
" Katakan! Apa yang ingin kamu tanyakan pada ku?" Jay memegang dagu Alice dan sedikit mendongakan wajah nya yang sedang menunduk agar Jay bisa melihat wajah cantik calon istri nya itu dengan jelas.
" Aku hanya ingin tahu, apa benar selama enam tahun kita dalam masa salah faham kamu tidak pernah menyukai atau berpacaran dengan wanita mana pun?" Alice memberanikan diri nya sendiri untuk melihat wajah Jay yang kini memandang nya dengan tatapan kecewa nya. " Maaf, aku fikir mana mungkin pria tengil seperti mu tidak pernah berpacaran sama sekali selain dengan ku. Bukan kah kamu terlalu ramah pada semua wanita sampai kadang mereka selalu salah faham dengan sikap mu itu" Alice tampak ragu saat mengatakan nya.
" Ish, bagaimana aku menjelaskan nya kalau seperti itu? Apa kamu akan percaya bila aku katakan hanya kamu yang selalu ada di hati ku, baik itu enam tahun yang lalu atau pun saat ini. Dan selama itu aku tidak pernah melirik wanita lain kalau kamu tidak percaya kamu bisa menanyakan nya pada Nanda! Dia tahu semua nya" Jay menangkup ke dua pipi Alice dengan ke dua tangan nya.
" Apa itu benar kak? Kak Adi sudah tahu dari dulu kalau kak Jay mencintai Alice, bahkan saat Alice masih mengejar kakak?" Fika menatap suami nya dengan tatapan menyelidik. " Ish, apa itu jadi salah satu alasan kakak menolak Alice saat itu? Ck ck ck, jangan - jangan kalau kak jay tidak mencintai Alice kakak mungkin sudah menikah dengan nya sekarang" Fika berdecak kesal membuat Nanda menjadi panik.
" Tidak sayang, apa kamu tidak percaya pada cinta ku?" Nanda menggenggam tangan Fika lalu mengecup nya dengan mesra. " Hey Jay, sahabat macam apa kau ? Jangan membawa - bawa ku pada masalah mu, itu derita mu karena calon istri mu meragukan mu. Jangan kamu buat Qia ku juga meragukan ku" Nanda mendengus kesal pada Jay.
"Aku hanya mengatakan apa yang pernah kamu katakan pada ku" Jay membela diri nya.
" Kamu tahu, calon suami mu ini adalah pria paling bodoh yang aku temui" ucap Nanda pada Alice. " Bisa - bisa nya menolak banyak wanita hanya demi cinta masa kuliah nya yang bahkan mengejar - ngejar sahabat nya sendiri dengan terang - terangan" ucap Nanda dengan nada mengejek nya.
" Aish, itu masalah hati bro. Dan hati tidak bisa di paksakan, sama seperti mu yang hanya mengukir nama Qia mu itu di dalam hati mu bahkan kamu lebih parah dari ku. Kau sudah mencintai kakak ipar sejak SMA" Jay membalas ucapan Nanda dengan nada yang sama.
" Aih, kalian berdua sama saja. Sama - sama budak cinta" Adzriel menengahi.
" Lalu kau sendiri apa ha? Kau bahkan ke rumah kami hampir setiap hari hanya untuk bertemu dengan Yuki" Razky ikut menimpali membuat semua nya tertawa sedangkan Adzriel mendengus kesal.
" Setidak nya aku lebih terbuka, tidak seperti kalian yang penuh drama selama bertahun - tahun" Adzriel berkata telak membuat Jay dan Nanda diam.
" Apa kamu puas dengan jawaban dari kakak Jay untuk pertanyaan mu Al?" Fika mengangkat alis nya sebelah menatap Alice yang tampak masih berfikir.
" Sebenar nya aku masih ragu, tapi setelah Nanda bilang kalau Jay sangat bodoh aku seperti nya agak setuju" Alice tersenyum penuh arti.
__ADS_1
" Sayaang" Jay merengek manja pada Alice membuat tawa mereka pecah.
" Kalau begitu biar aku memutar botol nya lagi" Yuki yang kali ini akan memutar botol nya setelah mereka sama - sama menghentikan tawa mereka.
Botol kembali berputar dan kali ini botol itu tepat menunjuk pada Nami.
" Aaah, tidak tidak tidak, kenapa mengarah pada ku?" Nami menangkup pipi nya sendiri dengan ke dua tangan nya.
" Sekarang katakan! Kejujuran atau tantangan?" Alice tampak antusias.
