak berdaya. " Maafkan aku, kamu seperti ini karena melindungiku. Seharus nya aku yang melundungi mu, bukan sebalik nya?" Adzriel semakin terisak saat mengingat kejadian tadi siang yang menimpa Yuki saat melindungi Adzriel tadi. Tubuh Adzriel bergetar hebat dengan tangan yang menghenggam tangan Yuki yang masih setia menutup mata nya, dengan sesekali mencum nya
" Bangunlah! Bukankah kita akan menikah beberapa hari lagi? Kamu tahu, aku sudah tidak sabar ingin melihat mu memakai gaun pengantin. Kamu pasti sangat cantik" Adzriel tersenyum sumbang mengajak Yuki untuk berbicara.
Setelah itu hanya isakan tangis yang tertahan yang terdengar dari bibir Adzriel. Setelah puas melupakan isi hati nya, Adzriel mencium kening calon istri nya itu dan keluar dari ruangan itu untuk bergiliran dengan yang lain nya.
Kini saat nya Arga yang mendapatkan giliran terakhir untuk menemui Yuki. Awal nya Zela tidak mengizinkan nya untuk masuk menemui putri nya. Zela bahkan sempat memukul tubuh Arga lagi beberapa kali dan seperti tadi Arga tidak melawan sama sekali. Dan setelah Zela puas melampiaskan kemarahan nya karena keadaan Arga pun sudah berantakan dan menyedihkan saat ini. Kalian bayangkan saja rambut nya yang biasa klimis tampak acak - acakan setelah Zela beberapa kali menjambak rambut nya. Wajah yang beberapa kali mendapatkan luka cakaran dari kuku indah Zela dan beberapa bekas tamparan yang lumayan keras serta baju yang sudah berantakan karena Zela juga beberapa kali menarik dan mengacak baju nya.
Tak ada yang berani mencegah Zela saat itu karena sebenar nya dalam hati mereka, mereka pun sama kesal nya dengan Zela pada Arga. Mereka anggap Zela telah mewakili kekesalan mereka saat ini.
" Yuki, putri ku! Maafkan papa!" Itu adalah kata - kata pertama yang di ucapkan Arga saat melihat putri nya yang terbaring tak berdaya di atas blankar rumah sakit dengan beberapa alat medis yang tertempel sempurna pada bagian tubuh nya.
" Papa merasa bodoh karena tidak menyadari nya lebih cepat, padahal begitu banyak kemiripan di antara kita dan wajah mu yang sangat mirip dengan Zela sewaktu masih muda" Air mata Arga yang sedari tadi dia tahan akhir nya tumpah juga.
__ADS_1
Selama Arga berada di dalam, hanya terdengar isak tangis penyesalan dan gumaman kata maaf saja yang terdengar di seluruh ruangan tempat di mana Yuki di rawat.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Dua hari telah berlalu tapi Yuki masih belum menunjukan tanda - tanda diri nya akan terbangun dari tidur nya. Adzriel tidak pernah pulang selama itu dan makan nya pun tidak teratur seperti biasa nya. Afkha yang selalu setia mengantarkan pakaian ganti dan makanan untuk nya. Afkha juga yang mengambil alih semua pekerjaan Adzriel di perusahaan, bahkan Herman juga kembali terjun ke dalam perusahaan membantu Afkha yang kewalahan menangani perusahaan besar mereka seorang diri. Wina juga selalu datang ke rumah sakit untuk melihat calon menantu nya itu walaupun tidak ikut menginap.
Fika belum datang lagi ke rumah sakit karena Nanda yang melarang nya. Bukan apa - apa dirumah saja Fika tidak makan teratur dan sering menangis bila sedang sendirian karena mengingat keadaan sahabat nya itu, apa lagi kalau di rumah sakit. Dengan keadaan Fika yang sekarang sedang mengandung membuat Nanda dan kedua orang tuanya merasa khawatir akan kesehatan dari Fika dan calon anak mereka.
Anika dan Davian juga kemarin sempat datang ke rumah sakit untuk menjenguk sahabat dari menantu nya itu. Jay dan Alice juga dalam dua hari ini selalu meluangkan waktu untuk ke rumah sakit melihat keadaan terkini dari Yuki. Nami juga sering menghabiskan waktu nya di rumah sakit untuk menemani calon mertua nya sehabis pulang bekerja begitu pun Razky yang saat ini sudah mulai harus bertanggung jawab dengan keadaan perusahaan kosmetik yang di dirikan oleh Zela.
Hari ini Fika yang sudah dengan susah payah membujuk Nanda akan menjenguk kembali sahabat nya di rumah sakit akhir nya di izinkan oleh suami posesif nya itu. Apa lagi hari ini rencana nya Bima dan Sita juga datang ke Jakarta untuk melihat kembali keadaan putri nya yang sedang hamil muda itu. Dan setelah Fika menceritakan tentang kejadian yang menimpa Yuki saat ini, Bima dan Sita memutuskan untuk ikut menjenguk sahabat dari putri nya itu.
" Nanti, kamu jangan jauh - jauh dari ku dan jangan terlalu banyak menangis. Lebih baik kamu beri semangat Yuki dengan memceritakan hal yang membahagiakan, mungkin itu akan lebih baik" Dari tadi Nanda terus menasihati Fika seperti itu.
" Iya kak, iya! Aku sudah mengerti walaupun kakak tidak terus mengulangi nya" Fika memutar bola mata nya malas seraya mengerucutkan bibir nya tajam. Sedangkan Sita dan Bima yang duduk di kursi belakang tampak tersenyum senang melihat menantu nya yang sangat perhatian pada putri nya walaupun terkadang terlalu berlebihan. Tapi Sita dan Bima tahu kalau itu demi kebaikan putri nya sendiri.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1