
Tidak terasa sudah tiga minggu berlalu setelah kepergian Zela ke Manila dan itu berarti tinggal menunggu hari untuk Yuki bisa bertemu kembali dengan mama nya itu.
Seperti biasa nya Yuki kini sedang disibukan dengan kegiatan nya melayani pelanggan nya di toko kue milik nya yang semakin hari semakin ramai saja.
Kret
Suara pintu toko dibuka dari luar oleh pengunjung toko
" Selamat pagi, dan selamat datang di toko kami" Yuki menyambut pengunjung nya dengan senyum ramah di wajah nya.
" Pagi" pria paruh baya yang baru datang itu menjawab dengan nada dingin nya. Pria itu tampak menelisik wajah gadis cantik yang ada di hadapan nya dengan wajah yang serius " kenapa rasa nya wajah gadis ini tidak asing bagiku, tapi aku tidak pernah bertemu dengan nya sebelum nya" batin pria paruh baya itu
" Tuan mau pesan apa, disini banyak jenis kue yang enak dengan berbagai bentuk dan rasa." Yuki menunjukan beberapa kue yang terpajang pada etalase penjualan yang ada di sana.
" Aku ingin chese cake dan aku ingin memakan nya di sini dan jangan lupa minuman nya jus alpukat, apa ada?" ucap pengunjung itu masih dengan wajah dingin nya
" Tentu saja ada, itu adalah menu favoritku. Baiklah, tuan silahkan duduk di meja sana. Nanti akan kami bawa pesanan anda kesana" Yuki pun berlalu untuk menyiapkan pesanan yang tuan itu pesan
"Ternyata ada yang suka dengan makanan dan minuman yang sama dengan ku" Gumam Yuki seraya dengan cekatan membuat pesanan pengunjung nya.
" Kaka mau makan chese cake dan jus alpukat lagi, bukan nya tadi sudah ya?" Sila yang tadi sudah melihat Yuki memakan makanan favorit nya itu merasa heran saat Yuki menyiapkan makanan dan minuman yang sama.
" Ish, bukan. Ini untuk pengunjung toko kita" Yuki berbicara tanpa menoleh
" Emang ada yang suka makan chese cake dan jus alpukat seperti kaka?" Sila merasa aneh karena baru kali ini ada yang memesan makanan dan minuman yang persis sama sepeeti atasan nya itu karena biasa nya mereka kalau memesan chese cake pasti minuman nya kopi panas atau coklat panas dan sebagai nya dan tidak ada yang menyandingkan chese cake dengan jus alpukat seperti atasan nya itu.
" Tentu saja ada, kamu lihat bapak - bapak yang duduk di meja itu!" Yuki menunjuk ke arah dimana pengunjung tadi duduk. " Nah itu dia yang pesan" Yuki mengangkat nampan yang sudah ia isi dengan makanan nya. " Sudah, aku antarkan dulu ini" Yuki pun berlalu menghampiri pengunjung toko nya itu.
" Ini pesanan anda tuan, selamat menikmati dan semoga anda menyukai nya" Yuki menaruh pesanan tamu nya itu di atas meja.
" Oh ya, aku lupa menanyakan nya tadi. Apa chese cake ini mengandung kacang? Kalau ya ambil kembali karena aku alergi kacang" pria paruh baya itu tampak menatap Yuki dengan tatapan yang membuat siapa saja akan merasa takut saat melihat nya.
__ADS_1
" Tidak tuan itu tidak mengandung kacang karena kebetulan saya juga alergi kacang" Yuki tersenyum kaku
" Benarkah? Aneh juga, jarang sekali aku menemui orang yang mempunyai alergi yang sama denganku" pria itu mulai menyendokan kue dan memasukan nya kedalam mulut nya.
" Ya mungkin tuan benar, karena aku juga baru menemui orang yang mempunyai selera dan alergi yang sama seperti ku" Yuki sedikit terkekeh saat mengatakan nya.
" Emm siapa yang membuat kue disini? Rasanya sangat enak" pria itu kembali menyendokan kue kedalam mulut nya.
" Kebetulan semua kue yang ada disini adalah buatan ku sendiri dibantu oleh kedua temanku" Yuki tersenyum ramah
" Wah, ternyata nona ini selain cantik juga pandai membuat kue" pria itu me lap bibir nya dengan tisyu setelah menghabiskan kue nya. " Seperti nya aku akan sering datang kesini dan makan kue disini" Pria itu tersenyum tipis. " Oh ya siapa nama anda nona, seperti nya aku harus tahu nama pembuat kue yang aku suka" Pria itu tampak bertanya
" Oh nama saya Yuki tuan" Yuki tersenyum manis yang entah kenapa membuat hati pria itu merasa hangat saat melihat nya.
