
Warning mengandung adegan 21+ 🔥🔥🔥🔥
Harap bijak dalam membaca, bagi bocil skip aja ya!
" Kamu jangan takut sayang, aku hanya ingin kamu bertanggung jawab atas apa yang aku derita selama ini" Arga berbisik di telinga Zela membuat tubuh Zela meremang dan menegang seketika dengan mata yang membola sempurna.
" A apa yang ka...mmpth" Zela tidak bisa menerusakan perkataan nya saat Arga menautkan bibir mereka. Arga tampak ******* bibir Zela dengan rakus dan penuh nafsu. Ada gejolak yang sudah lama tak di rasakan oleh diri Arga saat menautkan bibir ke dua nya.
" ****, kenapa semua ini membuat ku menggila" batin Arga di sela aktivitas nya sedangkan Zela tampak meronta mencoba memberontak dengan memalingkan wajah nya namun tangan Arga yang satu nya menahan rahang Zela agar tautan bibir mereka tidak terlepas.
Suara de capan dari kedua bibir yang beradu dan lidah yang membelit di dalam nya walaupun tanpa balasan. Tapi Arga cukup lihai untuk membuat permainan ini cukup menyenangkan untuk diri nya.
" Kau gila!" Teriak Zela dengan nafas yang terengah - engah di saat tautan bibir mereka terlepas. " Ingat kau ini bukan suamiku lagi, jadi kamu tidak berhak melakukan ini pada ku" Zela semakin histeris sambil tangan nya mengusap kasar bibir nya beberapa kali.
" Dimata hukum kamu masih istri sah ku, ingat itu!" Arga mengusap sisa saliva yang ada pada bibir nya dengan ibu jari nya. " Rasa nya masih sama seperti terakhir kali aku ingat, manis" Arga menyeringai seraya menatap Zela dengan tatapan naf su nya.
" Tapi di mata agama, kita sudah bukan lagi suami istri. Dan ini haram untuk kita lakukan ingat itu" Zela menatap nyalang pada pria di hadapan nya.
__ADS_1
" Ha ha ha, apa kau lupa siapa aku ha? Apa aku akan peduli dengan ajaran agama ? Apa kau tidak ingat, bahkan membunuh pun menjadi halal bagi ku." Arga berkata dengan penuh penekanan membuat Zela menelan saliva nya susah membenarkan apa yang di katakan oleh pria yang berada di hadapan nya.
Tanpa menunggu lama dan banyak bicara Arga menggendong tubuh Zela yang masih duduk di atas lantai dan bersandar pada tembok langsung menuju tempat tidur yang ada di sana.
" Lepaskan aku dasar berengsek" Zela memberontak seraya memukuli dada bidang milik Arga. Ya , walaupun usia Arga dan Zela sudah sama - sama hampir menginjak lima puluh tahunan tapi tubuh mereka masih bagus dan juga kencang mungkin karena perawatan yang Zela lakukan dan Arga yang sering melatih otot - otot nya mengingat bisnis nya yang kebanyakan di dunia bawah yang mengharuskan dia memiliki tubuh yang kuat.
Arga sama sekali tidak menghiraukan teriakan dan berontakan dari Zela, dia terus berjalan mendekati tempat tidur yang akan dia gunakan bersama dengan Zela nanti. Arga rasa nya sudah tidak sabar lagi untuk meluapkan segala gairah yang ada pada diri nya. gairah yang tidak pernah dia rasakan lagi selama puluhan tahun ini saat jauh dengan Zela.
Bruk
Arga melepar kasar tubuh Zela pada tempat tidur yang ada di sana. Zela yang merasa takut langsung beringsut menjauh dari Arga yang semakin mendekat dengan tatapan penuh nafsu nya. Tubuh Zela bergetar hebat dengan air mata yang tak berhenti mengalir deras.
"Aku mohon lepaskan aku!" Zela akhir nya memutuskan untuk memohon pada pria yang ada di hadapan nya. Zela fikir mungkin saja masih ada sisi baim yang ada pada diri mantan suami nya itu.
