
Semua orang tampak berdiam diri di depan kamar yang di tempati oleh Zela. Saat ini dokter sedang memeriksa keadaan Zela di dalam, wajah semua nya tampak cemas menunggu dokter yang ada di dalam keluar dari dalam kamar tersebut.
Bahkan karena kepanikan yang terjadi pesta pernikaham Yuki dan Adzriel di hentikan untuk sementara untung saja saat akad nikah sengaja yang di undang dalam acara itu hanya saudara dan kerabat terdekat saja. Pesta yang sesungguh nya akan di lanjutkan nanti malam di mana semua tamu undangan akan datang ke acara pernikahan pewaris tunggal keluarga nomor dua terkaya di Indonesia itu.
" Kamu tenang ya sayang, mama pasti akan baik - baik saja. Paling mama cuma kecapean karena terlalu sibuk mempersiapkan pernikahan kita" Adzriel tak henti - henti nya menenangkan hati istri nya yang berada dalam dekapan nya saat ini.
" Ya, semoga saja seperti itu" Yuki menganggukan kepala nya dalam dekapan suami nya itu.
Ceklek
Pintu kamar Zela terbuka dan tampak dokter Livia keluar dari dalam.
" Gimana Liv?" Alice menghampiri sepupu nya itu.
" Pasien baik - baik saja Al, tenang saja." Dokter Livia tampak menenangkan sepupu nya itu. "Tapi sebelum nya saya mau tanya, siapa di antara bapak - bapak ini yang merupakan suami pasien?" Livia bertanya pada semua orang yang ada di sana.
" Maaf dok, tapi Zela sudah lama berpisah dengan suami nya. Memang ada apa?" Dita yang menjawab.
" Berpisah?" Livia tampak bingung harus berkata apa.
" Tapi Zela baik - baik saja kan?" Arga ikut bertanya.
__ADS_1
" Ya, beliau baik - baik saja, bahkan sekarang beliau sudah sadar dan kalian boleh melihat nya" Livia tersenyum untuk menutupi kebingungan nya.
" Kenapa?" Alice yang mengerti dengan kebingungan sepupu nya itu pun bertanya namun Livia hanya menggelengkan kepala nya dan Alice tahu kalau ada permasalahan yang tidak boleh di ketahui oleh sembarangan orang.
" Apa mama saya baik - baik saja dok? Ada apa dengan mama saya?" Yuki tampak khawatir dengan keadaan mama nya.
" Kamu anak nya? Apa kita bisa bicara sebentar di dalam?" Livia pun mengajak Yuki untuk menjauh dari semua nya.
" Sebenar nya apa yang terjadi dengan mama saya dok, kenapa dokter meminta saya untuk berbicara di sini?" Tanya Yuki dengan tak sabar.
" Begini nona, kamu tahu kalau usia seperti ibu kamu akan sangat beresiko bila mengandung seorang bayi? "Livia tampak hati - hati saat mengatakan nya.
" Ya, saya tahu dok. Tapi apa maksud dokter mengatakan hal itu pada saya?" Yuki tampak mengerutkan kening nya tapi sepersekian detik kemudian " Apa maksud dokter mama saya hamil?" Yuki menutup mulut nya sendiri dengan mata yang membulat sempurna
" Oh God, cobaan apa lagi ini?" Yuki mengusap wajah nya frustasi, bahkan Yuki sudah tidak memperdulikan riasan yang menempel pada wajah nya. " Tidak apa - apa dok, justru aku harus berterima kasih pada dokter. Jadi bagaiman kondisi mama saya sekarang?"
" Beliau baik - baik saja, hanya saja harus di jaga makanan nya dan jangan biarkan dia terlalu cape dan juga stres. Karena kehamilan di usia yang sudah matang seperti ibu mu akan rentan mengalami keguguran. Saya akan memberikan resep obat untuk membantu menguatkan janin yang ada dalam kandungan beliau, kamu nanti bisa menebus nya di apotek terdekat. Kalau begitu saya permisi" Livia lalu undur diri dari hadapan Yuki dan pamit pada semua orang yang ada di sana. Jay dan Alice tampak mengantar dokter Livia sampai ke loby hotel.