" Yuki, nama yang bagus. Nama saya Arga, senang berkenalan dengan anda" pria paruh baya yang mengenalkan diri nya sebagai Arga pun pergi setelah memberikan uang yang cukup besar pada Yuki.
" Tapi tuan uang ini terlalu banyak" Yuki berteriak seraya berlari mengejar pria itu.
" Terima kasih" teriak Yuki sebelum pria itu menghilang dari pandangan nya.
" Aish, sering - sering saja ada tamu seperti dia datang kemari. Aku pasti akan cepat kaya" gumam Yuki menatap uang yang lumayan banyak di tangan nya
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara di Saputra Corp tepat nya di perusahaan yang Adzriel pimpin tampak sebuah pertemuan yang penting di adakan di ruangan nya. Disana ada Adzriel yang ditemani Afkha asisten sekaligus sepupu nya itu tampak sedang berbicara serius sambil meneliti proposal yang ada di tangan mereka.
" Bagaimana tuan, apa ada yang kurang?" seorang pria yang duduk di hadapan Adzriel tampak bertanya
" Maaf apa boleh saya pelajari dulu dan besok asisten saya Afkha yang akan menghubungi anda" putus Adzriel akhir nya.
" Baiklah tuan Adzriel, semoga kerja sama kita akan terlaksana dan berjalan dengan lancar nantinya" pria itu berdiri dari duduk nya.
__ADS_1
" Terima kasih tuan Niko, saya akan memberi kabar secepat nya" Adzriel pun ikut berdiri dan mengulurkan tangan nya.
" Ya, tuan saya tunggu kabar baik nya" Niko pun membalas uluran tangan dari Adzriel.
" Permisi" Niko pun berlalu keluar dari kantor Adzriel dengan di antar oleh Afkha sampai keluar dari ruangan sebagai sopan santun yang diberikan oleh nya pada tamu mereka.
" Bagaimana menurutmu?" Adzriel bertanya pada Afkha yang baru saja kembali dari luar.
" Jujur saja aku agak ragu kak" Afkha mendudukan diri nya dihadapan Adzriel
" Kamu pun berfikir begitu?" Adzriel mengangkat sebelah alis nya
" Ya, selain karena perusahaan mereka masih baru di kota ini juga karena isi proposal ini. Coba kakak lihat, apa ini tidak terlalu di buat - buat? Bagaimana bisa kita mendapatkan keuntungan yang sangat besar seperti itu sedangkan proyek - proyek kita yang sebelum nya tidak ada yang menghasilkan keuntungan sebesar itu bagaimana pun kita menghemat biaya pembuatan proyek tersebut dan dalam penjualan pun dalam pemasaran kita adalah harga yang sudah terbilang sangat tinggi, iya kan?" Afkha tampak berbicara panjang lebar.
" Ya kamu benar?" Adzriel mengangguk - anggukan kepala nya. " Jadi kita harus bagaimana? Apa kita akan menolak nya?" Adzriel tampak memijat pelipis nya yang tiba - tiba berdenyut.
" Aku akan menyelidiki perusahaan itu dulu, baru kita akan ambil keputusan" putus Afkha akhir nya.
" Ya, kali ini aku serahkan semua nya pada mu!" Adzriel berkata enteng
" Cih, kali ini? Bukan kah setiap urusan kau selalu menyerahkan nya padaku" Afkha mendengus kesal " Apalagi setelah kaka berpacaran dengan kak Yuki, lebih banyak lagi tugas yang kakak limpahkan padaku" ucap Afkha tanpa melihat wajah Adzriel yang sudah mulai berubah.
" Jadi kau keberatan begitu?" Adzriel menatap tajam pada Afkha membuat Afkha menelan saliva nya susah
Glek
" Mampus, seperti nya aku salah bicara" batin Afkha
" Aku tanya sekali lagi, apa kau keberatan ha?" Karena Afkha hanya diam Adzriel kembali berkata dengan penuh penekanan tanpa menurunkan tatapan tajam nya
" Ti tidak, Ah aku lupa ada pekerjaan penting yang harus aku lakukan sekarang" Afkha pun buru - buru pergi keluar dari ruangan Adzriel yang mulai tidak aman untuk diri nya itu.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