
Di sebuah ruangan kerja yang tampak dominan berwarna hitam dan abu - abu tampak seorang pria paruh baya yang sedang menyesap cerutu yang ada di tangan nya seraya menatap tajam pada orang yang ada di hadapan nya .
" Bagaimana ini bisa terjadi ha?" Pria paruh baya yang tak lain adalah Arga melemparkan kasar map yang tadi dia terima dari orang kepercayaan nya yang tak lain adalah Niko keponakan nya sendiri.
" Maaf paman, seperti nya perusahaan itu telah mengetahui bisnis kita yang sebenar nya dan dia berhasil meyakinkan perusahaan - perusahaan yang yang mempunyai saham di perusahaan kita untuk menarik saham mereka dan menjaual nya pada perusahaan itu" Niko menjawab dengan ragu.
" Berengsek" Arga menggebrag meja dengan keras. " Siapa yang berani bermain - main dengan ku?" Arga menatap tajam pada Niko yang ada di hadapan nya.
" Adzriel Rafiq Saputra, CEO dari Saputra Corp. Tapi aku kira mereka tidak bertindak sendiri karena aku juga mendapatkan data tentang campur tangan Balendra Corp di sana." Niko tampak menjelaskan.
" Selidiki mereka semua dan bawa pada ku secepat nya hasil penyelidikan kalian!" Titah Arga dengan nada dingin dan tak mau di bantah.
" Baiklah paman, aku akan melaksanakan nya" Niko pun undur diri dari hadapan Arga dan pergi meninggalkan Arga dengan perasaan marah nya.
" Kurang ajar, berani - berani nya mereka bermain - main dengan ku. Akan aku tunjukan dengan siapa mereka berhadapan?" Arga tersenyum menyeringai seraya menyesap kembali cerutu yang ada di tangan nya.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sore hari telah tiba, kini saat nya pegawai kantor pulang kerumah mereka masing - masing setelah lelah bekerja. Begitu pun Nami, dia tampak keluar dari Balendra Corp dan hendak menunggu ojek online yang sudah dia pesan tadi saat dia masih berada di dalam gedung. Dia berniat untuk ke kafe Razky sebelum pulang ke apartemen nya.
" Bukankah itu Nami?" Seorang pria yang tengah duduk di dalam mobil milik nya seraya memperhatikan Balendra Corp tampak menautkan ke dua alis nya saat melihat sosok cantik berkaca mata yang terlihat sedang menunggu seseorang.
" Jadi dia bekerja di sini" pria itu yang tak lain adalah Niko yang sedang mengawasi Balendra Corp tampak tersenyum menyeringai melihat mantan kekasih nya itu.
Tak lama ojek online yang di pesan oleh Nami pun sampai di sana. Tak menunggu lama Nami pun langsung naik ke atas ojek itu dan mereka pun melaju membelah jalanan ibu kota dan meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Niko yang masih merasa penasaran dan masih memiliki perasaan pada Nami pun langsung mengikuti ojek yang di naiki oleh Nami dengan jarak yang lumayan dekat dengan ojek yang ada di depan nya.
Niko tidak peduli kalau kehadiran nya di ketahui oleh mantan kekasih nya itu karena tujuan nya adalah menemui Nami dan berbicara pada nya. Niko merasa yakin dan percaya diri kalau Nami masih menaruh hati pada nya karena setelah pertemuan nya dengan Nami, Niko menyelidiki tentang pria yang mengaku sebagai kekasih Nami dan dia tahu kalau mereka berdua saat itu telah berbohong. Tidak tahu saja Niko kalau Nami dan Razky sekarang sudah resmi berpacaran sungguhan 😂😂
Niko yang sudah mengetahui perbuatan Frisca terhadap Nami saat itu sangat marah pada Friska dan Niko langsung memutuskan Frisca saar itu juga dan dia berniat untuk kembali mendekati Nami. Karena dia cukup percaya diri kalau Nami tidak mudah berpaling dari nya mengingat hubungan dekat mereka yang terjalin sejak mereka masih kecil.
Tak lama ojek yang di naiki oleh Nami berhenti tepat di depan kafe tempat Razky bekerja. Nami pun turun dan membayar tukang ojek itu.
