
Acara peresmian toko kue Yuki berjalan dengan lancar, acara potong pita yang dilakukan Yuki bersama dengan Adzriel pun sudah selesai. Kini mereka terlihat berkumpul sambil menikmati beberapa kue dan minuman yang disediakan Yuki dan kedua rekannya disana
" Sila, Via, yuk gabung disini!" Yuki memanggil kedua karyawannya yang sejak tadi sudah sangat sibuk menjamu para tamu. Namun sekarang para tamu sudah mulai pulang kerumah mereka masing - masing hanya tinggal Fika dan yang lainya saja yang tersisa bahkan tadi Anika sudah pamit duluan dijemput oleh sopir pribadi mereka sedangkan Wina dan Herman juga sudah pamit sedari tadi
" Iya sini, kita nyantai dulu. Kalian pasti cape, iya kan?" Fika ikut berbicara.
Fika juga mengenal Sila dan juga Via karena dulu saat Yuki bekerja ditoko kue yang dulu, Fika sering bertemu dengan mereka bila Fika mengantar atau menjemput Yuki ketempat kerjanya
" I iya" mereka dengan ragu menghampiri Yuki dan yang lainnya yang sedang mengobrol dimeja yang lumayan besar
" Kalian kenapa? Ko kayak takut gitu" Adzriel menautkan kedua alisnya menelisik raut wajah kedua karyawannya itu
" Ti tidak, kami tidak takut ko. Iya kan?" Sila tampak menyikut Via yang ada disebelahnya sambil matanya melirik Nanda yang tengah berwajah datar dan juga dinginnya
" Sepertinya mereka takut sama laki lo Fika" Adzriel tertawa renyah saat mengatakannya
" Apa kalian benar takut pada suamiku hem?" Fika mengerutkan keningnya melihat kedua gadis yang ada dihadapannya
Sila dan Via tampak saling pandang satu sama lainnya, sebenarnya yang dikatakan Adzriel memang benar mereka takut dan segan melihat seorang Nanda Aditama Balendra ada dihadapannya dan menatap dingin pada mereka. Nanun mereka juga tidak mungkin bilang pada semuanya kalau mereka takut pada suami Fika
__ADS_1
" Apa aku terlihat sangat menakutkan ha?" Tiba tiba Nanda berbicara pada Sila dan Via yang selalu melirik Nanda dengan raut wajah ketakutan namun yang diajak bicara malah diam dan tak menjawab " Katakan!" Nanda kembali berkata dengan sedikit tekanan dalam katanya
" Tidak " Sila dan Via berkata cepat namun dengan kepala yang mengangguk, sangat bertolak dengan apa yang mereka katakan
" Ha ha ha" Tawa semua orang pecah melihat keluguan kedua karyawan Yuki itu
" Sepertinya mereka benar - benar ketakutan sama lo, sampai - sampai mereka sangat gugup seperti itu" Jay menepuk pundak Nanda yang ada disampingnya
" Siapa juga yang tidak akan takut saat bertemu dengan tuan Nanda, aku juga pertama kali seperti itu" ucap Yuki seraya terkekeh namun sepersekian detik kemudian wajah Yuki langsung memucat saat menyadari pandangan tajam Nanda melesat langsung kearahnya
" Masa , aku malah kesal saat melihat wajahnya pertama kali" Fika memandang wajah suaminya itu sambil nyengir kuda kearah suaminya sedangkan Nanda menghela nafasnya panjang mendengar perkataan dari kedua sahabat itu
" Sudah - sudah kalian duduk disini! Kalian tidak perlu takut pada bosku, dia sudah jinak, kan ada pawangnya" Erika menunjuk Fika dengan dagunya seraya terkekeh geli
" Oh ya Riel, Afkha kemana? Kok gak ada sih, biasanya kan dia selalu nempel sama kamu?" Fika merasa aneh karena acara penting itu tidak dihadiri oleh Afkha karena setau Fika Afkha sangat dekat dengan Adzriel dan juga Yuki jadi mana mungkin dia melewatkan acara ini tanpa alasan.
" Oh, Afkha pulang ke Malang. Kemarin tanteku menghubungiku katanya ayah Afka sedang sakit jadi dia harus pulang untuk bertemu ayahnya. Mungkin sampai paman sembuh baru dia akan pulang kembali ke Jakarta"
Afkha memang tinggal diJakarta, namun kedua orang tuanya tinggal di Malang. Afkha tinggal di Jakarta di apartemen pemberian ayah dan ibunya sejak Afkha masih dibangku kuliah. Afkha memang kuliah di Jakarta dan membantu Adzriel di perusahaannya sambil kuliah sampai baru tahun lalu Afkha lulus dan menjadi sarjana Bisnis
__ADS_1
Fika tampak menganggukan kepalanya mengerti " semoga ayah Afkha cepat sembuh ya!"
" Aamiin" ucap semua mengaminkan
Setelah puas berbincang mereka pun pulang kerumah mereka masing - masing.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara disuatu tempat tepatnya Manila, tampak seorang wanita paruh baya yang tampak sangat cantik walau dengan umur yang sudah tak muda lagi dengan penampilan modis dan tubuh yang terlihat sempurna seperti seorang model
" Apa kau yakin akan kembali ke Indonesia minggu ini" Orang yang berada didekatnya bertanya
" Ya aku yakin, aku harus menemui seseorang yang sudah lama aku tinggalkan" wanita itu terlihat sendu
" Baiklah Zela, aku harap ini keputusan terbaik untukmu"
" Ya, aku harap juga begitu Xena"
Zela adalah model yang sangat terkenal, dia sudah meniti karirnya sejak 20 tahun yang lalu. Dengan wajah yang sangat cantik dan juga tubuh yang sangat bagus membuat karirnya didunia permodelan semakin meroket tinggi. Zela bahkan bisa go internasional dan menjadi model dinegara - negara lain selain Indonesia.
__ADS_1
Sekarang saja dia sedang melakukan pekerjaannya di Manila bersama dengan asisten pribadinya yang juga saudara sepupunya Xena. Hidup Zela nyaris sempurna dengan karir yang begitu sukses namun kehidupan pribadi dibalik kesuksesan itu siapa tahu ternyata begitu pahit sehingga Zela harus berkorban sangat besar dalam hidupnya
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