Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )

Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )
Bab 33


__ADS_3

Hening, hanya itu yang mampu menggambarkan suasana saat ini di ruang tamu keluarga Yuki. Yang terdengar hanya isak tangis dari kedua wanita paruh baya yang kini saling berpelukan, sedangkan Rafa dan Razky hanya memandang mereka dengan tatapan sendu.


" Yuki sayang, apa kamu mau memaafkan mama?" Zela yang sudah meredakan tangisan nya mengurai pelukan nya dengan Dita dan mulai mendekati Yuki yang kini sedang terdiam dengan air mata yang beberapa kali terlihat menetes pada pipi mulus nya


" Percaya lah, mama juga menderita selama ini" Zela meraih kedua tangan Yuki dan mengenggam nya


" Aku" Yuki tampak menatap wajah Zela yang menatap nya dengan penuh harap. " Aku tahu setiap manusia pasti punya masa lalu dan bukankah yang anda lakukan semua nya demi aku, mungkin seharus nya aku bisa lebih berlapang dada saat menerima semua kejadian ini" Yuki berbicara dengan senyum tipis terukir pada wajah nya


" Apa itu berarti kamu mau memaafkan mama?" Zela tampak bicara dengan wajah yang berbinar


Yuki mengangguk mantap membuat semua orang merasa lega dengan senyum yang terukir di wajah mereka.


" Terima kasih" Zela memeluk Yuki dan Yuki pun membalas nya " bisakah kamu memanggilku mama" ucap Zela di sela pelukan nya dan Yuki pun menganggukan kepala nya dengan senyum mengembang di wajah cantik nya dengan air mata yang terus menetes membasahi pipi mulus nya


" Syukurlah kalian bisa bersatu kembali" Dita tersenyum senang walaupun ada rasa takut dalam hati nya, takut kalau Zela akan mengambil Yuki dari nya


" Apa setelah ini kamu akan menetap di Jakarta?" Pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Rafa


Zela tiba - tiba merubah raut wajah nya menjadi sendu dan mengurai pelukan nya dengan Yuki. " Besok aku harus kembali ke Manila untuk menyelesaikan pekerjaan ku" Zela menatap Dita dan Rafa secara bergantian


" Besok? Kenapa begitu cepat?" Yuki tampak tidak suka dengan apa yang dia dengar


" Ya sayang, masih ada kontrak kerja yang harus mama selsaikan" Zela menatap sendu pada Yuki

__ADS_1


" Lalu untuk apa mama datang kemari kalau untuk pergi lagi" Air mata Yuki yang tadi sempat berhenti, kini kembali menetes lagi


" Dengarkan mama sayang!" Zela memegang pundak Yuki. " Mama harus menyelesaikan kontrak kerja mama yang akan selesai kurang dari satu bulan lagi, setelah itu mama akan kembali dan menetap di sini. Mama tidak akan meninggalkan mu lagi selama nya"


" Apa itu benar?" Yuki menatap Zela dengan tatapan menyelidik


" Ya, mama janji! Hanya satu bulan sayang, setelah itu mama tidak akan meninggalkanmu lagi" Zela mengembangkan senyuman nya begitu pun dengan Yuki. " Atau kamu mau ikut mama ke Manila?"


Pertanyaan itu sontak membuat Yuki dan yang lain nya merasa kaget. Dita , Rafa dan Razky jelas tidak akan rela bila Yuki ikut dengan Zela ke Manila, walaupun mereka tahu hari ini pasti akan terjadi tapi bisakah mereka bersikap egois untuk kali ini saja.


Yuki tampak berfikir sedangkan Zela menatap Yuki penuh harap. Dita , Rafa dan Razky dengan hati yang berdebar menunggu jawaban dari Yuki seraya berdo'a semoga saja Yuki menolak ajakan dari Zela. Karena mereka tidak mungkin mencegah Yuki dan mereka tidak ingin berpisah jauh dari Yuki.


