Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )

Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )
Bab 63


__ADS_3

Adzriel yang melihat Yuki di bawa oleh abang nya ke dalam mobil dengan keadaan yang sudah lemah seperti itu merasa sangat murka, dia pun mengerahkan seluruh kekuatan yang tersisa untuk menyerang lawan nya dengan membabi buta sampai lawan nya tumbang tergeletak tak berdaya di atas tanah dengan keadaan penuh luka seperti rekan nya yang sebelum nya.


Tak menunggu lama Adzriel pun segera berlari menghampiri Yuki yang berada di dalam mobil nya.


Sementara Razky dan Nanda tampak masih saling baku hantam melawan lawan nya masing - masing, dan tak lama kedua lawan mereka pun menyerah dan melarikan diri membawa ke dua rekan nya yang sudah terkapar mengenaskan.


" Yuki sayang, are you oke?" Ucap Adzriel saat membuka pintu mobil nya. Disana Yuki tampak berbaring namun mata nya tetap terjaga, dia hanya kelelahan saja dan merasa sakit di beberapa bagian tubuh nya.


" Aku baik - baik saja, kamu sendiri? Oh God lihatlah wajah tampan itu sekarang sudah tidak berbentuk seperti itu" Yuki terkekeh saat mengatakan nya seraya mengubah posisi nya sendiri menjadi duduk dengan bantuan dari Adzriel karena dia sempat kesusahan untuk bangun. Luka yang di alami Yuki tidak seberapa di bandingkan dengan luka yang diderita oleh calon suami nya Adzriel karena selain bertarung dengan lawan nya, Adzriel juga beberapa kali melindungi Yuki dari beberapa serangan yang Yuki terima dan tak jarang juga Adzriel menjadikan tubuh nya sendiri sebagai tameng untuk Yuki.


Yuki hanya luka lebam pada wajah nya dan kedua tangan nya, tapi bagi seukuran seorang wanita yang tidak terbiasa berkelahi seperti Yuki, itu sudah sangat menyakitkan dan menguras tenaga nya.


" Benarkah? Apa aku harus minta ganti rugi pada mereka untuk semua ini?" Adzriel ikut terkekeh untuk mengurangi ketegangan yang sempat terjadi beberapa saat yang lalu.


" Seperti nya begitu, Maaf" Yuki menundukan wajah nya karena merasa bersalah atas apa yang telah terjadi pada mereka.


" Hey, kenapa kamu meminta maaf hem? Bukan kamu yang melakukan semua ini, jadi kamu tidak bersalah sedikit pun dalam hal ini oke" Adzriel mengangkat wajah Yuki dengan senyum mengembang di bibir nya.


" Terima kasih" Yuki pun segera masuk ke dalam dekapan Calon suami nya itu.

__ADS_1


" Aw, sakit sayang" Adzriel mengaduh kesakitan saat tubuh nya yang terasa sakit akibat pertarungan tadi yang terbentur oleh tubuh Yuki. Yuki yang merasa terkejut pun refleks menjauhkan kembali tubuh nya dengan tubuh Adzriel.


" Maaf, apa itu sangat sakit?" Yuki tampak begitu khawatir menelisik tubuh Adzriel.


" Ya, tapi kalau kamu memeluku dengan pelan mungkin tidak akan terlalu sakit" Adzriel terkekeh.


Tak menunggu lama Yuki pun masuk ke dalam dekapan Adzriel dengan pelan agar Adzriel tidak merasa kesakitan, jujur saja ini adalah hal yang di butuhkan Yuki sekarang ini. Sebuah pelukan yang selalu menenangkan nya. Yuki merasa sangat beruntung bisa menjadi kekasih dari Adzriel, karena selain baik Adzriel juga penyayang dan sangat mencintai nya. Bila mengingat bagaimana mereka bertemu pertama kali dulu, Yuki tidak akan menyangka bahwa mereka akan saling jatuh cinta dan sebentar lagi akan menikah.


