Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )

Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )
Bab 64


__ADS_3

" I itu tidak mungkin sayang" Nanda panik saat melihat mata Fika yang sudah berkaca - kaca.


" Lalu, kaka dari mana?" Fika bertanya dengan bibir yang bergetar menahan isak tangis yang hampir pecah dari bibir mungil nya itu.


" I itu, bagaimana aku menjelaskan nya ya?" Nanda menggaruk kepala nya merasa bingung untuk menghadapi istri nya itu. Akhir - akhir ini istri nya bersikap cukup aneh lebih sering uring - uringan tidak jelas dan jika sudah ada kemauan pasti harus langsung dituruti kalau tidak, ya seperti itu Fika akan menangis dengan sangat mudah.


" Menjelaskan, menjelaskan apa maksud kaka? Apa kakak ingin meninggalkan ku untuk bersama wanita cantik itu, iya kan?" Fika tetap pada asumsi nya sendiri dan membuat tangis nya pecah begitu saja . Fika tampak menangis sesegukan seperti anak kecil yang tidak di belikan mainan oleh ayah nya.


Nanda semakin kelabakan saat melihat istri nya malah menangis seperti itu. Nanda mengacak rambut nya frustasi menghadapi sikap istri nya yang berubah seratus delapan puluh derajat dari biasa nya. " Siapa yang akan meninggalkan mu hem?" Nanda mendekati Fika dan mendekap erat tubuh Fika yang masih sesegukan. Awal nya Fika memberontak namun lama - kelamaan Fika pun tenang juga dalam pelukan Nanda " Lagi pula siapa yang mau meninggalkan mu hem, aku sangat mencintai mu dan aku tidak mungkin meninggalkan mu demi apa pun juga yang ada di dunia ini" Nanda mencium sekilas bibir Fika yang selalu menjadi candu bagi nya.


" Apa kakak serius? Lalu tadi kakak kemana saja?" Ucap Fika seraya menghentikan tangis nya.


" Aku akan menceritakan nya pada mu, tapi berjanjilah kamu jangan panik oke!" Nanda berkata lembut seraya menggiring Fika untuk duduk di atas ranjang mereka.


" Oke, aku berjanji. Ayo ceritakan!" Fika tampak tidak sabar untuk mendengarkan cerita dari suami nya itu.


Nanda pun menceritakan tentang yang terjadi tadi pada diri nya dan yang terjadi pada Yuki dan juga Adzriel, Fika tampak mendengarkan dengan serius sambil sesekali menampakan wajah cemas dan terkejut nya saat mendengarkan cerita tentang kejadian demi kejadian yang menimpa suami nya dan ke dua sahabat nya itu.


Dan sesuai perkiraan Nanda. Fika ingin menemui ke dua sahabat nya saat itu juga, namun Nanda berusaha membujuk nya. Dan pada akhir nya dengan susah payah Nanda pun berhasil membujuk istri nya itu untuk menemui ke dua sahabat nya besok pagi saja.


" Baiklah, tapi kakak berjanji akan membawaku melihat mereka besok pagi" Fika tampak mengerucutkan bibir nya.


" Ya aku janji sayang, sekarang obati luka aku ini!" Nanda menunjuk sudut bibir nya yang sedikit robek karena terkena pukulan lawan nya tadi.


" Baiklah, tunggu di sini!" Fika hendak beranjak mengambil kotak P3K yang ada di kamar nya, namun tangan Nanda mencegah nya.

__ADS_1


" Kamu mau ke mana hem?"


" Tentu saja mengambil obat untuk kakak" Fika tampak bingung dengan ucapan Nanda, bukankah tadi Nanda menyuruh nya untuk mengobati luka nya.


" Ish, apa kamu tidak mengerti hem? Bukan di obati dengan obat biasa tapi dengan.." Nanda menunjuk bibir Fika seraya menaik turunkan alis nya lucu membuat wajah Fika merona. Fika tahu apa arti nya itu.


" Kakak belum mandi, mandilah dulu nanti aku akan mengobati luka kakak itu" Fika berkata dengan malu - malu.