" Maaf, aku harus tetap tinggal disini karena aku tidak mungkin meninggalkan keluargaku dan lagi pula aku tidak bisa meninggalkan toko kue ku begitu saja" Yuki ragu saat mengatakan nya. Yuki juga tidak ingin berpisah jauh dari Adzriel yang belum satu bulan ini resmi menjadi kekasih nya.


Sedangkan Dita suami nya dan juga putra nya tampak menarik nafas lega mereka bersamaan saat mendengar penolakan dari Yuki


" Tapi kalau mama mau, kita bisa menghabiskan waktu bersama kita seharian ini. Sebelum mama pergi besok, apa mama mau?" Yuki berusaha untuk menghibur mama nya yang terlihat sendu setelah dia menolak ajakan nya


" Tentu saja, apa itu boleh ?" Zela mengembangkan senyuman nya


" Tentu saja, iyakan bun, yah?" Yuki menoleh pada ayah dan bunda nya


Dita dan Rafa tampak menganggukan kepala nya dengan senyum mengembang di wajah mereka. " Tentu saja, aku juga merindukan mu dan ingin mengobrol banyak dengan mu. Jadi malam ini menginaplah di sini, aku akan memasak makanan kesukaan mu malam ini"

__ADS_1


" Kamu masih mengingat makanan kesukaan ku?" Zela merasa terharu saat mengetahui sahabat nya itu ternyata masih perhatian pada nya


" Tentu saja, aku masih ingat. Kamu fikir karena aku sudah tua jadi aku melupakan nya begitu?" Dita mengerucutkan bibir nya membuat semua tertawa saat melihat nya


" Tentu saja tidak, dan kamu jangan bilang kalau kamu itu tua karena aku seumuran dengan mu dan aku menolak keras di bilang tua, kita hanya sudah matang" Zela terkekeh saat mengatakan nya dan di ikuti kekehan dari yang lain nya


Akhir nya pada hari itu Yuki menghabiskan waktu nya bersama dengan Zela, Yuki juga mengajak mama nya itu ke toko kue milik nya dan juga Adzriel. Yuki merasa sangat senang hari ini karena akhir nya masalah nya bersama ibu kandung nya sudah selesai dan Yuki merasa bersyukur bisa mempunyai dua ibu yang sangat menyayangi nya.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sementara di tempat lain tepat nya di daerah Bandung tampak seorang pria paruh baya yang masih tetlihat gagah dengan tubuh atletisnya terlihat tengah meminum segelas wine di tangan nya sambil duduk di kursi kebesaran nya.


" Maaf tuan , perpindahan induk perusahaan kita ke Jakarta sudah berjalan dengan lancar" Ucap seseorang yang ada di hadapan nya yang tak lain asisten pribadi nya


" Bagus, aku ingin bulan depan kita sudah bisa menjalankan bisnis kita di sana" ucap pria itu dengan senyum tipis di bibir nya.


" Siap tuan, sudah di pastikan bulan depan bisnis kita sudah mulai beroprasi" sang asisten tampak ikut menyunggingkan senyuman nya


" Bagus" pria itu menganggukan kepala nya " pergi dan lanjutkan pekerjaan mu!" Pria itu menggerakan tangan nya mengusir sang asisten pergi dari ruangan nya


" Aku akan menarik perusahaan - perusahaan besar dan mulai mengeruk keuntungan dari mereka seperti yang aku lakukan pada perusahaan yang ada di kota ini" Pria itu berkata dengan seringai dibibir nya seraya menenggak kembali minuman di tangan nya


" Lima belas tahun sudah aku hidup di dunia gelap ini setelah aku bebas dari penjara karena mereka. Lihat saja aku akan datang untuk membalaskan dendam ku terutama pada mu" Pandangan nya menatap foto seorang wanita yang tengah tersenyum dengan menggunakan gaun pengantin nya. " Aku tidak akan pernah bisa melupakan penghianatan mu itu" tangan nya tampak meremas gelas yang ada pada genggaman tangan nya sehingga gelas itu pecah menjadi beberapa bagian dengan minuman yang ada di dalam nya tumpah kemana mana bercampur darah segar yang ikut keluar dari tangan yang sudah tergores oleh pecahan gelas.

__ADS_1


Jangan lupa Like ,Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2