" Tidak ada guna nya kamu memohon kepadaku, sudah lama aku tidak merasakan gairah yang luar biasa seperti ini asal kau tahu? Dan itu membuatku menderita selama bertahun - tahun" Arga mendekati Zela dengan tatapan lapar nya.
" Dasar berengsek! Aku sangat menyesal pernah mencintai orang seperti mu." Pupus sudah harapan Zela yang masih mengharapkan ada sisi baik pada diri pria yang pernah dia cintai itu.
__ADS_1
" Aku tidak peduli, aku sudah tidak percaya akan adanya cinta setelah kau pergi dari kehidupanku"
Tanpa banyak bicara lagi Arga pun melucuti satu persatu kain penghalang yang melekat pada tubuh Zela tanpa menghiraukan jeritan dan rintihan kesakitan yang keluar dari bibir Zela.
Malam itu suara de sahan dan era ngan juga jerit tangis, terdengar menggema di seluruh ruangan kamar hotel yang kedap suara itu. Malam itu adalah malam yang penuh gai rah yang dirasakan oleh Arga, dan Arga menyadari kalau hanya pada Zela seorang saja dia bisa menyalurkan segala nafsu dan gairah yang dia rasakan.
" Aneh, kenapa kau hanya mau memasuki milik nya? Arga berbicara sendiri seraya melihat milik nya sendiri yang masih saja menegang walau dia sudah melakukan pelepasan nya berkali - kali tadi. Sedangkan sudah puluhan tahun milik nya itu tidak pernah menegang walau ada seoerang wanita yang sudah bertelanjang bulat di hadapan nya." Dan kenapa rasa nya sangat aneh bila aku melihat nya menangis, rasa nya hati ku pun merasa sakit?" Gumam Arga pada diri nya sendiri saat dia baru menyelesaikan sesi panas nya menatap Zela yang terlelap karena kelelahan dengan air mata yang mulai mengering pada wajah nya. " Apa semua yang aku alami merupakan karma dari apa yang dulu aku perbuat pada nya? Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang? Dia pasti sangat membenciku setelah semua yang aku lakukan pada nya selama ini" Arga mengecup kening Zela lembut dan membawa tubuh Zela kedalam dekapan nya dan mereka pun terlelap ke dalam mimpi mereka.
Keesokan hari nya Zela terbangun dengan tubuh yang terasa remuk akibat kejadian semalam. Dilihat nya di sana sudah tidak ada siapa pun. seperti nya Arga sudah meninggalkan tempat itu sebelum Zela terbangun.
" Dasar berengsek! Dia bahkan langsung pergi begitu saja setelah apa yang dia lakukan kepada ku" Zela menangis terisak mengingat setiap perlakuan dari mantan suami nya itu. Zela pun langsung turun dari atas tempat tidur dengan perlahan sambil merasakan rasa perih pada milik nya dan satu per satu baju yang berserakan di lantai Zela pungut dan dia buang ke tempat sampah.
Zela juga membersihkan diri nya sendiri di kamar mandi. Sungguh dia merasa jijik pada tubuh nya sendiri mengingat setiap sentuhan yang di berikan Arga pada nya semalam.
" Aaaahk" Zela berteriak frustasi seraya menggosok tubuh nya dengan sangat keras dan kasar bahkan tubuh nya memerah saking keras nya dia menggosok tubuh nya sendiri.
" Aku berjanji pada diri ku sendiri, aku tidak akan pernah memaafkan mu Arga, tidak akan pernah!" Zela menangis sejadi - jadi nya meluapkan segala kekesalan nya di bawah guyuran air shower yang ada di sana.
__ADS_1
Setelah selesai mandi Zela terburu - buru mengemasi barang nya dan pergi meninggalkan kamar hotel itu. Zela tidak mau bertemu lagi dengan Arga di sana. Karena Zela juga tidak tahu pasti ke mana Arga sekarang, tidak menutup kemungkinan dia akan kembali lagi ke sana untuk menemui nya kembali.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