" Benarkah? Kamu janji! Tunggu aku, disini sayang aku tidak akan lama" Nanda mencium sekilas kening Fika sebelum melesat masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


Nanda sangat bersemangat dan mandi dengan cepat agar tidak membuat istri nya menunggu lama. Nanda sudah tidak sabar untuk bisa mereguk kenikamtan yang biasa ia lakukan bersama istri tercinta nya hampir setiap malam. Seperti tidak ada kata bosan untuk Nanda melakukan itu lagi dan lagi setiap kali nya.


Lima belas menit berlalu, Nanda yang sudah tidak sabar terlihat terburu - buru keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit di pinggang nya dengan semangat empat lima, namun sepersekian detik kemudian semangat yang tadi nya menggebu - gebu harus mati begitu saja saat melihat istri tercinta nya sudah tertidur lelap di atas tempat tidur dengan posisi duduk bersandar di kepala ranjang.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sementara di klinik tempat Yuki dan Adzriel di obati tampak Razky yang sedang duduk di kursi tunggu sambil menerima telfon pada ponsel nya. Tadi Dita menelfon Razky untuk mengetahui keadaan Yuki dan Adzriel. Dita memang tidak tahu kejadian yang menimpa putri nya dan calon suami nya itu, tapi Dita cemas karena putri nya belum juga pulang di jam yang sudah tengah malam seperti saat ini.


Razky pun menceritakan keadaan Yuki dan Adzriel yang sebenar nya pada bunda nya itu. Dita tentu saja sangat terkejut dan sangat cemas , dia juga sempat ingin datang ke klinik yang mereka datangi saat ini namun Razky mencegah nya. Karena hari sudah sangat larut dan lagi pula Yuki dan Adzriel akan segera pulang setelah selesai di obati oleh dokter.


" Bagaiana dok, apa adik - adik saya baik - baik saja?" Razky bertanya setelah dokter yang menangani Adzriel dan Yuki keluar.


" Mereka baik - baik saja, tidak ada luka yang serius dan tadi saya sudah mengobati nya. Tapi luka pada adik anda yang laki - laki lumayan banyak sehingga mungkin butuh waktu yang agak lama untuk pulih" dokter itu tampak menjelaskan " dan ini ada beberapa obat yang harus anda beli untuk membantu pemulihan nya." Dokter itu tampak memberikan dua lembar kertas


" Baik dok, terima kasih. Apa mereka bisa pulang sekarang?" Razky menjabat tangan dokter itu.

__ADS_1


" Boleh! Tapi mereka harus istirahat yang cukup dan luka mereka harus sering di bersihkan dan di beri obat"


" Baik dok, saya akan memastikan nya." Setelah mengatakan itu Razky langsung masuk menemui adik nya dan calon adik ipar nya sedangkan dokter itu berlalu pergi kembali ke dalam ruangan nya.


" Ayo kita pulang!" ucap Razky saat menghampiri Yuki dan Adzriel yang sedang mengobrol dengan tangan yang terpaut satu sama lain. Posisi mereka saat ini sedang duduk di atas blangkar yang berdampingan.


" Sudah boleh pulang ya?" Yuki tersenyum sumringah menatap kakak nya.


Razky pun menganggukan kepala nya seraya membalas senyuman Yuki.


" Apa aku boleh ikut pulang bersama kalian? Papa dan mama ku sedang di luar kota, jadi tidak ada yang merawatku" Adzriel menatap penuh harap pada calon kakak ipar nya itu.


" Ish, dasar manja. Apa kamu tidak bisa mengurus dirimu sendiri huh?" Razky berbicara dengan nada mengejek.


" Ayolah bang, apa kamu tidak merasa kasihan pada calon adik ipar mu ini? Lihatlah keadaan ku sekarang? " Adzriel menunjukan wajah memelas nya membuat Razky memutar bola mata nya malas.


" Tentu saja boleh, bunda dan ayah pasti juga tidak akan keberatan" Yuki yang jengah dengan perdebatan kedua pria itu yang seakan tidak ada habis nya pun langsung mengambil keputusan membuat abang nya terdiam.


" Terima kasih sayang, I Love You" Adzriel tersenyum penuh kemenangan.


" Cih" Razky mendecih.


Pada akhir nya malam itu Adriel ikut pulang kerumah Yuki. Dita dan Rafa menyambut kedatangan mereka dengan perasaan bahagia bercampur lega. Dita dan Rafa tampak menatap dengan tatapan iba apalagi saat melihat keadaan Adzriel yang terlihat cukup mengenaskan.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen.Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2