Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )

Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )
Bab 76


__ADS_3

Lama Zela menangis dalam dekapan Dita sampai akhir nya dia merasa kelelahan. Setelah tangisan Zela melemah dan Zela sudah jauh lebih tenang, Dita pun mengantar Zela ke kamar Yuki untuk beristirahat, Zela pun menurut saja karena memang itu yang di butuhkan nya saat ini. Tenaga Zela sudah terkuras habis sejak semalam baik batib dan fisik nya kini sedang terluka dan akan memerlukan waktu yang lama untuk menyembuhkan nya.


Dita meninggalkan Zela setelah Zela benar - benar tenang dan terlelap, karena Dita tidak ingin hal buruk terjadi pada Zela apalagi saat ini kondisi Zela sedang sangat tertekan. Dita yang tidak tahu harus berbuat apa, akhir nya memutuskan untuk menelfon Yuki dan menceritakan semua yang terjadi pada Zela saat ini. Tentu saja Yuki sangat terkejut saat mendengar nya dan langsung memutuskan untuk segera pulang dan meninggalkan toko nya pada kedua karyawan nya yaitu Sila dan juga Via.


Tak membutuhkan waktu yang lama untuk Yuki sampai di rumah nya, karena jarak toko kue dan rumah nya berjarak beberapa kilo meter saja apalagi Yuki naik ojol untuk pulang ke rumah. Jadi dia lebih cepat sampai di bandingkan dengan menaiki mobil.


" Bagaimana keadaan mama sekarang bun?" Yuki yang baru datang ke rumah nya langsung menghampiri Dita yang sedang duduk termenung di ruang tamu menunggu kedatangan Yuki.


" Mama mu seperti nya sangat terpukul. Dan mama mu juga seperti nya menerima pelecehan dari papa mu?" Dita dengan ragu mengatakan semua yang dia fikirkan pada Yuki.


" Apa maksud bunda?" Yuki kurang mengerti apa yang di maksudkan oleh bunda nya itu.


Dita pun menceritakan tentang apa yang dikatakan Zela tadi sambil menangis dan Dita pun tidak lupa memberitahukan pada Yuki tentang apa yang dia lihat pada leher Zela dan Dita tahu persis apa itu.


" Apa maksud bunda pria itu melecehkan mama begitu?" Wajah Yuki tampak sendu dan tubuh nya pun lemas seketika saat mendengar sebuah kenyataan pahit yang baru saja menimpa ibu kandung nya. Yuki tidak habis fikir, kenapa papa kandung nya bisa sebiadab itu pada mama nya. Bila status mereka yang masih sah sebagai suami istri mungkin Yuki tidak merasa keberatan tapi sekarang setatus mereka berbeda. Bagaimana pun Arga sudah menelantarkan ibu nya selama puluhan tahun dan itu membuat ikatan mereka otomatis terpisah menurut agama.


" Ya, bunda fikir seperti itu" Dita yang melihat putri nya seperti itu pun mendekati nya dan menarik nya ke dalam pelukan nya. Dita mengusap pelan punggung Yuki untuk menenangkan nya.


" Bisakah aku melihat mama sekarang bun?" Yuki merenggangkan pelukan bunda nya dan menatap bunda nya dengan tatapan memohon nya.

__ADS_1


" Ya, lihat lah keadaan nya. Tapi sekarang dia tertidur setelah tadi menangis sampai diri nya kelelahan, jadi jangan ganggu dia dulu ya!"


Yuki mengangguk mengerti dan langsung menuju kamar nya yang sekarang terdapat Zela di dalam nya. Biasa nya Zela dan Yuki memang tidur bersama di sana bila Zela menginap karena tidak ada kamar yang kosong di rumah itu.


