Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )

Terjebak Cinta CEO Tampan 2 ( Adzriel Dan Yuki )
Bab 39


__ADS_3

Keesokan hari nya di Balendra Corp tampak Nanda menerima proposal yang sama dengan yang di terima oleh Adzriel kemarin nya.


" Bagai mana menurutmu Jay?" Nanda tampak mengerutkan kening nya. Nanda kini sedang berbicara berdua dengan Jay setelah kepergian Niko dari ruangan nya.


" Lebih baik kita menyelidiki dulu perusahaan ini sebelum mengambil keputusan" Jay tampak berbicara serius menatap Nanda.


" Ya aku setuju dan aku serahkan semua pada mu. Tapi seperti nya bukan kita saja yang mendapatkan proposal kerja sama dari perusahaan ini, mungkin saja Saputra Corp dan Wilantara Corp mendapatkan nya juga mengingat kedua perusahaan itu juga besar walau masih dibawah perusahaan kita" Nanda berbicara tak kalah serius dari Jay.


" Ya kamu benar" Jay menganggukan kepala nya." Apa aku harus menghubungi mereka?" Jay tampak mengangkat sebelah alis nya.


" Ya, tentu saja" Nanda berkata enteng.


" Ish, kalau ke Saputra Corp aku masih boleh saja tapi untuk ke Wilantara Corp?" Jay mengangkat kedua bahu nya.


" Ha ha ha" tawa Nanda menggema diseluruh ruangan " lo jangan berpura - pura, lo fikir gue gak tahu kalau gadis yang pernah lo ceritain itu adalah Alice" Nanda berkata dengan nada mengejek nya


" Lo tahu? Sejak kapan?" Wajah Jay tampak terkejut bercampur malu saat mendengar perkataan sahabat nya itu.


" Gue gak bodoh Jay, gue bisa lihat dari mata lo yang menatap dia penuh cinta dan perlakuan lo sama dia itu berbeda dengan cara lo memperlakukan cewek manapun"


" Apa terlihat begitu jelas?" Jay terkekeh seraya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


" Tentu saja, aku sarankan agar kamu cepat - cepat bergerak sebelum kamu menyesal" Nanda menggoda sahabat nya itu.


" Menyesal?" Jay mengerutkan kening nya


" Ya , menyesal. Apa kamu lupa bahwa dia termasuk gadis yang lumayan agresif mengingat dia yang mengejarku selama satu tahun kemarin? Bukankah tidak menutup kemungkinan kalau dia akan kembali mengejar pria tampan yang dia temui apalagi sekarang dia sering menggantikan ayah nya untuk bertemu dengan kolega bisnis mereka." Nanda tampak mengulum senyum nya saat melihat wajah Jay yang sudah terlihat berbeda


" Oh ya, pak Niko yang barusan kemari mempunyai wajah yang tampan dan seperti nya dia belum menikah dan kalau menurut perkiraanku pak Niko saat ini pasti sudah bertemu dengan Alice." Nanda rasa nya sudah tidak tahan menahan tawa nya saat melihat wajah Jay saat ini yang mulai terlihat panik.


" Yang diakatakan Nanda ada benar nya" batin Jay dengan wajah yang terlihat panik


" Kau benar, aku pergi" Jay buru - buru pergi dari ruangan Nanda dengan wajah yang panik karena mendengarkan hasutan dari Nanda sedangkan Nanda kini sedang tertawa terbahak - bahak setelah keluar nya Jay dari ruangan nya.

__ADS_1


🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sementara di Wilantara Corp tampak Alice yang sedang membolak balikan kertas proposal yang ada di tangan nya seraya sesekali memijat pelan pelipis nya yang terasa pusing.


" Seperti nya ada yang janggal dengan proposal ini. Tapi Niko tadi berbicara bahwa ini adalah perusahaan milik paman nya yang baru memindahkam induk perusahaan nya dari Bandung ke kota ini. " Ya Alice kenal siapa Niko, Niko adalah adik kelas nya saat mereka masih duduk di bangku SMA. Walaupun mereka tidak begitu akrab tapi Alice cukup mengenal pria itu.