" Kafe ini lagi?" Gumam Niko saat melihat Nami yang berhenti di depan kafe yang tak sengaja mempertemukan diri nya kembali dengan sang mantan. " Apa dia sangat menyukai kafe ini sehingga dia sering datang kemari?" Niko membuka pintu mobil nya dan keluar dari sana kemudian dia melangkahkan kaki nya menghampiri Nami.
Nami hendak masuk kedalam kafe namun tangan seseorang tampak mencekal dan mencegah nya masuk. Nami yang merasa kaget pun langsung menoleh melihat siapa yang sudah mencegah nya. Nami tampak membulatkan bola mata nya saat mengetahui siapa yang sudah memegang tangan nya.
" Lepaskan!" Nami berbicara dengan nada tinggi seraya menghempaskan tangan yang sedang mencengkram pergelangan tangan nya hingga terlepas.
" Apa mau mu ha? Kenapa kau ingin berbicara dengan ku? Apa yang akan kamu bicarakan ha, apa tentang omong kosong yang di karang oleh kekasihmu lagi?" Nami tampak melipat kedua tangan nya di depan dada nya dengan raut wajah yang dia buat sesantai mungkin padahal dalam hati nya Nami sangat was - was takut Razky melihat mereka. Nami tidak ingin mereka ribut karena diri nya.
" Aku sudah putus dengan Frisca" ucap Niko menatap Nami dengan intens.
" Kenapa?" Nami mengangkat sebealah alis nya
" Karena aku sekarang sudah tahu ternyata dia sangat jahat dan licik, aku juga sudah menyelidiki semua nya dan ternyata benar dia telah menjebak mu" Niko tampak menjelaskan.
" Maksudku, kenapa kamu mengatakan nya padaku ha? Aku sudah tidak ada hubungan nya dengan mu" Nami memutar bola mata nya malas.
" Aku ingin kembali lagi pada mu, aku mohon kita bisa memulai semua nya dari awal" Niko berkata dengan wajah yang memohon seraya tangan nya meraih tangan Nami untuk dia genggam namun Nami menepis nya dengan kasar.
__ADS_1
" Semua sudah terlambat Niko, aku sudah tidak punya perasaan apa pun lagi pada mu dan kini aku sudah punya seseorang yang aku cintai" Nami berkata tegas .
" Bohong, kamu bohong! Aku tahu saat itu orang yang mengaku sebagai kekasih mu itu hanya orang yang baru kamu kenal iya kan?" Niko tampak tertawa sumbang.
" Siapa yang berbohong?" Suara bariton yang datang dari dalam kafe membuat Nami dan Niko menoleh secara bersamaan. " Sayang, kenapa kamu tidak masuk? Aku fikir kamu tidak jadi datang" Razky berjalan menghampiri Nami yang tersenyum manis ke arah nya seraya membenarkan kaca mata nya yang sedikit melorot.
" Cih, kalian fikir kalian bisa menipuku lagi ha?" Niko menatap tajam pada Razky yang baru datang menghampiri mereka.
" Menipu, apa maksudmu?" Razky mengerutkan kening nya.
" Jangan berpura - pura lagi, aku tahu kau hanya berpura - pura menjadi kekasih nya saja iya kan? Ayo mengaku saja, aku sudah tahu semua nya!" Niko berbicara dengan nada mengejek.
" Ya, kamu benar. Kami saat itu memang berpura - pura pacaran tapi 3 minggu yang lalu kami benar - benar menjadi pasangan kekasih dan sebentar lagi kami akan menikah, iya kan sayang?" Nami tersenyum manis pada Razky seraya merangkul tangan kekar Razky dengan mesra.
" Cih, jangan menipuku! Lagi pula bagaimana kamu mau menikah, apa kamu sudah menceritakan semua nya pada pacar mu ini ha?" Niko tersenyum menyeringai.
" Apa maksud mu?" Razky tampak mengeraskan rahang nya.
" Tanyakan pada dia, dia sudah di usir oleh orang tua nya satu tahun yang lalu karena jebakan yang dilakukan Friska pada nya. Dan bahkan Nami sendiri tidak tahu apakah pria yang sudah membeli nya dari Friska belum sempat melakukan apa pun pada tubuh indah nya itu."
Deg
Jantung Nami terasa berhenti saat ini juga ketika mendengarkan perkataan Niko barusan.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1