Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )

Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )
Bab 80


__ADS_3

Nami kini menatap tak suka pada dua pria yang kini duduk di hadapan nya. Nami kini sedang duduk di antara mama dan papa nya yang sedang menemui tamu papa nya yang kata nya penting itu. Satu nya adalah pria yang sangat Nami benci karena sudah mrmpermainkan cinta nya dulu. Sedangkan yang satu nya adalah pria yang Nami ketahui adalah musuh dari semua orang di sekitar nya sekaligus papa yang tidak mengetahui keberadaan Yuki.


" Kedatangan kami saat ini adalah untuk membicarakan tentang perjodohan antara putri bapak dan keponakan saya ini Niko" Tamu papa Nami yang tak lain adalah Arga yang diminta Niko untuk menggantikan orang tua nya melamar Nami tampak membuka suara nya.


" Apa? Papa maksud nya apa ?" Nami tampak terkejut dengan apa yang di dengar oleh nya barusan.


" Apa kurang jelas perkataan pak Arga tadi? Papa telah menjodohkan kamu dengan Niko dan sebentar lagi kalian akan menikah" Wandi berkata dengan enteng.


" Apa?" Nami berdiri dari posisi duduk nya. " Tidak pa, Nami tidak akan pernah mau menikah dengan laki - laki pengecut seperti dia" Nami menunjuk wajah Niko dengan kilatan amarah pada mata nya.


" Kenapa, bukankah kamu dulu sangat mencintaiku?" Niko berkata ponggah.


" Cih, itu adalah hal yang paling aku sesali di dunia ini. Lagi pula kamu tahu sendiri kalau aku sudah mempunyai kekasih dan kamu tahu pasti siapa dia" Nami membuang muka nya dari Niko.


" Nami, jaga sikap mu! Duduk!" Wandi meninggikan suara nya membuat Nami mau tidak mau menurut dan kembali duduk seraya memberengut kesal. Sedangkan Siska dan Mina tampak mendengarkan tanpa berani berbicara.


" Papa sudah dengar cerita nya dari Niko, kamu berhubungan dengan seorang manager kafe kecil yang tidak bisa di bandingkan dengan keluarga kita, jadi papa memutuskan untuk segera menikahkan kamu dengan Niko supaya kamu tidak lagi berhubungan dengan orang sembarangan." Wandi berkata dengan datar.


" Tapi Nami tidak mau pa, Nami sangat mencintai kak Razky" Air mata Nami tumpah begitu saja saat mendengar apa yang dikatakan oleh papa nya itu. Jujur saja ini kesekian kali nya papa Nami memaksakan kehendak nya terhadap Nami dan kali ini Nami tidak bisa menerima nya begitu saja karena ini menyangkut masa depan nya dan orang yang sangat dia cintai.

__ADS_1


" Tunggalkan dia! Lihat Niko, orang tua nya sangat sukses di kota Malang dan sudah pasti perusahaan mereka nanti akan jatuh di tangan Niko. Jadi masa depan nya sudah jelas tidak seperti laki - laki miskin yang kamu cintai itu." Wandi berkata dengan nada tidak mau di bantah.


" Tapi aku tidak mau, mah tolong bantu aku untuk membuat papa mengerti" Nami menggoyangkan tubuh mama nya yang tidak berani berkata apa pun saat ini. Karena Siska juga takut pada suami nya itu.


" Lebih baik kamu terima saja perjodohan ini, aku pasti akan membahagiakan mu" Niko berbicara dengan penuh percaya diri.


" Cih, sampai kapan pun aku tidak sudi" Nami mendengus kesal.


" Jangan seperti itu, kamu lebih baik menurut pada ayah mu karena seoarang ayah akan tahu apa yang terbaik untuk anak nya" Arga ikut menimpali.