" Aku akan mempelajari nya saja nanti" Alice meletakan map berisi proposal itu pada tumpukan map yang akan di pelajari kembali setelah dia memiliki waktu luang.


Selang beberapa saat, terdengar suara ketukan pada pintu ruangan nya


Tok


Tok


Tok


" Masuk!" Alice berteriak dari dalam


Ceklek


" Ada apa katakan lah Desi" Alice yang masih sibuk dengan pekerjaan nya tidak melihat orang yang datang dan mengira kalau itu adalah asisten nya yang bernama Desi.


Jay tampak celingak - celinguk memeriksa keadaan dan tidak menemukan siapa pun selain diri nya.


" Apa aku terlihat imut sehingga dia memanggilku Desi?" batin Jay


" Ekhem" Jay berdehem membuat Alice mendongakan kepala nya dan seketika bola mata nya tampak membulat saat melihat siapa yang ada di hadapan nya.


" Kenapa kau di sini?" ucap Alice ketus


" Cih, kau masih belum berubah selalu saja bersikap ketus kepada ku" Jay tersenyum sumbang seraya berjalan mendekati meja kebesaran gadis cantik yang ada di hadapan nya.


" Aku" Alice kembali merasa bersalah atas sikap nya kepada Jay, tapi entah kenapa setiap berhadapan dengan Jay dia selalu saja merasa kesal entah karena apa.

__ADS_1


" Aku kesini ingin bertanya sesuatu pada mu" Jay to the point atas kedatangan nya menemui Alice.


" Bertanya? Katakan!" Alice seperti biasa nya bersikap angkuh dan anggun bila berhadapan dengan lawan bicara nya.


" Begini, apa kamu menerima proposal dari perusahaan Atmaja Group?" Jay menatap Alice dengan tatapan menyelidik.


" Atmaja Group? Apa maksudmu proposal yang ini" Alice langsung mengambil proposal yang tadi dia letakan di meja kerja nya dan menyodorkan nya pada Jay.


Jay mengambil map yang diberikan oleh Alice pada nya dan membuka nya " Perusahaan kami juga mendapatkan nya hari ini dan aku merasa curiga dengan perusahaan ini" Jay kembali meletakan map itu di atas meja


" Benarkah? Aku juga merasa seperti itu, jadi aku belum mengambil keputusan untuk menerima nya atau pun menolak nya" Alice tampak memajukan wajah nya dan melipat kedua tangan nya di atas meja dihadapan nya.


" Em, dan aku akan menanyakan ini juga pada Adzriel. Aku yakin dia juga pasti mendapatkan nya" Jay menganggukan kepala nya


" Adzriel? Adzriel CEO dari Saputra Corp maksud mu?" Alice tampak mengerutkan kening nya.


" Yap" Jay kembali menganggukan kepala nya.


" Kamu seperti nya sangat mengenal nya?"


" Tentu saja, dia adalah sahabat kakak ipar"


" Maksudmu Adzriel Rafiq Saputra adalah sahabat Fika, istri nya Nanda?" ucap Alice dengan wajah terkejut. " Wah, Fika ternyata hebat bisa dikelilingi oleh pria tampan dan juga kaya disekitar nya" Alice menampakan wajah kagum nya.


" Ya, kakak iparku memang sangat hebat" Jay berkata ponggah.


" Ish, kamu terlihat sangat mengagumi kakak iparmu itu . Apa kamu juga jatuh cinta pada nya ha?" Alice mendengus kesal.


" Hey, jangan berkata sembarangan. Aku bukan tipe pria yang mudah jatuh cinta asal kau tahu itu. Lagi pula aku tidak mungkin jaguh cinta pada istri sahabat ku sendiri"


" Ya kamu memang tak mudah untuk jatuh cinta tapi kamu itu tipe pria tukang tebar pesona pada semua wanita" cibir Alice dengan wajah yang sangat kesal.


" Nah itu kamu tahu" Jay tampak terkekeh sedangkan Alice tampak membuang muka nya karena kesal dengan sikap pria yang ada di hadapan nya itu.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2