" Aku memilih tantangan saja" putus Nami pada akhir nya dengan wajah yang tampak ragu.
" Aku yang akan memberi mu tantangan, bersiaplah calon kakak ipar ku!" Yuki tampak mengosok - gosokan ke dua tangan nya dengan bersemangat. " Aku ingin kamu melepaskan kaca mata mu dan berdiri di sudut sana, setelah itu kamu harus berjalan mencari kak Razky tanpa kaca mata itu dengan mata yang tertutup kain dan cium dia!" Yuki tersenyum menyeringai menatap Nami yang tampak kaget.
" Justru itu keseruan nya kakak ipar, kalau kamu bisa menemukan kak Razky dengan benar maka berarti cinta kalian memang sangat besar dan kalian pasangan yang sangat kompak." Yuki tampak menjelaskan
" Kalau salah bagaimana?" Razky yang bertanya.
" Tentu saja Nami akan mencium pria lain di hadapan mu" Adzriel berkata di ikuti gelak tawa nya.
" Ish, apa kau berharap yang di cium Nami itu diri mu ha?" Yuki memberengut kesal.
" Tentu saja tidak, yang boleh mencium ku cuma kamu sayang" Adzriel merangkul mesra pinggang Yuki membuat Yuki merasa malu dengan wajah yang merona.
" Sudah lah ayo kita mulai tantangan nya, ayo Nami ikut aku" Alice menyeret Nami ke tempat yang sudah di tentukan " Sekarang aku lepaskan kaca mata mu ya" Alice pun melepaskan kaca mata Nami dan mengaitkan nya pada baju nya sendiri lalu dia menutup mata Nami dengan kain yang dia bawa dan setelah itu dia berlari berbaur dengan yang lain nya yang sudah bersiap di sisi yang lain nya.
__ADS_1
"Ssst jangan ada yang bersuara!" Bisik Fika pada semua nya saat melihat Nami mulai bergerak dan semua nya tampak mengangguk mengerti. Sedangkan Razki terlihat agak cemas, tentu saja dia cemas kalau - kalau Nami akan mencium pria lain selain diri nya di sana.
Nami pun dengan perlahan melangkahkan kaki nya mendekati semua orang, Nami tampak meraba - raba langkah nya mendekati semua orang yang ada di sana. Nami mendekati semua orang satu per satu dan mulai meraba wajah mereka. Kini Nami sedang berada di hadapan Adzriel sekarang, dia mulai meraba wajah Adzriel dan mengendus bau tubuh Adzriel dengan hidung nya, seperti anjing pelacak saja 😂
" Bukan kak Razky" gumam Nami seraya bergeser mencari di mana calon suami nya berada. Dan kini Nami berdiri tepat di hadapan Fika, dia mulai melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan nya tadi, tapi kali ini tangan nya berhenti tepat di hidung nya dan memencet nya. " Ini kamu kan Fika" Nami terkekeh saat mengatakan nya.
" Ish, bagaimana kamu tahu?" Fika mengerucutkan bibir nya.
" Tentu saja aku tahu, kamu dari dulu selalu memakai wangi parfum yang sama setiap hari. Aku sampai hafal pada wangi nya" Nami pun kembali mencari yang lain nya.
"Boleh aku melewati yang ini, karena ini pasti tuan Nanda. Iya kan ?" Nami menoleh kan wajah nya pada tempat Fika berdiri tadi.
" Bagai mana kamu tahu?" Fika tampak mengerutkan kening nya.
" Ish, tuan Nanda mana bisa jauh - jauh dari mu. Dia pasti akan ada di samping mu atau di belakang mu" Nami kembali terkekeh.
" Gadis pintar!" Nanda tersenyum tipis dan langsung merangkul istri nya itu dan mengajak Fika untuk duduk di kursi mereka tadi.
Nami terus mencari dan mencari, namun dia belum menemukan yang dia cari, kini tinggal Razky dan Jay saja yang belum di hampiri Nami, hingga sampai lah dia pada salah satu orang yang berdiri di hadapan nya dan langsung meraba wajah nya.
Nami tersenyum saat meraba wajah seseorang yang ada di hadapan nya dan mulai mengendus bau orang itu dan " Seperti nya aku menemukan mu" Nami tersenyum senang dan yang lain nya tampak mengulum senyum mereka menatap Nami dengan penuh arti.
**Apa kah Nami berhasil menemukan Razky? Tunggu bab berikut nya 😘😘
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏**
__ADS_1