" Ekhem" Suara deheman dari belakang Adzriel terdengar, membuat ke dua orang yang sedang saling mendekap satu sama lain tampak terkesiap dan melepaskan dekapan mereka.


"Seperti nya kalian tidak perlu ke klinik untuk di obati" Nanda berbicara dengan nada mengejek.


" Ish, kalian ini. Bisakah tidak mengejek kami dan bantu kami yang sedang kesakitan ini" Adzriel mendengus kesal membuat Nanda dan Razky tertawa bersama begitu pun Yuki yang ikut menertawakan Adzriel.


Setelah semua nya berakhir, Razky membawa mobil Adzriel dengan Yuki dan Adzriel di dalam nya. Razky akan membawa Adzriel dan Yuki ke klinik terdekat terlebih dahulu untuk mengobati luka - luka yang ada pada tubuh Adzriel dan Yuki sedangkan Nanda pamit untuk pulang duluan karena Fika sedari tadi menelfon nya. Nanda tidak ingin membuat istri nya itu mencemaskan nya.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sementara itu di mansion keluarga Balendra tepat nya di kamar Nanda dan Fika, tampak Fika sedang berjalan mondar - mandir di depan pintu kamar nya seraya menggigit kuku nya sendiri. Fika saat ini sedang gelisah, entah kenapa perasaan nya sedari tadi merasa tidak enak apalagi Nanda tidak mengangkat panggilan nya sedari tadi, dan itu tidak seperti biasa nya. Karena biasa nya Nanda selalu cepat menjawab panggilan dari nya, tapi kali ini jangankan cepat di angkat panggilan dari nya sedari tadi malah di abaikan oleh Nanda.

__ADS_1


Jam sudah menunjukan pukul 12 malam dan Nanda masih belum pulang juga . Fika sekarang hanya sendiri di mansion bersama dengan beberapa art di sana karena mommy dan daddy sedang ada urusan di luar kota dan baru akan pulang keesokan hari nya. Fika juga sudah menelfon Jay untuk menanyakan nya tapi Jay sedang sakit dan tak masuk kerja hari ini sehingga dia juga tidak tahu keberadaan Nanda sekarang.


" Kenapa ka Adi belum pulang juga? Apa terjadi sesuatu pada nya?" Fika berwajah cemas seraya melihat beberapa kali pada ponsel yang ada di tangan nya menunggu kabar dari suami nya.


Ceklek


Tak lama pintu kamar Fika terbuka menampilkan Kepala Nanda yang menyembul untuk melihat keadaan di dalam kamar nya.


Nanda tampak menelisik sudut kamar nya mencari sosok istri nya yang pasti sedang cenas menunggu nya, tapi sosok itu tidak ia temukan di mana pun. Nanda pun mengerutkan kening nya seraya menutup pintu kamar nya dengan pelan, Nanda berfikir mungkin Fika sedang di kamar mandi.


" Ekhem" Suara deheman yang tak asing pada telinga Nanda terdengar jelas dari arah belakang Nanda membuat Nanda menolehkan pandangan nya.


" Sayang, kamu belum tidur?" Nanda bertanya dengan senyum kaku di bibir nya saat melihat raut kesal yang jelas terlihat pada wajah sang istri.


" Belum, aku sedang menunggu suami ku yang tak ada kabar dan entah pergi ke mana" Fika tampak berkacak pinggang dengan mata yang menatap tajam pada suami nya itu. " Dari mana saja, dan kenapa panggilanku tidak di jawab ha?"


" A aku" Nanda menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal " bagaimana aku menjelaskan nya, pasti dia kan sangat panik dan ingin pergi sekarang juga bila aku mengatakan yang terjadi pada ke dua sahabat nya itu" batin Nanda menatap Fika dengan ragu.


" Apa ha? Apa kakak bertemu dengan wanita cantik dan pergi bersama nya begitu?" Fika tampak berkaca - kaca menatap nanar pada suami nya. Entah kenapa akhir - akhir ini perasaan Fika menjadi sangat sensitif. Dia jadi mudah menangis dan berfikiran yang tidak - tidak bila Nanda pergi tanpa nya.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2