Ceklek


Yuki membuka pintu kamar nya dengan perlahan agar tidak mengganggu tidur mama nya yang tampak nyenyak setelah lelah menangis. Yuki mendekat dan mendudukan diri nya di pinggir tempat tidur untuk melihat mama nya lebih dekat lagi, Zela tampak tertidur dengan sisa air mata yang sudah mengering di wajah nya. Mata nya terlihat sembab dan wajah nya juga pucat. Yuki pun menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi leher Zela untuk memastikan apa yang dilihat oleh bunda nya tadi, dan benar saja disana terdapat banyak sekali tanda kemerahan seperti apa yang dikatakan oleh bunda nya. Air mata Yuki luruh begitu saja pada wajah nya saat melihat semua nya dengan wajah yang tampak kaget dan tak percaya.


" Oh God, kenapa ini bisa terjadi? Aku tidak menyangka bahwa papa ku akan melakukan hal sebejad ini pada mama ku. Padahal dia sendiri yang telah mengusir nya dulu" Yuki menangis tertahan di samping Zela yang tertidur dengan tenang nya.


" Aku bersumpah tidak akan membiarkan bajingan itu lolos begitu saja, aku berjanji" Yuki mengepalkan tangan nya erat dengan mata yang sudah berkobar api kemarahan.


" Bagaimana?" Tanya Arga pada anak buah nya yang sedang berjejer di depan nya.


" Maaf tuan, saat itu kami kewalahan karena tiba - tiba ada satu orang lagi yang datang membantu mereka" jawab salah satu pria yang ada di hadapan Arga.


" Ya, tuan dan kami juga tidak menyangka kalau Adzriel mempunyai kekasih yang juga pandai berkelahi" jawab yang lain nya


" Kekasih? Maksudmu kalian kalah melawan wanita ha?" ucap Arga dengan membentak.

__ADS_1


" Bukan hanya itu tuan, ternyata tuan muda dari keluarga Balendra juga sangat hebat dalam bertarung" pria yang lainnya terdengar membela diri.


" Dasar kalian semua tidak becus! Aku tidak mau tahu, kalian cepat urus mereka semua! Aku tidak mau mendengar kegagalan lagi" Arga berkata dengan penuh penekanan.


" Baik bos" Jawab mereka serempak.


Arga pun tampak berfikir dengan keras rencana apa lagi yang akan mereka lakukan selanjut nya untuk membalaskan dendam nya pada orang - orang yang telah berani nya menghancurkan perusahaan nya yang ia rintis selama bertahun - tahun.


" Oh ya, aku punya ide. Kalian kemarilah!" Arga pun memanggil ke empat anak buah nya untuk merapat dan mulai membicarakan rencana nya pada semua nya setelah dia rasa dia mendapatkan ide yang sangat bagus. Semua tampak mendengarkan rencana Arga dengan wajah yang serius. Sesekali mereka juga terlihat mengganggukan kepala mereka mengerti akan apa yang sudah di sampaikan oleh bos mereka itu.


" Apa kalian semua mengerti apa tugas kalian?" Arga tampak bertanya dengan sorot mata yang tajam menatap satu per satu anak buah nya.


" Kami mengerti bos, secepat nya kami akan melaksanakan nya" salah satu dari mereka tampak berbicara.


" Baiklah, kalian boleh pergi dan persiapkan semuanya dengan baik. Aku tidak mau rencanaku kali ini gagal" Arga berkata dengan penuh penekanan membuat semua nya mengangguk mengerti dan keluar dari ruangan itu dengan tergesa - gesa.


" Kali ini aku akan mendapatkan kalian. Kalian tidak akan bisa lolos lagi dari ku, dan kamu bocah Saputra bersiaplah untuk kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidup mu!" Arga tertawa jahat seraya menunjuk foto Adzriel yang terpasang di tembok ruangan itu dengan beberapa anak panah yang sudah menancap sempurna di sana.


" Kalian berani bermain dengan ku, maka terimalah akibat nya" Arga tersenyum menyeringai menatap semua foto yang terpajang di sana dengan keadaan yang sama seperti foto Adzriel. Diantaara nya adalah foto Nanda , Jay dan juga Afkha. Karena yang Arga ketahui , mereka berempat lah yang sudah berkomplot menghancurkan perusahaan nya yang berdampak pada kehidupan nya sekarang.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2