
Satu minggu telah berlalu sejak pertemuan Adzriel dan Nanda saat itu dan pada akhir nya setelah kerja keras yang dia lakukan dia berhasil juga mengakuisisi Atmaja Corp. Namun itu bukan akhir dari perjuangan mereka melainkan awal dari semua nya.
Pagi ini seperti biasa nya Yuki kedatangan pelanggan setia nya, Ya Yuki belum melihat wajah papa nya dari foto yang di bawa Adzriel karena dia merasa belum siap jika harus melihat orang yang sudah menorehkan luka yang amat teramat dalam pada nya dan juga mama nya dulu
" Pagi" Yuki tersenyum ramah pada pelanggan nya.
" Pagi, apa kamu bisa memberikan ku kopi dan beberapa kue buatan mu?" Pelanggan Yuki yang tak lain adalah Arga tampak lesu dan tidak seperti biasa nya.
" Kenapa anda memesan kopi, apa anda yakin tidak memesan jus alpukat seperti biasa nya?" Yuki mengernyitkan dahi nya merasa heran dengan pelanggan nya itu.
" Ya, hati ku sedang tidak baik. Dan aku tidak meminum jus alpukat di saat hati ku sedang tidak baik" Arga berkata dengan wajah datar nya.
" Aih, kenapa bisa sama ya? Anda tahu aku juga seperti itu, aku hanya meminum jus alpukat kesukaan ku jika hatiku sedang baik saja dan aku tidak menginginkan nya saat hati ku sedang tidak baik" Yuki berkata dengan senyum yang mengembang di bibir nya.
Kedua nya melangkah beriringan menuju ke meja yang biasa Arga duduki.
" Wah, seperti nya kalau orang lain yang melihat kita, kita pasti akan dikira ayah dan anak" Arga berbicara seraya terkekeh merasa lucu dengan ucapan nya sendiri. ' Bagaimana bisa aku punya anak sedangkan istri saja aku tak punya' begitulah kira - kira yang ada dalam fikiran Arga.
" Seandai nya ayah ku sebaik anda" Yuki tiba - tiba berwajah sendu saat mengingat papa nya yang bahkan tidak tahu keberadaan nya dan yang paling membuat Yuki sedih adalah karena ternyata papa nya adalah orang yang sangat jahat dan tega menyakiti orang - orang di sekitar nya.
" Memang kenapa dengan ayah mu?" Arga tampak penasaran dengan gadis yang ada di hadapan nya.
__ADS_1
" Ayahku sangat baik dan merawatku dengan baik, tapi papa kandungku bahkan tidak mengetahui keberadaan ku" Yuki tampak menatap kosong. " Tapi ya sudahlah, untuk apa aku bersedih? Lagi pula aku sudah bahagia dengan keluarga ku yang sekarang" Yuki kembali menampilkan wajah ceria nya. " Baiklah tuan aku akan mengambilkan pesanan anda, mohon menunggu!" Yuki pun berlalu mengambil pesanan dari pelanggan nya itu.
" Kenapa dada ku sangat sakit ketika melihat gadis itu bersedih" batin Arga seraya memegang dada nya. " Dan kenapa melihat senyum nya menjadi penyemangat tersendiri bagiku" tambah nya lagi masih dalam hati seraya mata nya menatap ke arah Yuki yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara di tempat lain tepat nya di salah satu apartemen mewah yang ada di Jakarta tampak seorang pria sedang meringkuk di bawah selimut dengan tubuh yang terlihat bergetar dengan wajah yang pucat. Ya siapa lagi kalau bukan Jay yang sedang demam karena kemarin kehujanan saat pulang dari perusahaan. Jay yang pulang dari lembur nya terpaksa harus hujan - hujanan saat diri nya tidak sengaja melihat seorang gadis yang sangat dia kenal tengah memakai payung di tengah deras nya hujan sambil memandangi mobil nya yang di berhentikan di pinggir jalan.
Ternyata itu Alice dan mobil nya mogok. Jay yang melihat nya pun tak tega dan membantu memeriksa keadaan mobil Alice sambil hujan - hujanan walaupun pada akhir nya Jay membawa Alice pulang sedangkan mobil Alice di derek oleh bengkel yang Alice panggil karena Jay tidak berhasil memperbaiki kerusakan mobil nya. Ya mana bisa diperbaiki orang Jay saja tidak mengerti mesin sama sekali, dia hanya ingin sok - sok an saja di depan gadis yang disukai nya.
Walupun akibat nya jarus dia rasakan sekarang, dia tidak bisa pergi bekerja karena sakit dan tidak ada yang merawat nya karena dia tinggal seorang diri. Anika yang biasa merawat nya dan menjaga nya sejak Jay kehilangan keluarga nya punya acara hari ini, jadi dia tidak bisa menjaga nya dan hanya datang tadi pagi untuk memberikan makanan saja untuk Jay dan memanggilkan dokter untuk memeriksa nya.
Ting Tong
Ting Tong
Tiba - tiba terdengar suara bel apartemen Jay berbunyi." Siapa sih, gaka tahu apa aku lagi sakit" Jay mendengus kesal masih setia di bawah selimut dan tak ada niatan untuk beranjak dari tempat tidur nya.
Ting tong
Ting tong
__ADS_1
Ting tong
Suara bel semakin keras saja dan seperti nya orang yang hendak bertamu sudah tidak sabar ingin segera di bukakan pintu.
" Ish, siapa sih" Jay pun bangkit dari tidur nya dan membungkuskan selimut yang ia pakai pada tubuh nya dan berjalan keluar kamar sambil membawa selimut pada tubuh nya." Tunggu sebentar, gak sabaran banget sih. Gak tahu apa kalau aku sedang sakit" gumam Jay saat bel pintu kembali di bunyikan dengan lebih keras dan bahkan kali ini dengan suara ketukan pintu yang terdengar.
Perlahan tetapi pasti akhir nya Jay sampai juga di depan pintu yang sedari tadi terus di ketuk dengan tidak sabar nya. Tangan Jay pun bergerak untuk membuka kan pintu sambil menggerutu kesal.
" Iya - iya tunggu sebentar, tidak tahu apa orang sedang sa..." Jay tidak bisa meneruskan kata - kata nya saat melihat siapa yang ada di hadapan nya
Jay tampak mengerjapkan mata nya berkali - kali bahkan dia sesekali mengucek nya untuk meyakinkan bahwa yang dia lihat saat ini berdiri di hadapan nya itu bukanlah hanya sekedar fatamorgana saja.
" Apa aku tidak salah lihat? Sedang apa dia di sini?" Batin Jay dengan mata nya terus menelisik seseorang yang ada di sana.
Di hadapan nya kini berdiri seorang gadis cantik berambut panjang dengan pakaian formal yang ia kenakan, dan tentu nya sangat terlihat pas pada tubuh ramping nya.
" Ekhem, apa kamu baik - baik saja?" Gadis yang ada di hadapan Jay tampak mengibaskan tangan nya di depan wajah Jay berkali - kali dengan wajah yang terlihat cemas karena melihat Jay yang hanya diam saja menatap diri nya.
" Ekhem, aku tidak apa -apa" Jay mencoba menetralisir keterkejutan nya dan mulai bersikap biasa. " Untuk apa kau datang kemari dan dari mana kamu tahu tempat tinggal ku?" Jay bersikap jutek seperti biasa bila berhadapan dengan gadis cantik yang juga selalu ketus bila bicara dengan nya. Ya siapa lagi kalau bukan Alice karena hanya dia saja gadis yang selalu berbicara ketus pada Jay yang terkenal sangat ramah.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1