" Bagaimana, apa semua baik - baik saja?" Adzriel menghampiri Yuki yang juga sedang berjalan ke arah nya. Sedang kan yang lain nya sudah masuk ke dalam kamar yang di tempati Zela saat ini.
" Bagaimana aku bisa menjelaskan pada semua nya" batin Yuki dengan tatapan kosong nya.
__ADS_1
" Pergi!" Saat Yuki sedang sibuk dengan pemikiran nya tiba - tiba terdengar teriakan histeris Zela dari dalam kamar.
Yuki dan Adzriel segera berlari menghampiri mereka. Disana tampak Dita dan Sita sedang menenangkan Zela yang sedang mengamuk dan Arga yang terduduk di lantai dengan wajah yang terlihat bingung, seperti nya Zela yang sudah mendorong nya.
" Pergi, usir dia dari sini! Aku tidak mau melihat nya!" Zela terus berteriak histeris dengan tubuh yang bergetar hebat dan air mata yang sudah membasahi seluruh wajah nya.
" Papa, aku mohon pergilah dari sini. Mama tidak boleh mengalami tekanan seperti itu" Yuki mendekati Arga yang baru bangkit dari posisi nya di bantu oleh Bima.
" Tapi tadi mama mu biasa saja pada papa, kenapa sekarang dia begitu marah pada papa?" Arga tampak bingung.
" Nanti aku ceritakan, tapi Yuki mohon papa pergi dulu dari sini! Biarkan mama tenang dulu!" Yuki memberi pengertian pada papa nya itu.
" Baiklah!" Arga pun dengan berat hati menuruti perkataan putri nya itu.
Adzriel menemani papa mertua nya itu ke luar dari kamar diikuti para pria yang ada di sana. Di dalam kini tersisa para wanita saja. Yuki perlahan mendekati tubuh mama nya yang terus bergetar seiring isak tangis yang keluar dari bibir nya.
" Mama tenang ya, mama tidak boleh terlalu cape dan stres dengan kondisi mama seperti ini" Yuki memeluk mama nya setelah Sita menggeser posisi nya.
" Papa mu jahat Ki, bagaimana mama bisa hidup setelah ini?" Zela semakin terisak dalam dekapan Yuki.
Yuki pun tidak bisa berkata apa - apa, jujur saja dia sendiri sangat bingung saat ini. Yuki tidak mungkin meminta Zela untuk kembali menerima Arga setelah begitu banyak nya luka yang sudah di torehkan oleh pria yang merupakan papa kandung nya itu. Tapi di satu sisi yang lain nya Yuki tidak ingin nasib adik nya sama dengan nasib nya sewaktu masih dalam kandungan, hidup tanpa kasih sayang papa nya. Lagi pula Arga seperti nya sudah sangat menyesali perbuatan nya di masa lalu, bahkan Arga sudah menebus kesalahan nya saat dulu mencelakakan Bima dengan mendekam di penjara selama beberapa tahun.
__ADS_1
Dan tentang bisnis dunia bawah nya, ternyata Arga dan Diego hanya menjalankan bisnis bar nya dan tentang penyelundupan barang terlarang dan perdagangan manusia. Arga dan Diego tidak mengetahui nya sama sekali dan setelah Diego menyelidiki semua nya setelah menangkap pelaku penembakan yang terjadi pada Yuki, ternyata penembak itu adalah kaki tangan orang yang ada di balik semua kejahatan Black Dragon selama ini. Dan Arga sama sekali tidak terlibat akan hal itu, Afkha bahkan menyelidiki kembali semua nya dan semua nya sudah terbukti. Bahkan hal yang paling mengejutkan adalah bahwa delapan puluh persen dari penghasilan yang di dapatkan oleh Arga semua nya di serahkan pada panti asuhan Zz yang ada di sebuah daerah di kota Bandung. Dan itu kembali membuat Yuki terkejut dan menambah kepercayaan nya lagi pada sang papa.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