" He, lucu sekali perkataan itu keluar dari mulut anda. Seseorang yang yang bahkan tidak mengetahui keberadaan putri nya sendiri" Nami tersenyum mengejek kepada Arga


" Anda yakin sekali dengan hal itu. Sudah lah, sampai kapan pun aku tidak sudi untuk menikah dengan dia" Yemi menunjuk Niko dan berdiri dari posisi nya. " Dan untuk anda tuan Wandi, kalau anda menyuruh saya kembali ke sini hanya karena hal ini. Maafkan saya, saya tidak bisa, lebih baik aku tinggal sendiri tanpa keluarga yang selalu berbuat semau nya terhadap ku. Saya permisi!" Setelah mengatakan hal itu Nami pun melangkahkan kaki nya menuju pintu keluar.


" Tunggu! Bila kamu berani melangkahkan kaki mu selangkah lagi, jangan harap kamu bisa kembali menginjakan kaki mu lagi ke sini dan kamu bukan anak ku lagi mulai dari sekarang" Wandi berbicara dengan nada yang tinggi.


" Heh, lucu sekali. Belum juga sehari aku kembali kekeluarga ini, sekarang aku sudah kembali di usir" Nami terkekeh saat mengatakan nya. " Kenapa orang lain lebih bisa menghargai aku sebagai manusia di bandingkan keluarga ku sendiri? Baiklah kalau itu mau anda, saya akan pergi dari sini" Yemi hendak melangkahkan kaki nya namun sebuah tangan tampak mencegah nya.


" Tidak Nami, kali ini kamu tidak boleh pergi!" Siska menangis histeris sambil memeluk putri bungsu nya itu.

__ADS_1


" Ya Nami, jangan pergi! Kamu mengalahlah dengan papa seperti biasa nya. Apa salah nya kamu menikah dengan Niko, bukankah kamu dulu mencintai nya!" Mina juga ikut berbicara.


" Ya, kakak mu benar, bila kamu menikah denganku kamu tidak perlu kehilangan keluarga mu" Niko berkata dengan percaya diri.


" Cih, kalian saja yang menikah! Dengan begitu papa akan senang karena berhasil mendapatkan mu sebagai menantu dan kakak akan semakin menjadi putri kesayangan ayah" Nami berkata dengan nada mengejek.


" Biarkan anak tidak tahu diri itu pergi, aku tidak butuh putri pembangkang seperti dia" Wandi melangkah menarik istri nya yang sedang memeluk Nami.


" Tidak pah, tidak. Aku tidak mau lagi berpisah dengan putri ku" Siska semakin histeris meronta dari cekalan suami nya yang menarik nya untuk menjauhi Nami sedangkan Arga madih tampak memikirkan ucapan Nami tadi pada nya.


" Biarkan dia, nanti dia juga akan kembali saat menyadari bahwa apa yang aku katakan itu benar. Dia tidak akan hidup bahagia bersama dengan pria miskin pilihan nya" Wandi menarik kasar tubuh istri nya dan memegangi nya dengan kuat.


" Lebih baik aku hidup kekurangan harta dari pada aku harus hidup terkekang dan bernasib malang setelah aku menikah dengan dia" Setelah mengatakan itu, Nami pun pergi meninggalkan rumah itu untuk ke dua kali nya dengan perasaan yang hancur sehancur - hancur nya. Sudah dua kali dia di perlakukan seperti itu oleh keluarga nya dan kedua nya karena pria yang sama yaitu Niko. Sungguh dia tidak mengerti dengan takdir dari Tuhan. Disaat dia mulai menikmati kehidupan nya seorang diri, keluarga nya tiba - tiba menyuruh nya kembali. Dan di saat dia baru kembali, dia kembali harus merasakan hal yang sangat memilukan kembali yaitu harus di usir oleh papa nya sendiri.


" Kenapa Tuhan? Kenapa aku harus mengalami semua ini?" Nami berteriak meluapkan segala kekesalan nya di tengah dingin nya malam. Nami kini sedang berjalan di pinggir jalan raya yang bising dengan lalu lalang nya kendaraan di ibu kota.


Tubuh Nami bergetar dengan isakan tangis yang terdengar memilukan meratapi nasib kehidupan nya yang tidak berjalan dengan mulus. Nami selalu berusaha mensyukuri apa pun yang di berikan Tuhan pada nya tapi dia juga manusia biasa yang bisa merasa lelah bila harus di uji terus menerus.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2