
Kret
Pintu kembali terbuka dari luar menampakan beberapa ibu - ibu sosialita yang terlihat kagum dengan toko kue yang Yuki dan Adzriel miliki. Mereka berjumlah 5 orang dengan pakaian mereka yang terlihat mahal dan dari brand ternama
" Eeh.. Kalian udah dateng, ayo masuk! Kalian duduk dulu disana sambil nunggu yang lainnya dateng" Wina tiba - tiba berjalan menuju pintu menyambut kedatangan mereka karena ternyata ibu - ibu itu adalah teman - teman sosialitanya Wina. Yuki hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya saat mereka melewatinya yang sedang sibuk membereskan kue - kuenya bersama Adzriel disampingnya yang terlihat membantu Yuki
Kret
Tak lama pintu terbuka dari luar, ternyata kali ini Fika dan Nanda yang datang dengan beberapa orang dibelakang mereka.
Semua mata yang ada disana tampak ikut melihat kearah pintu depan. Betapa terkejutnya mereka melihat kedatangan pengusaha nomor satu di Indonesia bahkan di Asia itu. Itu merupakan pemandangan yang sangat langka bagi mereka karena selain terkenal datar dan dingin, Nanda juga terkenal dengan orang yang sangat susah untuk ditemui bahkan Nanda jarang mau hadir dalam pesta jamuan - jamuan para koleganya , hanya beberapa undangan saja yang dianggap sangat penting oleh Nanda yang akan dia datangi , itupun hanya sebentar dan akan langsung pergi bila dia sudah merasa bosan. Bahkan teman - teman Wina yang notabene nya keluarga pengusaha sukses pun belum pernah bertemu dengan Nanda secara lengsung kecuali saat mereka menghadiri pesta keluarga Herman beberapa minggu yang lalu
" Jeng, bukankah itu Nanda dari keluarga Balendra itu ya?" ucap salah satu teman Wina
" Iya , itu beneran dia" ucap yang satunya lagi
" Kok bisa ya, dia datang ke acara peresmian toko kue yang kecil seperti ini" Ucap yang lainnya lagi
" Iya ya, ko mau sih dia datang ke acara kecil seperti ini, bahkan nyonya Anika juga datang lo" begitulah kira - kira yang para tamu lain bicarakan
Sedangkan Wina dan Herman sudah berjalan menghampiri tamu istimewa mereka
" Tuan Nanda terima kasih karena sudah mau hadir di acara kecil kami ini" Herman mengulurkan tangannya
" Sama - sama pak , lagi pula ini acara dari sahabat istri saya, itu berarti mereka sahabat saya juga" Nanda membalas uluran tangan Herman dengan senyum ramah dibibirnya
__ADS_1
Herman dan Wina memang sudah tahu dari putra mereka bahwa Fika sudah menikah dengan Nanda beberapa hari yang lalu walaupun pernikahan mereka belum dipublikasikan karena resepsi pernikahan mereka yang belum mereka gelar dan baru akan dilaksanakan satu minggu kedepan
" Nyonya Anika juga sudah menyempatkan diri untuk datang kesini, terima kasih" Wina tersenyum ramah
" Ah, saya suka acara seperti ini. Pasti banyak makanan enaknya kan, apalagi kata Fika kue buatan Yuki ini sangat enak. Saya jadi penasaran ingin nyicipin" Anika terkekeh saat mengatakannya
" Ya nyonya benar, kue buatan Yuki itu sangat enak" Wina tersenyum melihat Yuki " Mari nyonya, gabung bersama kami disana!" Wina menunjuk teman - temannya yang sedang menatap kagum kearahnya
" Oh, baiklah! Mari!" Anika dan Wina akhirnya melangkah meninggalkan anak muda itu menuju kumpulan ibu sosialita kecuali Herman, dia lebih memilih duduk sendiri karena tidak ada pria yang seumurannya yang datang , lebih banyak ibu - ibu dan kalangan anak muda yang hadir diacara itu
" Wow, toko kalian keren banget!" Fika menghampiri Yuki dan Adzriel sambil bersorak riang memegang kedua tangan Yuki
" Terima kasih" Yuki membalas sorakan Fika tak kalah heboh, " thanks juga udah ajak tuan Nanda dan tante Anika kesini. Bisa laris kalau gini toko baru gue, lihat aja tuh " Yuki berbisik seraya menunjuk arah luar toko yang kini dikerumuni orang diluar sana karena ingin melihat keluarga terkaya se Indonesia bahkan se Asia itu
" Oh ya, kenalin! Ini Nami" Fika menunjuk pada seorang gadis berkaca mata yang terlihat seumuran dengan mereka
" Hai" Nami mengulurkan tangannya seraya membenahi kaca matanya yang sedikit melorot " Nami"
" Yuki dan ini Adzriel" Yuki mmperkenalkan dirinya dan Adriel seraya membalas uluran tangan Nami untuk berjabat tangan
" Hai" Adzriel ikut mengulurkan tangannya dan dibalas oleh Nami
" Dan ini mbak Erika, dan kak Jay. Fika memperkenalkan orang - orang yang datang bersamanya dan mereka pun bergantian saling bersalaman seraya saling memperkenalkan diri mereka masing - masing
" Wah, kalau yang punya toko secantik ini sih, pasti banyak pengunjungnya" Jay tersenyum genit pada Yuki
__ADS_1
" Benarkah? Terima kasih" Yuki tersenyum senang dengan wajah yang merona saat mendengar pujian dari Jay
" Tentu saja, aku juga akan sering datang kesini untuk membeli kue buatanmu" Jay mengedipkan sebelah matanya
" Ya, dengan se..." Baru Yuki akan menjawab ucapan Jay Adzriel menyelanya
" Bila anda datang hanya untuk menggodanya, lebih baik anda jangan datang saja" Adzriel berkata ketus sambil menatap tajam pada Jay
" Oh ya, memang siapa anda berani melarangku, nona Yuki saja tidak melarangku" Jay menatap tak kalah tajam
" Aku pemilik toko ini, kamu mau apa ha" Adzriel mulai terlihat emosi
" Sudah hentikan! Apa kalian ingun mengahancurkan acara ku ha" Yuki menatap mereka dengan jengah
" Kalian ini, dasar!" Nanda menatap keduanya sambil menggelengkan kepalanya
" Lebih baik tinggalkan mereka dan kita mulai acaranya" Fika menatap sinis pada keduanya dan langsung melangkah bersama dengan Nanda dan Yuki yang sudah melangkah duluan
" Ya kamu benar" Nami ikut memandang sinis pada keduanya seraya melangkah menyusul Fika
" Ck ck ck" Erika memandang jengah lalu berlalu begitu saja
Mereka semua masuk menghampiri para tamu yang terlihat sudah berkumpul meninggalkan Jay dan Adzriel yang masih saling menatap tajam, namun sepersekian detik kemudian tubuh mereka melorot lesu dan melangkah menyusul mereka dengan langkah gontai
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1