Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )

Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )
Bab 30


__ADS_3

Malam sudah sangat larut saat pesta telah usai, semua kembali ke kamar mereka masing - masing termasuk Yuki dan Nami yang saat ini akan tidur dalam satu kamar yang sama.


Kedua nya tampak berbaring dengan saling memunggungi setelah tadi mereka membersih kan diri mereka masing - masing secara bergantian. Kedua pasang mata itu seperti enggan untuk terpejam karena terganggu dengan pemikiran mereka masing - masing.


" Apa aku tanyakan saja pada Yuki ya?" Batin Nami seraya mengubah posisi nya menjadi terlentang.


" Bagai mana kalau aku bertemu kembali dengan dia? Sikap apa yang harus aku tunjukan?" Batin Yuki seraya menghela nafas nya berat


" Ki, apa kamu sudah tidur" Nami yang merasakan pergerakan Yuki pun angkat bicara


" Belum, kamu juga belum tidur?" Yuki mengubah posisi nya menghadap Nami. Nami pun menggelengkan kepala nya


" Apa kamu sedang memikirkan sesuatu?" Nami mengubah posisi terlentang nya menghadap Yuki dengan sebelah tangan nya menopang kepala nya


" Emmm, bagai mana aku menceritakan nya ya" Yuki tampak berfikir nembuat Nami semakin penasaran


" Coba aku tebak, apa ini tentang cinta segi tiga?" Nami menatap Yuki dengan tatapan menyelidik. " Semoga Yuki menceritakan nya agar aku bisa tahu hubungan Yuki dan ka Razky" batin Nami


" Ish, cinta segi tiga apa nya? Mana ada cinta segi tiga dalam hidupku" Yuki terkekeh saat mengatakan nya. " Ini soal keluarga ku, lebih tepat nya ibu kandungku"


" Ibu kandung?" Nami mengangkat sebelah alis nya

__ADS_1


" Ya, aku baru tahu kalau orang tua yang selama ini merawatku ternyata bukan orang tua kandungku. Dan kamu tahu siapa ibu kandungku?" Yuki mengangkat sebelah alis nya


" Tidak" Nami menggelengkan kepala nya


" Kamu pasti akan kaget saat mendengar nya, aku saja merasa tidak percaya sampai sekarang" Yuki melentangkan tubuh nya menatap langit - langit kamar hotel yang berwarna putih itu.


" Memang siapa sih, jangan bikin orang penasaran napa?" Nami menggoyangkan tubuh Yuki pelan


" Zela Aurora" jawab Yuki santai


" Daebak, ommo ommo. Are you serious? Super model dari Manila itu? Bagai mana bisa?" Nami tampak membulatkan bola mata nya seraya berteriak heboh di kamar mereka, bahkan Nami langsung bangun dari posisi berbaring nya, untung saja kamar itu kedap suara kalau tidak. Sudah di pastikan orang - orang akan berdatangan ke kamar mereka saking keras nya suara Nami


Nami pun hanya nyengir kuda seraya menggaruk kepala nya yang tak gatal saat Yuki melepaskan bekapan tangan nya dari mulut Nami


" Itu sangat keren tahu, terus apa yang jadi masalah nya? Bukan kah seharus nya kamu merasa senang punya ibu seorang super model yang sangat terkenal?" Nami tampak bersemangat bertanya, bahkan dia melupakan tentang pertanyaan nya mengenai Razky pada Yuki.


" Aku hanya masih belum menerima kalau dia meninggalkan aku saat kecil hanya untuk mengejar karir nya" Yuki tampak sendu saat mengatakan nya


" Maaf" Nami yang melihat perubahan wajah Yuki pun merasa tidak enak hati


" Kenapa kamu meminta maaf, kamu tidak bersalah dalam hal ini. Hanya hatiku yang bermasalah di sini" Yuki tersenyum paksa

__ADS_1


" Kamu tahu? Tadi aku sengaja menghampiri nya saat dia di pelaminan bersama Fika dan tuan Nanda, aku ingin tahu apa dia akan mengingat ku melihat wajah kami yang sangat mirip dan nama yang telah dia berikan padaku. Dan kamu tahu? Dia masih mengingatku dan meminta maaf padaku tapi aku tidak tahu harus bersikap seperti apa, lucu bukan?" Yuki tampak terkekeh saat mengatakan nya


" Kamu beruntung" Nami berucap dengan tatapan sendu menatap pada Yuki membuat Yuki menatap Nami dengan serius


" Maksudmu?" Yuki mengerutkan kening nya


" Kamu beruntung karena punya dua ibu yang sangat menyayangi mu, walaupun ibu yang sudah melahirkan mu sempat pergi. Setidak nya dia sudah kembali untukmu" Nami menjeda ucapan nya. " Sekarang kamu lihat aku! Aku hidup sendiri di apartemen yang kecil karena orang tua ku sendiri lebih percaya pada mantan kekasih dan mantan sahabat ku sehingga mereka tega mengusirku dari rumah mereka" Nami tampak sendu dengan mata yang sudah memerah menahan air mata yang akan tumpah kapan saja. Entah kenapa bila Nami mengingat hal itu, masih sangat terasa sakit di hati Nami walaupun itu sudah berlalu selama beberapa tahun.


" Kamu serius?" Yuki menatap Nami dengan tatapan menyelidik


" Untuk apa aku berbohong" Nami mengendikan bahu nya acuh. " Jadi kamu beruntung punya dua ibu yang sangat menyayangi mu" Nami memandang Yuki dengan wajah yang serius


" Ya, mungkin kamu benar. Terima kasih!" Yuki memeluk Nami dan Nami pun membalas nya. " Aku do'a kan semoga hubungan mu dan keluarga mu segera kembali baik dan kamu bisa kembali tinggal bersama mereka" Yuki berdo'a disela pelukan mereka


" Aamiin" Nami mengaminkan do'a Yuki seraya mengurai pelukan mereka


" Ayo tidur! Bukan kah besok kita kan sarapan bersama di bawah" Yuki berkata seraya membaringkan tubuh nya


" Ya kamu benar, ini sudah terlalu larut malam" Nami pun ikut berbaring dan mereka pun tidur dengan nyenyak malam itu, perasaan Yuki menjadi lebih baik setelah mendengar ucapan Nami tadi. Ya Nami benar, Yuki harus lebih bersyukur lagi atas apa yang sudah Tuhan gariskan dalam hidup nya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2